Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Lampung memantapkan dukungannya untuk mewujudkan Program 3 Juta Rumah sebagaimana dicanangkan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Komitmen tersebut disampaikan Yuliana Gunawan, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI Lampung terpilih masa bakti 2024-2027.
"Ayo seluruh anggota REI, mari bangkit bersama. Kita harus bersatu menyukseskan program ini. Saya berharap Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) merangkul kita semua demi mencapai tujuan tersebut," ucap Yuliana, seusai terpilih dalam Musyawah Daerah (Musda) XI REI Lampung Tahun 2024, di Bandarlampung, Rabu, 13 November 2024.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kesenjangan antara kebutuhan versus pasokan rumah di Provinsi Lampung mencapai 228 ribu unit. “Data itu menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat Lampung belum mampu memiliki rumah yang layak huni,” tutur Kepala Bidang Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Lampung August Riko, saat Pembukaan Musda XI REI Lampung Tahun 2024.
August Riko menjelaskan, ada sejumlah tantangan terkait program penyediaan perumahan di Lampung. “Salah satunya terkait tingginya jumlah rumah tidak layak huni di Lampung. Saat ini angkanya tidak kurang dari dari satu juta rumah. Mayoritas penghuni rumah tidak layak huni adalah masyarakat berpenghasilan rendah yang patut kita bantu,” beber August Riko.
Menurut dia, minimnya ketersediaan lahan untuk pengembangan rumah bersubsidi di Provinsi Lampung menjadi tantangan yang harus dicarikan solusinya. “Perlu terobosan terkait pemanfaatan lahan idle milik perusahaan-perusahaan BUMN atau BUMD sehingga upaya pengentasan rumah tidak layak huni di Lampung bisa berjalan optimal,” ujarnya.
Tantangan tersebut sangat membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, pengembang dan masyarakat. Kami percaya bahwa REI Lampung dapat mengambil peranan penting dalam membangun rumah yang tidak hanya mengatasi backlog, tapi juga menerapkan konsep-konsep berkelanjutan. Hal ini penting demi menciptakan Lampung yang tangguh serta mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Industri Properti Masih Seksi
Saat hadir dalam pembukaan musda, Ketua Umum REI Joko Suranto menyampaikan bahwa hingga tahun 2029 mendatang sektor properti dipandang masih cukup seksi. Hal ini seiring dibentuknya nomenklatur baru di Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yakni Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“REI adalah satu-satunya asosiasi properti yang mengusulkan untuk dibentuknya kementerian yang secara khusus menangani sektor perumahan. Usulan itu sudah terwujud dengan dibentuknya Kementerian PKP,” kata Joko Suranto.
Menurut Joko Suranto, pekerjaan rumah berikutnya adalah mengakselerasi berbagai hal terkait adanya nomenklatur baru tersebut. “Kita harus melakukan penyesuaian untuk mengadopsi berbagai perubahan dari tingkat pusat hingga ke daerah. Kita harus bisa menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik sehingga terobosan dari Pemerintahan Prabowo Subianto bisa mewujudkan iklim usaha yang lebih baik serta mengoptimalisasi kontribusi sektor industri properti terhadap perekonomian nasional,” tuturnya.
Lebih lanjut Joko Suranto menjelaskan, pemerintahan yang baru dilantik Oktober 2024 kemarin telah menetapkan sektor properti sebagai salah satu program strategis nasional. “Saya berkeyakinan setidaknya hingga tahun 2029 mendatang properti masih menjadi sektor industri yang menjanjikan,” tukasnya.
Perkuat Kolaborasi
Selain Program 3 Juta Rumah untuk tahun 2025, Ketua REI Lampung terpilih, Yuliana Gunawan, juga berkomitmen untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Lampung dalam melaksanakan percepatan program pembangunan Kota Baru di Lampung Selatan.

Untuk itu, dia menegaskan pentingnya kekompakan antar anggota guna menghadapi berbagai tantangan. Khususnya dalam upaya mendukung program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di tahun depan.
"Terpilihnya saya adalah amanah besar dari seluruh pengurus dan anggota. Saya berjanji akan menjunjung tinggi nama REI, baik di kalangan pemerintahan, perbankan, maupun sesama anggota. Mari kita bersama-sama membangun REI yang lebih baik," tegasnya.
Yuliana mengutarakan optimismenya terhadap masa depan pengembang anggota REI Lampung. Dia berharap melalui kepemimpinannya dapat memberikan manfaat yang nyata bagi kemajuan bisnis anggota REI Lampung, serta berkontribusi untuk pembangunan perumahan demi memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Dengan kerja keras dan kerja sama seluruh anggota, saya yakin REI Lampung dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam upaya menyediakan hunian berkualitas," ucapnya.
Srikandi pertama yang dipercaya memimpin REI Lampung ini mengutarakan strateginya untuk memastikan kemajuan sektor properti di Lampung. Salah satunya dengan mempererat kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat. Fokus utamanya dalam periode 2024-2027 adalah meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap rumah layak huni sekaligus mengantisipasi backlog perumahan, serta mendukung pengembangan properti ramah lingkungan.
“Visi kami adalah mewujudkan Lampung sebagai provinsi dengan sektor properti yang berkembang pesat, berkelanjutan, dan inklusif. Kami akan terus memperkuat peran REI Lampung dalam mendukung kebijakan pembangunan perumahan,” tegasnya. (Oki Baren)