• 04 Sep, 2026

Lebih 1.000 anggota Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) dari seluruh Indonesia berkumpul di Bandung, Jawa Barat, untuk mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI 2024 di Trans Luxury Hotel Bandung, Kamis 5 Desember 2024. Rakernas tahun ini mengusung tema “Sinergi REI Bersama Pemerintah untuk Mewujudkan Program 3 Juta Rumah”.

Rakernas dibuka secara resmi oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan juga Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.

“Mewakili Bapak Presiden Prabowo Subianto saya mengucapkan selamat dan salam hangat beliau kepada seluruh anggota REI, sekaligus ucapan terimakasih atas kontribusi dan pengabdian saudara-saudara semua dalam membangun perumahan-perumahan di Indonesia,” ujar Menteri Ara, demikian dia akrab disapa.

laput1c.jpg

Menurutnya, jumlah developer cukup banyak terutama REI yang merupakan asosiasi pengembang terbesar di Indonesia, tetapi di sisi lain jumlah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga banyak. Karena itu, tugas pemerintah sebagai fasilitator dan regulator harus dapat menjamin kepentingan semua pihak terpenuhi, termasuk bagaimana pengembang selaku pelaku usaha terbantu dengan perizinan yang mudah dan murah. 

Saat ini, Kementerian PKP sedang berupaya menyediakan lahan-lahan gratis untuk penyediaan perumahan sebagai salah satu usaha dan peta jalan dari pemerintah. Selain itu, telah ditandatangani pula Surat Kesepakatan Bersama (SKB) 3 menteri untuk pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi rumah MBR.

“Kenapa rumah MBR, karena kita harus memulai dari segmen konsumen yang paling bawah dalam industri perumahan yakni MBR. Jadi BPHTB sebesar 5 persen kita gratiskan. Presiden Prabowo meminta kita memikirkan MBR, sehingga biaya sekitar Rp7 juta sampai Rp9 juta (untuk BPHTB) dapat digunakan masyarakat untuk keperluan hidup mereka yang lain,” tegas Menteri Ara.

Pada kesempatan itu, Menteri PKP mengakui dan memuji REI sebagai organisasi besar yang penuh dengan orang-orang hebat di bidang properti dan perumahan. Oleh karena itu, dia berjanji akan menyiapkan waktu sekitar 2 jam untuk mendengar masukan dari REI saat pertemuan dalam waktu dekat. 

Menteri Ara juga siap memfasilitasi perbaikan regulasi di sektor perumahan dengan instansi terkait seperti Kementerian ATR/BPN, PLN, BTN, Ditjen Pajak, dan lain-lain.

“Pemerintah membutuhkan bapak ibu sekalian yang sudah berjuang untuk membangun rumah MBR, rumah menengah dan juga rumah mewah. Saya tahu peran bapak ibu itu sangat besar, karena anggaran pemerintah sangat terbatas dalam penyediaan rumah,” ungkapnya.

Tahun depan, anggaran Kementerian PKP hanya Rp5,2 triliun. Anggaran tersebut tidak mencukupi tanpa dukungan dan kerjasama dari pelaku usaha swasta termasuk pengembang anggota REI.

laput1a-1.jpg
FOTO FOTO ISTIMEWA

Selain itu, Menteri Ara di hadapan ribuan anggota REI juga menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan skema pembiayaan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yang sudah berjalan sejak 2010. Dikatakan, salah satu program yang sudah dia pelajari dalam 1,5 bulan terakhir adalah efektivitas FLPP yang diyakini baik untuk konsumen,  perbankan dan juga pengembang rumah MBR.

Ara menegaskan meski FLPP adalah konsep yang lahir di masa pendahulunya, namun dia mengaku tidak ragu untuk meneruskan sesuatu yang baik. “Kita haruslah sportif. Ini (FLPP) sudah baik dan layak untuk terus ditingkatkan. Semoga di 2025 kita memiliki pandangan yang sama dengan Kementerian Keuangan soal FLPP, sehingga anggarannya bisa ditingkatkan lagi,” sebutnya.

Dukung Pemerintah

Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto menyampaikan asosiasi tertua dan terbesar itu selalu siap mendukung program pemerintah di bidang perumahan terutama program 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. 

Menurutnya, selama ini industri properti telah memberikan kontribusi besar dan strategis bagi ekonomi nasional.Antara lain berkontribusi sebesar 14,6 persen - 16,3 persen terhadap PDB nasional, berkontribusi 10,2 persen terhadap penciptaan lapangan kerja atau setara 13,8 juta orang per tahun, memberikan dampak berganda terhadap 185 sektor lainnya, berkontribusi 9,3 persen terhadap penerimaan pajak pemerintah pusat dan 31,9 persen terhadap PAD, serta berkontribusi 7,83 persen dalam mengurangi tingkat kemiskinan dan menjadi salah satu sektor dengan upah tertinggi.

 “Dengan tantangan backlog perumahan yang semakin berat karena pada tahun 2045 penduduk Indonesia mencapai 318 juta jiwa, dan backlog kepemilikan rumah (business as usual) diproyeksikan akan mencapai 22,74 juta unit di 2045. Angka itu sungguh jadi tantangan serius, sehingga seluruh stakeholder  perlu bahu-membahu,” tegas CEO Buana Kassiti Group itu.

Joko Suranto menyampaikan bahwa REI di tahun ini telah berkontribusi sebesar 64 persen terhadap pembangunan rumah komersial dan 44 persen terhadap pembangunan rumah subsidi atau sebanyak 86.936 unit. REI akan terus konsisten untuk menyukseskan program 3 juta rumah. Diantaranya dengan membentuk 8 satuan tugas (satgas) dalam mendukung program tersebut yakni Satgas Kementerian PKP, Satgas Tapera, Satgas Perbankan, Satgas Kemenkeu, Satgas ATR-BPN, Satgas PLN, Satgas  Lingkungan Hdup, dan Satgas Kemendagri.

REI juga mendorong pemerintah untuk memastikan anggaran rumah subsidi tahun 2025 minimal 350.000 unit, dan sudah dapat cair di minggu ketiga bulan Januari 2025. Kedua, merealisasikan pembebasan pajak sektor properti sebesar 17 persen, serta terakhir mendukung omnibus law sektor properti.

Ketua Panitia Penyelenggara Rakernas REI 2024, Hyanto Wihadhi dalam laporannya menyebutkan kegiatan rapat tahunan organisasi tersebut diikutin oleh lebih dari 1.000 peserta dari unsur pengurus DPP REI, DPD REI se-Indonesia dan tamu undangan.

“Dalam rakernas ini, kami REI membulatkan tekad untuk terus bersinergi dengan pemerintah, juga membahas dan memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk menyukseskan program 3 juta rumah. Terimakasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini terutama para sponsor,” ujar Hyanto.

Berbagai kegiatan diadakan dalam rangkaian acara rakernas dari 4-5  Desember diantaranya tournament golf, penanaman 1 juta pohon, welcome dinner , FIABCI Indonesia-REI Excellence Award, talkshow bertema "Strategi Pembangunan 3 Juta Rumah" serta ladies program . (Rinaldi)

 

Muhammad Rinaldi