Rapat Kerja Nasional Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (Rakernas REI) tahun 2024 di Kota Bandung, Jawa Barat, berlangsung sukses dan lancar. Alhamdulillah, lebih dari 1.000 peserta dari seluruh Indonesia berkumpul di kota berjuluk Paris van Java itu dari tanggal 4-5 Desember 2024. Tahun ini, rakernas asosiasi pengembang tertua dan terbesar itu mengusung tema “Sinergi REI Bersama Pemerintah untuk Mewujudkan Program 3 Juta Rumah”.
Tema ini sungguh sarat akan makna, karena sektor perumahan baru saja mendapat “kado” berupa pembentukan/kelahiran kembali kementerian khusus perumahan yang kini bernama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Satu realisasi yang sungguh-sungguh telah diperjuangkan REI sejak jauh-jauh hari, bahkan sebelum berlangsungnya pemilihan presiden (pilpres).
Kehadiran Menteri PKP Maruarar Sirait bersama dua menteri dan satu wakil menteri lainnya di Rakernas REI 2024, serta kehadiran lebih dari 1.000 peserta anggota REI begitu sangat menggembirakan. Hal itu memperlihatkan adanya antusiasme dan semangat bersama untuk bersinergi dalam mewujudkan harapan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun 3 juta rumah per tahun. Baik pemerintah maupun pelaku usaha, berkumpul bersama dan urun rembuk terkait persoalan sektor perumahan.
Dari acara rakernas tersebut, kita juga semakin merasakan kuatnya chemistry dan koneksi saling percaya antara pemerintah dan asosiasi pelaku usaha. Hal itu diharapkan semakin memperkuat kiprah dan dampak positif sektor properti khususnya perumahan bagi perekonomian nasional yang di 2025 ditargetkan tumbuh 8%. Saat ini beberapa kebijakan pemerintah sedang berproses dan banyak program ke depan yang diharapkan bisa berjalan dengan lebih baik.
Intinya, kita gembira komunikasi dan koordinasi antara pemerintah dan asosiasi pengembang sudah terjalin erat dan dapat dijaga secara terus menerus. Sudah ada kesesuaian cara pandang, meski masih butuh intensitas agar optimal. Dengan begitu, pembangunan perumahan yang berkelanjutan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun masyarakat berpenghasilan tanggung (MBT) dapat terealisasi termasuk program 3 juta rumah.
Sebagai kementerian baru, Kementerian PKP tentu saja memiliki banyak kekurangan. Justru kekurangan itu haruslah diperkuat, dan disitulah peran REI dibutuhkan karena asosiasi pengembang ini sudah berpengalaman lebih dari setengah abad berkecimpung dalam penyediaan perumahan. Oleh karena itu, dukungan REI untuk memperkuat kementerian baru menjadi penting, karena banyak persoalan di sektor perumahan membutuhkan saran solusi yang tepat dari semua pihak di dalam ekosistem perumahan nasional.
Ayo, mari kita terus bekerjasama, bersinergi dan mempererat soliditas untuk mewujudkan pembangunan 3 juta rumah.