Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terbukti efektif mentransformasi industri properti di Indonesia dengan menghadirkan beragam inovasi teknologi yang mendukung operasional dan proses bisnis. Banyak pengembang yang kini berkomitmen menggunakan dan meningkatkan pemanfaatan AI dan Internet of Things (IoT).
Chief Transformation & Data Officer Sinar Mas Land, Mulyawan Gani menyatakan Sinar Mas Land terus mengembangkan integrated smart city dengan memanfaatkan potensi AI. Disebutkan, k ehadiran AI memberikan keuntungan bisnis yang strategis, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan terbukti meningkatkan manajemen operasional.
Sinar Mas Land yang telah menggunakan Optical Character Recognition (OCR) yang terintegrasi dengan ChatGPT secara akurat dapat menafsirkan gambar kompleks menjadi teks. Hal ini menyederhanakan pemrosesan dokumen dan meningkatkan efisiensi dengan otomatisasi ekstraksi pengelolaan data.
“ Kami juga menggunakan kecerdasan buatan untuk memproses komunikasi customer service dengan pelanggan sehingga percakapan yang masuk secara otomatis diklasifikasikan berdasarkan tingkat prioritas sehingga akan meningkatkan efisiensi respons, dan meningkatkan kepuasan pelanggan ,” ujarnya pada acara Tech Media Workshop bertema Go Beyond Property: Embracing Emerging Tech in Property Business di Digital Hub, BSD City, Selasa (3/12) lalu.
Sinar Mas Land menegaskan perannya sebagai pelopor transformasi digital di sektor properti. Ke depan, ungkap Mulyawan Gani, kelompok usaha properti ternama itu bahkan berencana untuk mengembangkan Chatbot AI Generatif ke situs web eCatalog sehingga konsumen dengan mudah akan mendapatkan produk properti sesuai yang diinginkan.
Chief Information Officer Sinar Mas Land, Stefanus Mulianto menambahkan Sinar Mas Land selalu mengedepankan transformasi digital dalam pengembangan setiap kawasan township , dengan meningkatkan infrastruktur dan keamanan digital. Pengembang itu juga menghadirkan beragam aplikasi dan sistem digital seperti OneSmile, RisewithSAP, Outsystem yang dapat meningkatkan keterlibatan dan kepuasan konsumen.
“Tujuan utama investasi di dalam pengembangan teknologi ini adalah improved customer experience dan juga enhanced productivity. Dengan memanfaatkan teknologi yang bisa mempercepat pekerjaan-pekerjaan rutin, talent kami memiliki waktu lebih banyak untuk melakukan hal yang lebih produktif seperti analisa dan inovasi,” paparnya.
Sementara itu, CEO Technology Advisory and Business Sinar Mas Land, Irvan Yasni menyatakan pengembangan BSD City sebagai smart city mencerminkan komitmen perusahaan properti itu untuk menghadirkan solusi perkotaan yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan teknologi seperti Internet of Things (IoT), Digital Twin, Artificial Intelligence (AI), dan data analitik, BSD City dirancang untuk memberikan kenyamanan, efisiensi, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi penghuni maupun pengunjungnya.
“Kami juga mengoptimalkan kecerdasan buatan untuk mengembangkan integrated smart city dengan melakukan optimalisasi traffic management, smart security system, dan smart building system ,” kata Irvan Yasni.

Sinar Mas Land juga berkolaborasi dengan Microsoft untuk mewujudkan konsep smart cities di BSD City. Implementasi kerja sama ini termasuk pengembangan fondasi digital yang modern dan aman dengan memanfaatkan infra security, data lake , dan sentiment analysis . Kedua , kerja sama dilakukan dalam hal application modernization yang meliputi citizen genome, citizen experience , dan operational excellent , gunanya untuk melayani kebutuhan konsumen secara optimal.
BSD City juga menggunakan teknologi Microsoft pada command control untuk mengawasi lalu lintas dan keamanan, pemantauan drainase untuk mengantisipasi meningkatnya debit air dalam waduk serta teknologi field security untuk mengamankan akses data di lapangan.
Dari segi infrastruktur, perusahaan menerapkan penyediaan jaringan fiber optic , pengawasan lalu lintas melalui traffic command center , hingga kemudahan mobilitas masyarakat dari dan menuju BSD City melalui penyediaan sarana transportasi publik yang terintegrasi.
Semakin Marak
Knight Frank menyebutkan salah satu tren yang akan semakin menonjol adalah meningkatnya penggunaan AI untuk aktivitas realestat.
Liam Bailey, Global Head of Research Department dari Knight Frank menyebutkan, pada 2024 terdapat setidaknya US$483 miliar dana yang diinvestasikan di sektor realestat. Jumlah tersebut menandakan bahwa tahun ini akan menjadi titik balik investasi.
“Beberapa tren yang dapat mempengaruhi investasi di industri properti global antara lain peningkatan investasi untuk penggunaan AI,” ungkap Liam dikutip dari laporan Knight Frank Indonesia.
Diperkirakan pada tahun 2025 sekitar 40% dari pengeluaran perusahaan realestat global akan dikeluarkan untuk proyek-proyek yang berhubungan dengan AI. Peningkatan investasi tersebut akan berdampak terhadap sektor realestat, khususnya permintaan terhadap pusat data ( data center ) dan ruang perkantoran yang berkaitan dengan kampanye penghematan energi.
Properti yang terletak di sekitar universitas atau tech hub akan mengalami peningkatan permintaan ruang untuk riset teknologi. Selain dari segi permintaan, AI juga dapat berdampak terhadap sistem pengelolaan gedung yang dapat meningkatkan efisiensi energi dan keamanan.
“Penerapan AI pada sistem pengelolaan gedung tersebut mampu meningkatkan minat tenant (penyewa) dan investor,” jelas Liam. (Rinaldi)