• 18 Apr, 2026

Singapura Gesit Gencarkan Pasokan Apartemen

Singapura Gesit Gencarkan Pasokan Apartemen

Pasar Properti khususnya hunian di Singapura diprediksi akan lebih agresif di tahun 2026. Hal itu karena banyaknya pasokan unit apartemen/flat yang akan masuk ke pasar negara kota tersebut di tahun ini. 

Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Chee Hong Tat mengatakan sebanyak 55.000 unit apartemen Built To Order (BTO) akan diluncurkan pada periode 2025-2027. Di tahun 2025, sebanyak 19.723 unit flat telah diluncurkan, sehingga ada 35.300 unit flat BTO lagi yang akan dibangun hingga akhir 2027. Atau rata-rata sekitar 17.600 unit setiap tahunnya.

Dari unit-unit apartemen yang akan diluncurkan pada tahun 2026 dan 2027, sekitar 4.000 unit per tahun berupa unit dengan masa tunggu kurang dari tiga tahun, yang oleh Housing & Development Board (HDB) Singapura disebut sebagai apartemen dengan masa tunggu lebih singkat. Unit pertama dari rangkaian flat BTO yang akan datang akan diluncurkan di kota-kota seperti Bukit Merah, Sembawang, Tampines, dan Toa Payoh.

Sekitar 3.000 unit akan dijual dalam rangka penjualan unit apartemen yang tersisa secara bersamaan. Adapun untuk unit apartemen dengan waktu tunggu yang lebih singkat, angka 4.000 per tahun setidaknya sepertiga lebih banyak daripada komitmen pemerintah sebelumnya yaitu 2.000 hingga 3.000 unit apartemen per tahun.

“Flat hunian semacam itu menawarkan alternatif yang lebih mendekati flat bekas, dan dapat membantu menstabilkan harga,” jelas Chee mengutip Straitstimes.com.

Secara rinci, batas pendapatan untuk pasangan yang mengajukan permohonan flat BTO dan usia minimum 35 tahun untuk lajang yang membeli flat saat ini sedang ditinjau ulang. Aturan yang berlaku saat ini, batas pendapatan maksimal untuk program BTO adalah $14.000 untuk pasangan dan keluarga.

singapura4-1.jpg
FOTO FOTO ISTIMEWA

“Ini (batasan pendapatan) bisa dinaikkan ketika kondisi yang tepat telah terpenuhi,” tegas Menteri Negara Senior untuk Pembangunan Nasional, Sun Xueling. 

Dia juga menegaskan batasan usia kelayakan bagi para lajang untuk membeli flat BTO dapat diturunkan ketika pasokan flat meningkat.  Sun Xueling  belum bisa memastikan apakah ambang batas tersebut akan disesuaikan pada 2026 atau tidak.

Permintaan hunian flat diperkirakan akan meningkat jika batas pendapatan dinaikkan, atau batas usia untuk lajang diturunkan. Peningkatan pasokan yang direncanakan antara tahun 2025 dan 2027 dimaksudkan untuk menciptakan kondisi yang tepat agar langkah-langkah kebijakan dapat dilakukan.

Di sisi lain, pasokan lahan milik negara untuk pembangunan apartemen flat di paruh pertama tahun 2026 telah disiapkan di 9 titik lokasi dalam daftar yang telah dikonfirmasi dan 12 lokasi dalam daftar cadangan. Lahan di daftar cadangan hanya akan dijual kalau pengembang menawarkan harga minimum yang dianggap sesuai keinginan pemerintah, atau jika minat pasar cukup tinggi.

Harga Rumah Melambat

Sementara itu, Kepala Riset Knight Frank, Leonard Tay menyebutkan ada sekitar 20 peluncuran proyek perumahan pribadi (tidak termasuk kondominium eksekutif) yang akan menawarkan sekitar 8.400 unit rumah di masa mendatang, dan diperkirakan akan memasuki pasar pada 2026. Angka ini menurun dari 25 peluncuran pada tahun 2025, yang mencakup sekitar 11.500 unit.

Dari total unit yang diluncurkan di 2026, sekitar 65% diperkirakan berada di daerah pinggiran kota, termasuk di perumahan seperti Tengah dan Bayshore.

Sepanjang 2025, pengembang meluncurkan sekitar 11.500 unit rumah baru ke pasar atau meningkat lebih dari 42 persen dibandingkan 6.647 unit yang diluncurkan pada 2024. Bahkan di 2023, jumlah peluncuran tercatat hanya sebanyak 6.421 unit. 

Meningkatnya pasokan ini merupakan respons pemerintah Singapura terhadap lonjakan harga rumah pada 2021 dan 2022, masing-masing sebesar 13,3 persen dan 8,6 persen, yang memicu kekhawatiran terhadap keterjangkauan hunian, mengutip dari propertytimes.id.

singapura5.jpg

Kenaikan harga 3,4 persen pada 2025 menjadi yang paling rendah sejak masa pandemi pada 2020. Sebelumnya, harga rumah privat sempat naik 6,8 persen pada 2023 sebelum melambat menjadi 3,9 persen pada 2024. Pada kuartal IV-2025, harga rumah baru hanya meningkat 0,7 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, jauh di bawah kenaikan 2,3 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Harga rumah baru yang dibangun sektor swasta di Singapura menunjukkan perlambatan sepanjang 2025. Berdasarkan estimasi dari Otoritas Pembangunan Kembali Perkotaan Singapura (URA), harga rumah baru naik 3,4 persen pada 2025 atau lebih rendah dibandingkan kenaikan pada tahun sebelumnya yang mencapai 3,9 persen.

Melambatnya kenaikan harga rumah pribadi ini mencerminkan dampak kebijakan Pemerintah Singapura yang gesit menambah pasokan hunian baru, sehingga kompetisi antar pembeli mulai mereda.

Menurut URA, perlambatan harga terutama terjadi pada segmen rumah privat baru, tidak termasuk hunian eksekutif ( executive condominium ) yang bersifat hibrida antara publik dan swasta. Kondisi ini didukung oleh turunnya suku bunga serta besarnya pasokan unit apartemen flat baru. (Teti Purwanti)

 

 

Teti Purwanti