• 25 May, 2026

Dewan Pimpinan Pusat Realestat Indonesia (DPP REI) menyelenggarakan Sosialisasi Kredit Program Perumahan bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta Bank Penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Ballroom Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Rabu (17/9).

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari jajaran pengurus DPP REI dan 35 Dewan Pengurus Daerah (DPD) se-Indonesia. Hadir pula Menteri PKP, Maruarar Sirait; Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Choiroel; Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho; serta direksi bank penyalur KUR perumahan dari Bank BTN, BNI, BRI, dan NobuBank.

laput-2b-7.jpg

Menteri PKP, Maruarar Sirait (Ara) mengajak pengembang perumahan anggota REI menjadi pilar utama dan ujung tombak dalam pemanfaatan Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR perumahan. Sebagai asosiasi perusahaan properti tertua dan terbesar di Indonesia, serta asosiasi pengembang perumahan dengan kontribusi realisasi pembangunan rumah bersubsidi tertinggi, REI dinilai berperan penting terhadap kesuksesan program ini. 

“Saya sangat yakin, dengan dukungan dari pengembang perumahan yang tergabung di REI ini, program KUR perumahan akan efektif mendorong pembangunan rumah bagi masyarakat mengingat tahun ini kuota FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) telah kita tingkatkan menjadi 350.000 unit,” ujar Menteri PKP saat memberikan sambutan. 

Menurutnya, KPP merupakan salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan pembangunan rumah bagi rakyat. Selain KPP dan penambahan kuota FLPP, pemerintah juga telah membuat banyak terobosan seperti pembebasan biaya pengurusan BPHTB dan PBG, serta perpanjangan PPN DTP 100%.

Dia menegaskan program ini menjadi upaya pemerintah melawan praktik rentenir melalui skema pembiayaan dengan bunga lebih rendah. Pemerintah juga telah menetapkan suku bunga KPR rumah subsidi tahun depan tetap 5%.

“Terimakasih kepada Ketua Umum REI, Sekjen REI, Bendum REI dan seluruh pengurus daerah REI se-Indonesia yang telah memberikan dukungan penuh terhadap berbagai upaya pemerintah untuk mendorong pembangunan perumahan nasional,” ujar Menteri PKP.

Siap Menyerap

Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto menyambut baik program Kredit Program Perumahan sebagai semangat bersama untuk meningkatkan perekonomian nasional. Ditegaskan, REI sebagai ujung tombak pembangunan perumahan di Tanah Air mengajak seluruh anggotanya untuk memanfaatkan momentum dan peluang dari program tersebut.

“REI siap menyerap kuota rumah subsidi dan KUR perumahan yang disediakan negara pada tahun ini,” ungkap CEO Buana Kassiti Group itu.

Hingga 17 September 2025, realisasi pembangunan rumah subsidi secara nasional telah mencapai 171.448 unit, dimana kontribusi anggota REI mencapai 71.137 unit atau 41,67%  dari realisasi tersebut. Sedangkan untuk rumah komersial, kontribusi REI mencapai 56% dari realisasi nasional. 

Tahun ini, REI menargetkan kontribusi pembangunan rumah bersubsidi bisa mencapai 50% dari kuota FLPP yang tersedia sebanyak 350.000 unit. Dengan kontribusi tersebut, REI menjadi garda terdepan yang sangat menentukan capaian target kuota FLPP tahun 2025 dan penyerapan KPP sebesar Rp130 triliun.

laput-2c-4.jpg

“Ayo kita bahu-membahu menyerap KUR perumahan ini dengan komitmen tinggi dan rasa tanggungjawab. Kredit dengan bunga hanya 5% ini adalah bentuk kepercayaan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor perumahan terutama pengembang rumah bersubsidi. Kepercayaan itu harus kita jaga bersama-sama,” tegas Ketum REI.  

Joko Suranto juga mengapresiasi pemerintah karena di tahun ini untuk pertama kali dalam sejarah kuota FLPP cukup melimpah, mengingat di tahun-tahun sebelumnya kuota FLPP biasanya sudah habis di kuartal dua atau tiga. Terlebih di tahun ini, ada pula peluang untuk mendapatkan kredit dengan bunga rendah dan stimulan lain seperti pembebasan BPHTB, percepatan PBG, dan Paket Ekonomi 2025.

“Ini berarti teman-teman semua harus tambah semangat lagi, karena peluangnya masih sangat besar. Sayang sekali kalau momentum besar ini tidak kita manfaatkan untuk memacu pasokan rumah,” katanya.

Di acara sosialisasi ini, REI berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp5,5 miliar untuk bantuan renovasi atau bedah rumah warga yang kurang layak huni sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) asosiasi pengembang tersebut. Dana tersebut diperkirakan setara dengan biaya renovasi untuk sekitar 220 unit rumah. 

Sementara itu, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengapresiasi kontribusi REI dalam realisasi penyaluran KPR FLPP yang mencapai 41,67% per 17 September 2025.

“Kami mengapresiasi kinerja anggota REI dalam mendukung pembangunan rumah subsidi. BP Tapera juga membutuhkan dukungan penuh dari REI untuk acara akad massal di akhir September nanti,” katanya.

img-20250917-wa0104.jpg

Dalam sesi diskusi, Sekjen Kementerian PKP bersama Direktur Bank BTN, Direktur Bank BRI dan Direktur Bank Nobu menyampaikan sosialisasi tentang KPP. 

Dijelaskan, KUR perumahan diberikan dengan bunga 5% untuk developer dan 6% untuk konsumen, termasuk untuk renovasi dan kepemilikan rumah. Bagi pengembang, syarat perusahaan minimal beroperasi 6 bulan. (Rinaldi)

 

Muhammad Rinaldi