Transaksi rumah di Provinsi Jawa Barat sepanjang tahun 2025 mengalami tren penurunan. Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Jawa Barat mencatat sepanjang Januari hingga Agustus 2025 baru terjual sebanyak 13 ribu rumah dari total target sebesar 24 ribu unit rumah ( year-on-year ) di tahun ini.
Sebanyak 85% dari total target rumah yang akan dibangun pengembang REI Jawa Barat adalah rumah subsidi. Sedangkan sisanya, sebesar 15% adalah rumah komersial yang dibangun oleh pengembang besar.
“Dari target penjualan rumah pada akhir Agustus 2025 sebesar 57%, hanya dapat direalisasikan sebesar 42%,” tukas Ketua Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Jawa Barat, Norman Nurdjaman, pada Diklat Digital Marketing Properti bertema ‘Konten Viral, Cuan Datang’, di Kota Bandung, Selasa, 16 September 2025.
Norman berharap di tiga bulan terakhir 2025 bisa mendorong penjualan agar mencapai target. Salah satu upaya dari DPD REI Jabar adalah dengan mengadakan pendidikan dan pelatihan digital marketing. "Di era digital, digital marketing memiliki peran penting dalam mempromosikan produk, termasuk penjualan rumah," kata Norman.
Dia menjelaskan, ada beragam manfaat digital marketing dalam penjualan di era teknologi maju. "Boleh jadi digital marketing menempati posisi teratas karena sangat efektif setelah membuat feed (konten) yang mendorong konsumen untuk datang ke proyek ( walk-in ), hingga akhirnya closing (terjual)," beber Norman.
Menurut Norman, digital marketing efektif mendorong penjualan hingga 65% dibandingkan pola marketing konvensional. Namun, teknik marketing konvensional tetap dibutuhkan guna mendorong penjualan.
"Saat konsumen datang ke proyek, kita sudah harus siap dengan produknya. Kecuali perumahan yang sudah launching beberapa klaster, mungkin masih bisa didatangi tanpa unit yang sudah jadi. Namun kalau proyek baru, jangan sampai konsumen datang, produk kita belum siap. Itu sama saja dengan mempromosikan ketidaksiapan," tukasnya.
Tren Sosmed Turun
Turunnya penjualan rumah di Jawa Barat juga sejalan dengan fakta adanya penurunan jumlah pencarian terkait properti yang ada di sosial media. Mengutip data yang dirangkum Sasana Digital, Contohnya, pencarian dengan kata kunci terkait properti pada platform TikTok sebanyak 3.200, dengan penurunan average trend sebesar 5% selama setahun terakhir.
Adapun pencarian properti di platform sosial media Instagram, dari sebanyak 14 juta postingan, average trend turun sebesar 2 persen. Penurunan average trend lebih tinggi terjadi pada pencarian properti pada Google search engine sebesar 15% dari total pencarian sebanyak 21.910.
“Persentase penurunan average trend terbesar terjadi pada platform digital YouTube yakni sebesar 25% dengan total volume pencarian sebesar 80.350,” kata narasumber diklat, Dimas Harvid Irgandi dari konsultan digital marketing Sasana Digital.
Sebanyak 300 peserta dari 450 perusahaan anggota REI Jawa Barat mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. Dijelaskan jika konten digital berdampak cukup besar pada pemasaran seperti di industri properti.
"Konten digital bisa menarik calon konsumen, asal dibuat dengan memperhatikan triknya. Tidak perlu views besar agar viral, karena algoritma sosmed saat ini banyak yang cenderung melihat konten yang interaksinya besar. Meski jumlah followers dan views rendah, jika interaksinya bagus, operator sosmed itu mau menyebarkannya dengan luas," papar Dimas.
Norman Nurdjaman melanjutkan, pihaknya tidak akan berhenti dengan satu kali penyelenggaraan. REI Jabar sudah merencanakan untuk melakukan diklat lanjutan, sehingga anggota REI Jabar memiliki kemampuan yang mumpuni dan keahlian yang sama antar sesama anggota. (Oki Baren)