DPD Realestat Indonesia (REI) Banten melakukan misi studi banding ke Eropa dari 15-25 September 2024. Rombongan mengunjungi tak kurang dari 9 negara di Eropa Barat, salah satunya adalah negara kecil dan sejahtera Luxemburg. Kunjungan DPD REI Banten ini diterima dan disambut hangat oleh Manuel Rizzo, President FIABCI Luxemburg.
Federasi Realestat Dunia atau Federation Internationale des Administrateurs de Biens Conseils Immobiliers (FIABCI) adalah organisasi realestat terbesar di dunia. Berdiri sejak 1951, FIABCI saat ini beranggotakan lebih dari 72 negara. FIABCI juga menjadi satu-satunya organisasi realestat yang terafiliasi dengan organisasi resmi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seperti UN Habitat, ECOSOC dan Bank Dunia.
Di Luxemburg, Ketua DPD REI Banten Roni H. Adali bersama jajaran pengurus dan rombongan berbincang santai tentang berbagai hal terkait bisnis properti di Luxemburg dan Eropa secara umum. Kedua belah pihak saling bertukar informasi dan berbagai pengalaman mengenai industri realestat di negaranya masing-masing.
“Ada hal menarik yang bisa menjadi inspirasi bagi kami pengembang di Indonesia, yaitu ketika Rizzo menyebutkan jika Pemerintah Luxemburg sangat mendukung pengusaha properti dengan kebijakan-kebijakan yang pro pasar dan meringankan pengusaha. Misalnya kemudahan semua perizinan, sehingga investor dari luar negara itu pun bebas berinvestasi dan membeli properti tanpa kendala yang rumit,” kata Roni dalam keterangannya.
Lebih lanjut dikatakan, pasar properti bagi warga negara asing (WNA) sebenarnya cukup potensial di Indonesia termasuk Banten, namun belum digarap optimal selama ini. Padahal, pasar hunian bagi WNA ini sudah lama dinanti-nantikan para pengembang hunian menengah atas di Banten. Terlebih di Tangerang Raya, karena saat ini banyak pengembang besar skala kota mandiri (township) yang sedang gencar membangun hunian kelas premium, baik tapak (landed house) maupun vertikal (apartemen).

“Produk yang dikembangkan pengembang menengah atas di Banten terutama di Tangerang Raya sudah banyak yang menyasar WNA, “ kata Roni.
Terakhir, menurutnya, Rizzo menyampaikan bahwa FIABCI adalah jaringan yang tepat dan terbaik untuk developer yang ingin mengembangkan usahanya dalam skala internasional.
Selain mengamati perkembangan sektor properti di beberapa negara Eropa, Roni juga menyoroti situasi sektor pariwisatanya, Menurut Roni, sarana dan prasarana penunjang pariwisata di Benua Biru itu sudah sangat baik dan rapi, terutama fasilitas umumnya.
“Hal itu yang membuat wisatawan senang datang berkunjung karena merasa sangat nyaman. Wisatawan pun menjadi betah untuk stay lebih lama di sana. Kami pikir Indonesia mulai sekarang juga harus fokus membenahi fasilitas umum di destinasi-destinasi wisata,” sebutnya.
Pilar REI Banten

Menurut Roni, misi studi banding ke Eropa didorong oleh semangat 5 pilar REI Banten. Pertama, menjalankan relationship dan menguatkan kolaborasi dengan stakeholder terkait termasuk perbankan. Kedua, meningkatkan kualitas sumber daya manusia di REI Banten terutama pengembang rumah bersubsidi. Ketiga, komitmen pada kaderisasi anggota, karena ke depan dibutuhkan pemimpin yang hebat dan berintegritas.
Lalu keempat, mendorong digitalisasi dengan memanfaatkan teknologi digital dalam pelayanan di sekretariat REI Banten. Kelima adalah merangkul media massa untuk mempublikasi setiap kegiatan yang dilaksanakan REI Banten sebagai bentuk penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Kegiatan studi banding ke Eropa ini terkait dengan pilar pertama dan kedua dari 5 Pilar REI Banten. Kami ingin meningkatkan wawasan dan kualitas pengembang anggota REI Banten termasuk dengan melihat langsung kemajuan industri properti di luar negeri, khususnya Eropa,” pungkasnya. (Rinaldi)