Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI tahun 2025 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Kamis 4 Desember 2025. Agenda rutin tahunan organisasi ini dibuka Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
Dalam sambutannya, menteri yang akrab disapa Ara tersebut menyampaikan apresiasi atas sumbangsih REI terhadap pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Bahkan dia meminta asosiasi REI untuk memberikan kritik dan masukan terhadap program-program kementerian yang belum optimal dan perlu diperbaiki.
“Kritik saja saya, apa yang kurang dari saya dan kementerian di bidang pembiayaan misalnya, atau di pertanahan, di KUR atau yang lain,” tegas Menteri Ara di hadapan 1.000 orang peserta rakernas.
Menteri PKP berharap Rakernas REI 2025 dapat menghasilkan keputusan dan kebijakan yang strategis untuk pengembang dan perumahan di Indonesia. Apalagi, REI merupakan salah satu mitra kerja Kementerian PKP dan menjadi salah satu asosiasi perumahan terbesar di Indonesia yang berperan penting dalam pembangunan perumahan di Indonesia.
“Saya mendoakan dan berharap REI menjadi organisasi yang terus berkembang dan semakin besar, serta terus mendukung Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ara menyampaikan 11 hal yang telah dilaksanakan Kementerian PKP bersama ekosistem perumahan serta mitra kerja termasuk kementerian/lembaga dalam Kabinet Merah Putih di sektor perumahan. Antara lain BPHTB Gratis bagi MBR, PBG Gratis bagi MBR, Insentif PPN DTP Hingga 2027, dan Pelonggaran GWM BI dan FLPP.
Selain itu ada pula BSPS Swasta, Kredit Program Perumahan, FLPP Swasta. KPR FLPP, Akad Massal Terbesar 26 ribu KPR FLPP dan target bulan Desember sebanyak 50 ribu unit lagi, Pembiayaan Mikro Perumahan Melawan Rentenir Bersama PNM dan SMF, serta Efisiensi Program BSPS Mencapai 6 Persen melalui Pemilihan Toko Terbuka.
Menurutnya, sebanyak 11 hal yang telah dilaksanakan ini bukan hanya kerja dari Kementerian PKP. Tetapi ada kewenangan dari pihak lainnya seperti Bank Indonesia, Kemendagri, Kemenkeu, serta dukungan CSR dari swasta.
Apresiasi Menteri Ara
Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Menteri Maruarar Sirait yang dinilai mampu mengkonsolidasikan ekosistem properti khususnya perumahan, terutama selalu membuka ruang untuk berdiskusi secara terbuka dengan seluruh stakeholder perumahan.
“Terimakasih bapak Menteri PKP yang sudah 4 kali hadir ke acara REI. Beliau membuktikan kata-katanya bahwa yang dibutuhkan sektor perumahan saat ini adalah super team ,” ungkapnya.
Dia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan sektor properti termasuk perumahan sebagai instrumen bagi upaya pengentasan kemiskinan nasional. Hal itu ideal, karena properti adalah industri yang sudah terbukti mampu menyumbang lapangan kerja sebanyak 14 juta hingga 17 juta, berkontribusi dalam pengentasan stunting dan memiliki dampak berantai terhadap 185 industri terkait.
Selain itu, sektor properti selama lima tahun terakhir masuk dalam empat besar investasi penyumbang PDB terbesar.
“Itu bukti yang tidak bisa dibantah jika industri properti adalah salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional, atau kami di REI menyebutnya sebagai Propertinomic,” tegasnya.
Anggota REI telah teruji menjadi garda terdepan bagi pencapaian target Kementerian PKP. Saat ini, ungkap Joko Suranto, anggota REI yang telah mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai 401 perusahaan (per 4 Desember 2025), tetapi dari total nilai penyerapan yang sudah berproses di bank penyalur berdasarkan data Kemenko Perekonomian, sekitar 53% adalah anggota REI.
Sementara serapan kuota FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) per November 2025 kontribusi anggota REI sudah 42%, tetapi di Sikumbang total masih ada 21.000 unit yang sedang berproses, dimana 15.000 unit diantaranya merupakan unit rumah milik anggota REI.
“Artinya, hingga akhir tahun ini serapan FLPP anggota REI akan mencapai 46% secara nasional. Kami juga berkontribusi pada realisasi rumah komersial secara nasional sebesar 58%,” paparnya.
Tetapi, dengan kontribusi sebesar itu, akibat tumpang tindih perizinan di 9 kementerian/lembaga, ratusan perumahan milik anggota REI masih terhambat perizinan.
Menurut Joko Suranto, saat ini ada sekitar 314 perumahan anggota REI mandeg . Asosiasi terbesar dan tertua di Indonesia tersebut berharap dukungan dari pemerintah terutama Menteri PKP untuk menyelesaikan hambatan di 314 proyek milik anggota REI.
Energi Kebersamaan
Ketua Panitia Penyelenggara Rakernas REI tahun 2025, Fajar Rahmat Zulkarnaen menjelaskan kegiatan ini diikuti hampir 1.000 peserta dan undangan dari seluruh Indonesia. Soliditas ini menunjukkan energi dan kebersamaan di REI untuk melakukan konsolidasi organisasi, sekaligus mencari jalan keluar untuk menuntaskan berbagai kendala yang dihadapi anggotanya.
Rakernas REI 2025 mengangkat tema Propertinomic 2.0: Mengatasi Hambatan dan Percepatan Program 3 Juta Rumah.
Fajar menyebutkan, tema ini berangkat dari satu kesadaran bahwa industri properti bukan hanya motor ekonomi, tetapi juga fondasi kualitas hidup masyarakat.
“REI ingin memastikan bahwa pembangunan rumah bukan hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial bagi rakyat Indonesia,” sebutnya.
Sebelum rakernas, kata Fajar, beragam rangkaian acara digelar selama dua hari dari 3-4 Desember 2025, diantaranya turnamen golf yang diikuti 100 golfer di Damai Indah Golf PIK, penanaman pohon mahoni bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) di Ecopark Ancol, fun walk, welcome dinner , serta penyerahan anugerah FIABCI Indonesia-REI Excellence Award 2025. (Rinaldi)