• 17 Apr, 2026

Program Sejuta Pohon, REI Langkah Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Program Sejuta Pohon, REI Langkah Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Sebagai salah satu upaya mengantisipasi bencana banjir, Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) kembali menyelenggarakan Program Sejuta Pohon. 

Program penanaman pohon perdana di awal tahun 2026 diselenggarakan di Perumahan Buana Tamansari Raya, Karawang, pada Jumat, 23 Januari 2026.

Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto mengatakan pohon yang ditanam di lingkungan perumahan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi mengatasi problem banjir. 

“Akar tanaman bisa menahan dan menyimpan air di dalam tanah. Sedangkan daunnya dapat berfungsi menyerap berbagai zat beracun di lingkungan sehingga menghadirkan udara yang bersih, ujarnya.

Pelaksanaan suatu proyek perumahan, ungkapnya, harus mematuhi berbagai aspek. Termasuk masalah drainase agar terhindar dari persoalan banjir. Hal ini sejalan dengan arahan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan problem banjir di berbagai daerah di Tanah Air.

sejuta-pohon2.jpg

 “Untuk mendesain proyek perumahan harus mempertimbangkan berbagai hal supaya tidak timbul masalah di kemudian hari. Salah satunya persoalan banjir yang kini terjadi di berbagai wilayah,” ucapnya.

Joko menyatakan apresiasinya atas hasil nyata dalam penyediaan pohon di lokasi perumahan. “Saya bangga bahwa yg kita kerjakan pada akhirnya dilihat nyata. Apalagi sekarang banjir di berbagai daerah,” urai Joko.

Dalam pelaksanaan Program Sejuta Pohon di Perumahan Buana Tamansari Raya, Karawang, ditanam sebanyak 5.000 bibit pohon mahoni, jambu, mangga, dan tabebuya. “Selain menanam di lokasi ini, kita juga membagikan bibit tanaman kepada warga untuk ditanam di rumah masing-masing,” tuturnya.

Antisipasi Banjir

Nurjaman, Ketua RT 61 Perumahan Buana Tamansari Raya, tak mampu menyembunyikan rasa bangga menjadi bagian dari komunitas penghuni di perumahan tersebut. 

“Di tengah kondisi banjir di beberapa wilayah di Karawang, tapi kawasan perumahan ini tetap aman karena pembangunannya memperhatikan berbagai aspek. Salah satunya adalah bagaimana upaya antisipasi banjir,” sebutnya.

Senior Manajer Buana Tamansari Raya, Rohmat Sapaneja, menyampaikan tips terutama dalam upaya antisipasi banjir. 

Dalam pengembangan kawasan hunian komersial seluas 29 hektar ini, pengembang yang tergabung dibawah bendera Buana Kassiti Group itu menyediakan sedikitnya 40 persen prasarana, sarana dan utilitas. Termasuk penyediaan ruang terbuka hijau yang dilengkapi dengan pohon-pohon berukuran besar sebagai area resapan air.

“Lokasi penanaman pohon ini peruntukannya adalah ruang terbuka hijau. Pohon menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan hunian Buana Tamansari Raya,” kata Rohmat.

Pengembang juga menyediakan drainase dan danau penampungan air buangan dari rumah-rumah warga. 

“Kami membangun danau buatan seluas 4.000 meter persegi di dalam kawasan perumahan. Selain sebagai tempat pembuangan air dari rumah warga, danau tersebut juga menjadi penampungan air hujan, sehingga kawasan perumahan ini diharapkan bisa menjadi solusi antisipasi banjir,” ucapnya.

Buana Tamansari Raya adalah perumahan eksklusif yang dibangun di lokasi strategis di kawasan berkembang dekat pusat Kota Karawang. Hunian ini dilengkapi dengan fasilitas internal yang lengkap dan modern. 

Buana Tamansari Raya dipasarkan dalam dua tahap pengembangan. Tahap 1 seluas 13 hektar, dan tahap ke-2 seluas 16 hektar dengan harga jual mulai dari Rp400 jutaan untuk tipe 38/72, hingga rumah tipe 120/150 yang ditawarkan seharga Rp1, 3 miliar per unit. Tahap 1 sudah sold out terjual. (Oki Baren)

 

Oki Baren