• 22 Jul, 2026

Persaingan Ketat Pasar Produk Komersial di Serpong

Persaingan Ketat Pasar Produk Komersial di Serpong

Pertumbuhan ekonomi mendorong secara signifikan perkembangan usaha dan bisnis di kawasan Serpong dan sekitarnya.  Pertumbuhan itu didukung pula dengan populasi yang terus meningkat terutama dari kalangan Gen-Z, serta perkembangan infrastruktur tol yang cukup pesat.

Aktivitas bisnis memacu tren investasi properti komersial di kawasan Serpong terutama di BSD City dan Gading Serpong. Pelaku bisnis berlomba-lomba melirik potensi usaha di Serpong dan mengincar produk properti komersial yang diluncurkan pengembang. Tak heran kalau “perang” produk komersial terus berlangsung di kawasan tersebut.

Pengamat Perkotaan, Nirwono Joga mengatakan geliat pengembangan kota-kota mandiri (township) yang terintegrasi di kawasan Serpong menjadi salah satu instrumen yang mendorong kemajuan kawasan Serpong, tidak hanya sebagai lokasi hunian tetapi juga lokasi usaha. Hal itu karena semakin tingginya animo masyarakat terhadap hunian yang praktis, dimana berbagai kebutuhan harus ada dekat di sekitar lingkungan tempat tinggal.

“Kawasan Serpong ini terintegrasi, tidak saja karena dikembangkan oleh beberapa pengembang besar ternama, tetapi secara akses mudah dijangkau dan dekat dengan berbagai fasilitas seperti transportasi umum, pusat perbelanjaan, ruang kuliner, rumah sakit, fasilitas pendidikan dan bahkan perkantoran,” ungkap Nirwono Joga dalam sebuah diskusi.

serpong2.jpg
FOTO FOTO ISTIMEWA

Menurutnya, kawasan perkotaan yang terintegrasi seperti di Paramount Gading Serpong dan BSD City cenderung memiliki nilai investasi lebih tinggi. Ketersediaan fasilitas dan aksesibilitas yang baik meningkatkan daya tarik bagi calon konsumen, yang pada gilirannya akan bisa meningkatkan nilai properti.

Presiden Direktur ERA Indonesia, Darmadi Darmawangsa menyebutkan sekitar  65 persen penjualan ERA Indonesia berlokasi di koridor barat Jakarta, khususnya Tangerang Raya. Pengembangan skala kota yang dilakukan beberapa pengembang besar seperti BSD City, Paramount Land, Summarecon Serpong, Alam Sutera, dan Lippo Karawaci menjadikan kawasan itu diminati masyarakat, baik untuk tempat tinggal, berbisnis, ataupun hangout.

“Alasan tersebut pula yang memacu minat orang untuk berburu properti komersial di kawasan Tangerang Raya terutama Serpong. Permintaan tinggi dan potensi harganya akan terus meningkat,” ungkapnya.

Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi menyebutkan tren baru produk ritel atau komersial saat ini berfokus pada komunitas dan mixed use. Integrasi antara ruang hunian, hiburan dan rekreasi semakin kental karena ekspektasi orang-orang kota menginginkan pengalaman berbelanja di pusat komersial yang didesain rileks melalui konsep hijau, spot-spot nyaman untuk berdiskusi dan cocok untuk sekedar slow healing, dibandingkan pusat perbelanjaan yang dirancang bertingkat-tingkat.

“Gading Serpong kini bertumbuh menjadi kota favorit masyarakat untuk tinggal, berbisnisdan berinvestasi,” paparnya.

Pasar Ketat

Paramount Land saat ini sedang melakukan penjualan terbatas untuk produk-produk komersial unggulan di Gading Serpong yang tahap sebelumnya laris terjual habis (sold out), yaitu Pasadena Square North Studio Loft Tahap 2 yang tersedia hanya 27 unit seharga mulai Rp7,5 miliaran. Sementara Grand Boulevard Aniva Studio Loft (Blok E & G) tersedia 18 unit dengan harga mulai Rp 6,3 miliaran. 

serpong2a-1.jpg

Pasadena Square North Studio Loft berlokasi strategis di Pasadena Central District, kawasan mega district seluas 40 hektar berkonsep ‘10 Minutes City Living’ yang menggabungkan area komersial dan hunian premium dalam satu kawasan terpadu.Bangunannya terdiri dari 3 lantai, dilengkapi opsi mezzanine dan lift, dengan area parkir gateless luas dan terbuka.

Pasadena Central District tepat menghadap Jalan Boulevard Raya Gading Serpong dan terhubung dengan jalan baru Gading Serpong-BSD menuju pintu tol Serpong-Balaraja. Nantinya kawasan ini juga akan dilalui jalur transportasi LRT, menjadikannya semakin strategis dan mudah dijangkau.

Sementara itu, Sinar Mas Land baru saja meluncurkan Alunara Society Hub, kawasan komersial terbaru yang dirancang sebagai pusat aktivitas bisnis modern di BSD City bagian timur.

Alunara Society Hub berada tepat di sisi depan Jalan Letnan Sutopo ROW 40 dengan total pengembangan seluas 1,5 hektar. Klaster komersial tersebut memiliki dua dan tiga lantai dengan beberapa pilihan tipe luas tanah, di antaranya 4,5 meter x 8 meter, 4,5 meter x 10 meter, serta 5 meter x 12 meter. 

Pusat niaga ini sangat cocok untuk berbagai jenis usaha seperti office, restaurant, beauty clinic, boutique, salon, bakery, kafe, F&B, dan bisnis potensial lainnya.

“Produk komersial ini menawarkan potensi investasi sangat menjanjikan karena didukung oleh pasar yang telah terbentuk (ready-made market),” jelas Surianto Chandra, Vice President Commercial BSD Sinar Mas Land.

Alunara Society Hub hadir dengan desain arsitektur modern yang merepresentasikan keseimbangan antara estetika dan fungsionalitas. Setiap unit dibangun dengan high ceiling, menciptakan kesan ruang yang lebih luas, sekaligus menghadirkan nuansa elegan, tata ruang yang praktis dan efisien.

Sebelumnya, Sinar Mas Land juga menghadirkan Powell Studio Loft di D-HUB SEZ (Special Economic Zone), BSD City yakni satu-satunya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di kawasan Jabodetabek yang berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, teknologi, dan ekonomi kreatif. 

 Mengusung desain kontemporer karya Urban+, Powell Studio Loft hadir sebagai ruang usaha modern yang mengutamakan estetika sekaligus fungsionalitas. Setiap unit dirancang dengan langit-langit tinggi yang jarang ditemui di lot komersial, serta balkon pribadi yang dapat digunakan untuk bekerja maupun bersantai. 

“Kehadiran Powell Studio Loft merupakan upaya kami untuk menghadirkan ruang usaha modern yang mampu mendorong produktivitas dan memperluas peluang bisnis,” kata Anna Budiman, CEO Commercial BSD Sinar Mas Land. (Rinaldi)

 

Muhammad Rinaldi