• 24 Jul, 2026

Pergudangan modern di Jakarta dan sekitarnya memperlihatkan ketahanan pasar yang kuat. Itu dibuktikan dengan tingkat okupansi yang tumbuh signifikan pada kuartal II-2025. Kinerja positif ini didukung permintaan domestik dan investasi langsung asing terutama asal Tiongkok.

Senior Director Capital Markets JLL Indonesia, Herully Suherman mengungkapkan Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik bagi investor lokal dan internasional di sektor properti, terutama industri, pergudangan, pusat data, dan perumahan.

“Kami juga mencatat adanya peningkatan minat terhadap infrastruktur, logistik, energi terbarukan, dan kerjasama pengembangan lahan,” ujarnya dalam paparan kepada media di Jakarta, baru-baru ini.

pergudangan11-1.jpg
FOTO FOTO ISTIMEWA

Ke depan, Herully memproyeksikan investasi properti Indonesia akan tetap positif, didukung oleh kebijakan pemerintah yang mendukung masuknya investasi asing dan keunggulan demografis yang menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik di kawasan Asia Tenggara.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi di kuartal II tahun 2025 mencapai Rp447,7 triliun. Subsektor penyumbang investasi terbesar yaitu logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya dengan realisasi investasi Rp67,1 triliun atau 14,1%. Diikuti subsektor pertambangan dan jasa lain masing-masing meraih investasi Rp53,6 triliun atau 11,2% dan Rp44,8 triliun atau 9,4%.

Subsektor selanjutnya adalah transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp44,2 triliun atau 9,3%. Dan terakhir subsektor perdagangan dan reparasi dengan investasi Rp40 triliun atau 8,4%.

Country Head and Head of Logistics & Industrial JLL Indonesia, Farazia Basarah mengatakan subsektor pergudangan modern di Jabodetabek memang menjadi subsektor properti yang paling prospektif.  Hingga kuartal II-2025, pergudangan modern menunjukkan ketahanan yang kuat. Tingkat hunian (okupansi) meningkat tipis dari 90% menjadi 94% yang didorong oleh penyerapan yang sehat.

“Di kuartal III akan ada pasokan gudang baru dari proyek-proyek yang akan selesai di kuartal tersebut,” jelas Farazia.

farazia-basarah.jpg

Sebanyak enam proyek di sejumlah wilayah diperkirakan akan memasuki pasar di paruh kedua tahun 2025, dengan setengahnya dijadwalkan selesai pada awal kuartal III, dan sisanya menyusul pada kuartal IV.

Minat yang kuat disebutkan datang dari produsen kendaraan Listrik (EV), otomotif, dan suku cadang terutama di timur Jakarta, serta dari sektor manufaktur. 

Yang menarik, ungkap Farazia, fleksibilitas dan kemampuan penggunaan hibrida (gudang dan pabrik) berhasil menjadikan model gudang ini sebagai primadona yang diminati pasar hingga kuartal II-2025. Model gudang hibrida yang disukai penyewa memacu pengembang untuk memerhatikan spesifikasi teknis bangunan gudang yang akan diluncurkan.

Selain kawasan Jabodetabek, riset JLL mengatakan investor kini mulai memerhatikan peluang di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk pengembangan industri dan pergudangan. 

Harga Sewa Stabil

Direktur Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo mengatakan per Juni 2025  tingkat hunian rata-rata gudang sewa di Jakarta dan sekitarnya mencapai 81,64% atau turun 0,90% dari kuartal sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan penambahan pasokan baru. Meski begitu, harga sewa gudang tetap stabil.

“Pola permintaan tetap konsisten dengan kuartal sebelumnya, dengan sektor otomotif dan logistik mendominasi permintaan unit gudang didorong oleh e-commerce dan ritel yang terus memimpin penyerapan pasar,” paparnya.

5-1.jpg

Sektor otomotif menyumbang 24,1% dari total permintaan, melanjutkan kinerja yang kuat dari kuartal-kuartal sebelumnya. 

Di kuartal II-2025, harga rata-rata tarif sewa gudang relatif stabil di angka Rp79.768 per meter persegi per bulan. Tarif sewa gudang diproyeksi relatif tetap stabil sepanjang tahun ini.

pergudangan2.jpg

Cushman & Wakefield Indonesia menyebutkan ada 166.559 meter persegi ruang gudang baru dari wilayah Jakarta dan Bogor yang masuk pasar, sehingga total pasokan menjadi sekitar 3,15 juta meter persegi per akhir Juni 2025. Jumlah akumulatif itu melampaui angka 3 juta meter persegi. (Rinaldi)

 

 

Muhammad Rinaldi