• 21 Apr, 2026

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Komisi VII DPR RI sepakat untuk melanjutkan kembali pembahasan terkait penyusunan Rancangan Undang-undang (RUU) Kepariwisataan. Kesepakatan ini dicapai dalam rapat kerja antara Kemenpar dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (3/2) lalu.

Di dalam pembahasan ini, Menpar Widiyanti Putri Wardhana menekankan pentingnya RUU tersebut mengedepankan aspek-aspek penting dalam pengembangan pariwisata. Aspek-aspek tersebut adalah industri pariwisata, destinasi wisata, pemasaran, serta kelembagaan kepariwisataan dalam sebuah ekosistem. 

“Pemerintah berpendirian untuk mengakomodir mayoritas aspek ekosistem pariwisata itu dengan memasukkan poin-poin pentingnya dalam RUU Kepariwisataan,” ungkap Widiyanti.

Menpar Widiyanti menuturkan, sebaiknya RUU Kepariwisataan ini merevisi UU Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Menurutnya, ada tiga poin utama yang perlu diperbaiki dalam undang-undang ini.

Pertama adalah penguatan materi muatan dalam empat pilar pembangunan kepariwisataan dengan memasukkan aspek-aspek penting dalam ekosistem kepariwisataan. Kedua, mendudukkan SDM (sumber daya manusia) pariwisata sebagai fondasi dari empat pilar pembangunan kepariwisataan. Ketiga, RUU ini juga perlu aspek yang mengakomodasi pengaturan terkait perencanaan, pengawasan, dan pengendalian dalam konteks pembangunan kepariwisataan. 

“Dengan usulan perubahan ini, kami harapkan RUU Kepariwisataan dapat lebih memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata Indonesia,” kata Menpar Widiyanti.

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay yang berperan sebagai pimpinan rapat mendorong agar Kemenpar berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mematangkan rancangan ini. 

“Mudah-mudahan pembahasan undang-undang ini pun dapat berjalan dengan baik,” harapnya.

Gerakan Wisata Bersih

Sebelumnya, bertempat di Pantai Parangtritis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Menpar secara resmi meluncurkan Gerakan Wisata Bersih (GWB). Gerakan ini menyoroti pentingnya sanitasi dan tersedianya toilet yang bersih sebagai salah satu amenitas utama yang mencerminkan kualitas destinasi wisata.

“Saya sangat senang dan bersyukur pada pagi hari ini. Sebagai satu gerakan kolektif, Gerakan Wisata Bersih merupakan upaya kita bersama dalam meningkatkan daya saing destinasi pariwisata Indonesia yang lebih aman dan sehat bagi wisatawan," ujar Menpar Widiyanti dalam peluncuran Gerakan Wisata Bersih, baru-baru ini.

pariwisata1-1.jpg
FOTO FOTO ISTIMEWA

Menpar mengatakan, tahun ini merupakan momentum penting untuk membangun fondasi pariwisata berkualitas. Pendekatan ini mengedepankan prinsip berkelanjutan dan nilai tambah sebagai bagian dari upaya pengembangan sektor pariwisata. Pariwisata, ungkapnya, tidak hanya menjadi sektor strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga menjadi sarana utama dalam memperkenalkan identitas Indonesia di kancah global.

“Untuk mewujudkan dan mempertahankan quality tourism , kolaborasi lintas unsur pentahelix pariwisata menjadi sangat penting. Kita perlu secara aktif memperbaiki, memulihkan dan memperkuat ekosistem alam, sosial dan budaya di berbagai destinasi serta objek wisata di tanah air," ujar Menpar Widiyanti.

Selain toilet bersih, Gerakan Wisata Bersih mendorong penyediaan fasilitas pendukung seperti tempat sampah yang memadai dan ramah lingkungan, serta sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Kemenpar juga membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Gerakan Wisata Bersih untuk melakukan peninjauan terhadap keberadaan toilet yang bersih di destinasi wisata.

Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan daya saing pariwisata Indonesia sesuai dengan aspek health and hygiene dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI).

“Saya percaya Gerakan Wisata Bersih ini merupakan sebuah langkah yang menjawab tantangan besar dalam menjaga kebersihan kelestarian dan keberlanjutan destinasi wisata kita,” kata Menpar pada acara yang juga dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Program ini secara bertahap akan dilaksanakan di lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang, serta di tiga greater destination yaitu Bali, Jakarta, dan Yogyakarta-Solo-Semarang (Joglosemar).

“Semoga aksi gerakan wisata bersih hari ini dapat menjadi inspirasi bagi destinasi wisata lainnya di Indonesia dengan bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian alam kita membangun fondasi pariwisata yang berkelanjutan dan kompetitif di tingkat global,” pungkas Menpar. (Rinaldi)

 

 

Muhammad Rinaldi