Pasar Sambut Gembira Perpanjangan PPN DTP 100%
Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat mengatakan insentif PPN DTP 100% membantu memberikan magnitude terhadap penjualan hunian termasuk apartemen/kondominium. Diakuinya, sejak diberlakukan pada 2021, insentif pajak ini telah memberikan cukup stimulus terhadap penjualan hunian, terutama rumah tapak dan tidak terkecuali hunian vertikal.
“Meskipun dampaknya masih terbatas, insentif ini berhasil memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan sektor properti terutama di segmen residensial,” jelasnya.
Kinerja pasar kondominium di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir mengalami perlambatan. Meski demikian, tingkat penjualan kondominium pada semester I-2024 naik 0,6% dibanding semester lalu. Menurut Sari, demikian dia akrab disapa, hanya beberapa proyek kondominium yang memberlakukan PPN DTP.
“Peningkatan penjualan hanya 3-4% dari semester sebelumnya. Meski tidak terlalu signifikan, tetapi cukup memberikan harapan pada pergerakan transaksi kondominium pada awal 2024,” ungkapnya.
Country Head Knight Frank Indonesia, Willson Kalip menambahkan, setelah masa perpanjangan insentif PPN 100%, selanjutnya diharapkan perluasan segmen juga menjadi pertimbangan dalam insentif berikutnya untuk menggerakan transaksi menjadi lebih agresif.
“Inovasi, baik dalam produk dan kebijakan sangat diperlukan untuk menjadi tuas pengungkit dalam memecah performa sektor apartemen/kondominium yang relatif semu dalam beberapa tahun terakhir,” sebutnya.
Direktur PT Ciputra Development Tbk. Harun Hajadi menyambut baik perpanjangan PPN DTP 100% karena perseroan sempat mencatat adanya penurunan penjualan rumah meski besarannya tidak signifikan. Insentif PPN DTP 100% ini diharapkan dapat mengantisipasi adanya penurunan dan perlambatan.
“Saya senang sekali dan menyambut baik. Penurunan ada tetapi tidak signifikan, karena insentif PPN DTP 100% baru selesai Juni lalu, sehingga imbasnya terhadap kinerja belum begitu terasa,” paparnya.
Menurut Harun, pemerintah berusaha membuat properti menjadi salah satu lokomotif pertumbuhan, sehingga kebijakan perpanjangan PPN DTP 100% cukup tepat. Seperti diketahui, banyak sekali sektor industri lain yang turut mengalami pelemahan jika sektor properti melambat.
“Suku bunga acuan Bank Indonesia yang ditahan di level 6,25% juga membuat pembiayaan KPR masih diminati. Dengan beberapa kebijakan ini, diharapkan mampu memacu penjualan rumah tapak dan vertikal,” ujarnya.
Presiden Direktur PT Pakuwon Jati Tbk., Stefanus Ridwan menyatakan optimisme perusahaan untuk mencapai target marketing sales sebesar Rp1,5 triliun pada akhir tahun 2024.
“Perpanjangan PPN DPT ini positif, sehingga kami yakin akan mendorong pertumbuhan penjualan dan mencapai target tahunan kami,” ujar Stefanus.
Merujuk laporan keuangan Pakuwon Jati, pendapatan pra-penjualan perseroan sebesar Rp771 miliar pada semester I-2024, atau meningkat 28% dibandingkan tahun lalu. Rinciannya, 56% dari marketing sales berasal dari penjualan landed house, sementara 46% berasal dari high-rise building.
Kinerja Emiten
PT Alam Sutera Realty Tbk. menyambut baik perpanjangan insentif PPN DTP. Direktur Alam Sutera, Lilia S.Sukotjo mengungkapkan kebijakan insentif PPN DTP sangat membantu kinerja penjualan perseroan terutama bagi produk-produk yang memang sudah siap untuk diserap oleh pasar. Kebijakan itu juga menguntungkan para calon pembeli.
“Diharapkan pasar properti bisa menjadi lebih bergairah lagi,” sebutnya.
Terkait potensi penjualan, Alam Sutera mengaku masih melakukan penghitungan, karena menunggu peraturan terbaru dari Kementerian Keuangan.
Di semester I-2024, Alam Sutera mencatatkan pendapatan pra-penjualan alias marketing sales sebesar Rp 1,2 triliun. Marketing sales ini mencapai 42,86% dari target setahun penuh 2024 yang sebesar Rp 2,8 triliun.
Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk. Hermawan Wijaya mengatakan pihaknya juga masih menunggu lebih lengkap terkait kejelasan kebijakan tersebut. Akan tetapi, pada dasarnya diskon PPN akan menggairahkan pembelian rumah dan apartemen sampai akhir 2024. Apalagi, perseroan masih memiliki total stok properti yang masuk kategori PPN DTP mencapai Rp2 triliun.
“Ini berita positif bagi perusahaan properti yang menjual produk-produk berkategori PPN DTP,” ujarnya.
Tim Analis Stockbit Sekuritas menilai perpanjangan insentif penuh PPN DTP pembelian rumah akan berdampak positif bagi pengembang properti, seperti BSDE, CTRA, SMRA, PWON, dan PANI. Insentif pajak itu diperkirakan dapat meningkatkan pertumbuhan marketing sales pada kuartal IV-2024 dan mengurangi persediaan yang ada.
“Insentif ini akan sangat bermanfaat bagi pengembang yang memiliki persediaan siap jual dan produk yang menyasar kelas menengah dengan harga di bawah Rp2 miliar per unit,” ungkap analisis Stockbit Sekuritas dikutip dari Bisnis.com. (Teti Purwanti)