• 21 Apr, 2026

Minat masyarakat untuk memiliki hunian di Bekasi (Kota dan Kabupaten) tetap tinggi, meski sebagian lokasi di kawasan tersebut kerap dilanda banjir. Permintaan besar dan lahan yang semakin langka mendorong pasar hunian di daerah ini berkembang pesat termasuk ke segmen mewah.

Associate Director Research & Consultancy Department Leads Property, Martin Samuel Hutapea menyebutkan dengan jumlah penduduk sekitar 5,8 juta jiwa menjadikan wilayah Bekasi memiliki karakteristik berbeda dibanding area saingannya yaitu Bogor-Depok-Tangerang. 

“Secara historis, Bekasi diincar oleh pekerja di kawasan industri di daerah Bekasi, Karawang dan sekitarnya. Oleh karena itu, perumahan di Bekasi lebih menyasar segmen massal, meski sekarang banyak juga yang bekerja di Jakarta karena dukungan transportasi publik,” ungkapnya, baru-baru ini.

martin-s-hutapea-1.jpg

Menurutnya, saat ini Bekasi memiliki keunggulan dari sisi transportasi dengan tersedianya KRL, LRT dan Whoosh. Meski keberadaan Whoosh tidak serta merta digunakan setiap hari untuk pergi bekerja atau beraktivitas, melainkan untuk traveling ke Bandung baik untuk rekreasi maupun perjalanan bisnis. Tetapi Whoosh melengkapi fasilitas transportasi massal modern di Bekasi.

Diungkapkan, harga pasar secara rata- rata perumahan tapak di Bekasi secara keseluruhan mencapai Rp1,6 miliar per unit atau meningkat sebesar 7,8% per tahun sejak 5 tahun lalu. Di 2020, rata- rata harga perumahan di kawasan ini masih di kisaran Rp1,1 miliar per unit. Kenaikan harga hunian di Bekasi tersebut, ujar Martin, termasuk tinggi. Sedangkan kisaran harga hunian yang dipasarkan saat ini antara Rp300 juta hingga Rp2 miliar.

Ketua Kehormatan DPP Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengatakan wilayah Bekasi menjadi menarik bagi pengembang karena di situ terdapat banyak kawasan industri, selain infrastruktur jalan tol dan transportasi publiknya yang memadai.

“Di dalam teori perkembangan kota ada namanya prime mover yakni aktivitas ekonomi utama yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi di sekitarnya,” ungkapnya.

Menurut Eman, demikian dia akrab disapa, kawasan Bekasi memiliki magnet ekonomi yang kuat sehingga membuat orang datang dan memilih menetap di sana. Banyak pekerja industri mencari hunian di Bekasi karena dekat dengan tempat kerja, dari mulai buruh pabrik hingga jabatan manajerial.

“Itu pula yang membuat pasar hunian tetap menjanjikan di Bekasi, dan otomatis atas dasar peluang pasar banyak pengembang akan tetap melirik daerah tersebut,” paparnya.

Pengembang bahkan tidak sekadar menyasar konsumen yang bekerja di sekitar Bekasi, tetapi juga membidik pekerja di Jakarta karena sudah tersedia fasilitas transportasi umum yang cukup siap.

bekasi1.jpg
FOTO FOTO ISTIMEWA

"Di Bekasi kan ada KRL, LRT, dan akses tol juga lengkap,” jelasnya kepada wartawan.

Bahkan, ungkap Martin, terdapat fenomena unik akhir- akhir ini saat banyak pengembang meluncurkan hunian-hunian mewah (premium) di Bekasi yang menyasar kalangan atas dengan kisaran harga jual antara Rp5 miliar-Rp10 miliar.

“Pembelinya adalah mereka yang berasal dari pemilik bisnis ber-omset lumayan yang membuat mereka mampu untuk membeli rumah di harga tersebut,” jelasnya. 

Selain Sinar Mas Land melalui proyek Grand Wisata, baru-baru ini telah diluncurkan perumahan mewah seharga Rp30 miliar di Soultan Island Bekasi yang dikembangkan oleh Summarecon Agung. Tentu saja ekslusivitas, keamanan, kenyamanan, aksesibilitas, fasilitas, kualitas perumahan serta gengsi menjadi kunci sukses dari penjualan perumahan-perumahan mewah yang dikembangkan oleh developer. 

Perkembangan pasar hunian di Bekasi saat ini, sebut Martin, mirip dengan Tangerang khususnya di BSD City pada tahun 2020-an yang diramaikan dengan perumahan tapak seharga hingga Rp30 miliar per unit. 

“Setiap kota dengan skala bisnis besar pasti ada kalangan the haves-nya. Agar dekat dengan tempat usaha mereka di Bekasi misalnya, maka mereka lebih nyaman untuk membeli rumah mewah di situ. Tentunya di lokasi yang dekat dengan komunitas se-level mereka,” paparnya.

Inovasi Produk

CEO Residential Nasional Sinar Mas Land  (SML) Prasetijo Tanumihardja menyebutkan realisasi investasi di Bekasi terutama di Kabupaten Bekasi terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. 

Data resmi yang dirilis Pemerintah Kabupaten Bekasi mengungkap sepanjang tahun 2024 total investasi yang telah direalisasikan mencapai Rp71,8 triliun. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yakni sebesar Rp64 triliun. Tingginya nilai investasi ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan sektor industri di wilayah tersebut,.

“Sehingga turut mendorong peningkatan daya beli masyarakat, serta kebutuhan akan sarana penunjang, termasuk hunian yang nyaman dan strategis bagi masyarakat urban,” sebutnya.

Melihat peluang ini, Sinar Mas Land melalui Grand Wisata Bekasi terus berinovasi dalam menghadirkan produk-produk properti yang relevan dengan kebutuhan pasar. Tahun ini, Grand Wisata meluncurkan klaster terbaru, Altara Home. 

Altara Home menawarkan kenyamanan tinggal di lingkungan yang asri dan strategis, dengan jumlah rumah terbatas hanya 250 unit seharga Rp1,49 miliar.

Damai Putra Group juga terus memperkuat ekspansinya di segmen hunian premium melalui pengembangan proyek terbarunya, Navara.

Director of Sales Marketing Damai Putra Group, Tony Hartono mengatakan Navara menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menangkap ceruk pasar kelas menengah atas di kawasan penyangga Jakarta. Navara menawarkan rumah tiga lantai dengan 5 kamar tidur, 4 kamar mandi, dan dua carport

“Navara bukan sekadar tempat tinggal, tetapi simbol kebanggaan dan pencapaian hidup," ujarnya. (Rinaldi)

 

 

 

Muhammad Rinaldi