• 21 Apr, 2026

Pemerintah telah mencanangkan pembangunan proyek MRT Jakarta Lin Timur-Barat Fase 1 Tahap 1. Seremoni pencanangan dilakukan di area konstruksi beranda peron ( councourse ) Stasiun Thamrin sebagai titik interkoneksi antara MRT Lin Utara Selatan dan Timur Barat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disaksikan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasushi Masaki.

Presiden Jokowi mengingatkan kembali keberhasilan pembangunan MRT fase pertama yang telah beroperasi sejak Maret 2019. Fase tersebut diketahui menghubungkan Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI). Menurutnya, fase 1 utara-selatan sudah mengubah wajah Jakarta.

“Sudah mengubah wajah transportasi Jakarta, dan juga negara kita Indonesia. 

Proyek MRT ini akan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global dan pusat aglomerasi dengan transportasi publik yang modern,” ujarnya.

Pembangunan proyek MRT Jakarta Lin Timur-Barat Fase 1 Tahap 1 didanai oleh pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) dan co-financing dari Asian Development Bank (ADB). Kementerian Perhubungan RI bertindak sebagai executing agency, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai implementing agency , dan PT MRT Jakarta (Perseroda) sebagai sub-implementing agency.

Sementara itu, pembangunan sepanjang sekitar 800 meter di wilayah Kota Bekasi dibiayai melalui hibah Pemerintah Pusat dan operasionalnya dibebankan kepada Pemprov DKI Jakarta melalui skema public service obligation (PSO).  

“Setelah pencanangan hari ini, langkah selanjutnya ialah kita akan segera memulai proses tender yang rencananya akan dilakukan tahun depan (2025) dengan target penyelesaikan proyek konstruksinya pada 2031,” ungkap Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat. 

Pembangunan MRT Lin Timur-Barat yang menghubungkan Balaraja di Banten dan Cikarang di Jawa Barat merupakan bentuk hadirnya negara dalam menyediakan layanan transportasi massal yang aman dan nyaman bagi masyarakat. 

Bagi MRT Jakarta, tegas Tuhiyat, upaya ini merupakan bagian dari pelaksanaan mandat yang telah diberikan untuk membangun dan memperluas jaringan MRT Jakarta sebagai backbone sistem transportasi modern perkotaan di Jakarta dan sekitarnya.

Kepala Kantor Perwakilan JICA Indonesia, Takeda Sachiko mengungkapkan MRT Jakarta merupakan proyek kerja sama bilateral simbolik yang berfungsi sebagai jembatan antara Indonesia dan Jepang. Melalui pemanfaatan Pinjaman Lunak ODA Jepang, dan pengenalan teknologi dan pengetahuan Jepang, MRT Jakarta  bekerja sama dengan JICA dan seluruh pihak yang terlibat di kedua negara telah berhasil membangun dan mengoperasikan MRT Lin Utara-Selatan.

“Saya yakin Lin Timur-Barat ini juga akan berkontribusi lebih lanjut dalam mengurangi kemacetan lalu lintas, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta meningkatkan kualitas udara,” ungkapnya.

Pada Mei 2024, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang telah menandatangani dokumen Perjanjian Pinjaman Lunak Official Development Assistance (ODA) senilai 140,699 juta Yen atau setara sekitar Rp14,5 triliun dari total nilai proyek sekitar Rp45 triliun.

MRT Lin Timur-Barat Fase 1 Tahap 1 akan membentang sepanjang sekitar 24,5 kilometer menghubungkan Tomang, Kota Administrasi Jakarta Barat dan Medan Satria, Kota Bekasi. Di antara Ujung Menteng dan Medan Satria, di luar jalur utama, akan dibangun penambahan jalur ke arah utara sepanjang sekitar 5,9 kilometer sebagai akses Depo di Rorotan, Kota Administrasi Jakarta Utara. Sehingga, total jalur yang dibangun mencapai 30,4 kilometer.  

Terus Dilanjutkan

Sementara itu, pembangunan fase 2A MRT Lin Utara-Selatan yang menghubungkan Bundaran HI dengan Kota masih berlangsung. Konstruksi fase 2A terus berlanjut dan sesuai jadwal. Setelah terowongan northbound penghubung Stasiun Kota dan Glodok selesai dibangun pada Juli 2024 lalu, per 25 September 2024, pembangunan terowongan southbound dari Stasiun Kota telah hampir mencapai Stasiun Glodok. 

PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan penyelesaikan terowongan yang terletak di kedalaman sekitar 23,75 meter tersebut pada minggu ketiga Oktober 2024.  Selanjutnya, mesin bor terowongan akan melanjutkan pembangunan terowongan southbound yang menghubungkan Stasiun Glodok dan Mangga Besar.

mrt4.jpg

Fase 2A MRT Jakarta akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. 

Fase 2A tersebut dibagi menjadi dua segmen, yaitu segmen satu Bundaran HI-Harmoni yang ditargetkan selesai pada 2027, dan segmen dua Harmoni-Kota yang ditargetkan selesai pada 2029. 

Fase 2B MRT Jakarta yang rencananya melanjutkan dari Kota sampai dengan Depo Ancol Barat masih dalam tahap studi kelayakan ( feasibility study ). Fase 2A MRT Jakarta dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang. 

Kajian Proyek TOD 

Berbeda dengan fase 1, fase 2A dibangun sekaligus dengan mengembangkan kawasan stasiun dengan konsep kawasan berorientasi transit ( transit oriented development ).

Pembangunan dengan konsep ini tidak hanya menyiapkan infrastruktur stasiun MRT Jakarta saja, namun juga kawasan sebagai paduan antara fungsi transit dan manusia, kegiatan, bangunan, dan ruang publik yang akan mengoptimalkan akses terhadap transportasi publik sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang. 

27.jpg

PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Agence Francaise De Developpement (AFD) telah menyepakati kerja sama Kajian Studi Kelayakan Proyek TOD Fase 1 MRT Lin Utara-Selatan. Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama oleh Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud, AFD Indonesia Country Director Yann Martres, dan Direktur Utama PT MITJ Fuad Fachroeddin di Jakarta, Rabu (2/10).

28.jpg

Kerja sama yang disepakati mencakup kajian studi kelayakan sejumlah proyek di kawasan transit-oriented development Dukuh Atas, Blok M - Sisingamangaraja, dan Lebak Bulus. Lebih jauh lagi, kajian ini juga mencakup aspek-aspek dampak lingkungan dan sosial dari proyek tersebut. (Rinaldi)

Muhammad Rinaldi