• 21 Apr, 2026

Saat ini, di tengah lansekap perkantoran yang sangat kompetitif, ruang kantor yang inovatif menjadi aset esensial. Inovasi ruang kantor dinilai akan mendorong kesuksesan organisasi perusahaan terutama untuk menumbuhkan budaya kolaborasi, kesejahteraan, dan adaptabilitas. 

Mengadopsi prinsip desain yang cerdas, perusahaan dapat menciptakan ruang kerja yang tidak hanya fungsional tetapi juga responsif terhadap tuntutan tempat kerja modern guna memastikan karyawan tetap berada di garis depan inovasi dan produktivitas.

Head of Project Management Colliers Indonesia, Rahmat Daresa Alam mengatakan pandemi telah mengakselerasi perubahan bekerja menjadi kerja jarak jauh, serta mengubah cara organisasi memanfaatkan ruang kantor secara permanen. Perubahan ini menimbulkan pertanyaan bagi pengguna kantor dan investor tentang strategi masa depan.

“Perubahan itu telah menimbulkan tantangan signifikan, terutama bagi karyawan yang menyukai kolaborasi tatap muka dan bergantung pada struktur lingkungan kantor fisik,” ungkapnya.

kantor2a.jpg

Rahmat menambahkan, ruang kantor yang dirancang dengan cermat memainkan peran penting dalam mendorong interaksi sambil meningkatkan kesejahteraan karyawan. Kantor yang memprioritaskan cahaya alami, furnitur ergonomis, dan area relaksasi, menurutnya, berkontribusi terhadap kesehatan fisik dan juga mental. 

“Ketika karyawan merasa nyaman dan didukung, mereka lebih terlibat dan termotivasi, hal ini mengarah pada hasil bisnis yang lebih baik. Ruang-ruang tersebut menjadi lebih dari sekadar tempat kerja, namun juga menjadi lingkungan yang memelihara kesejahteraan dan produktivitas penghuninya,” jelasnya.

Menurut Rahmat, tata letak dan desain interior kantor memainkan peran penting dalam membentuk budaya tempat kerja. Ruang yang fleksibel dan dapat disesuaikan mendorong pergerakan dan kolaborasi, menciptakan lingkungan kerja yang dinamis dan inovatif. Area yang terbuka turut mempromosikan interaksi dan aliran ide yang bebas, sementara zona tenang menyediakan ruang untuk pekerjaan yang membutuhkan fokus lebih. 

“Keseimbangan antara kolaborasi dan konsentrasi ini sangat penting untuk menjaga produktivitas dan kreativitas,” kata Rahmat.

Inti dari kembalinya bekerja di kantor ini memberikan pemahaman bahwa manusia pada dasarnya merupakan makhluk sosial. Kantor bukan hanya menjadi tempat untuk bekerja, namun juga sebagai pusat koneksi, dimana hubungan dibangun, bertukarnya ide-ide, dan berkembangnya rasa kebersamaan, pungkas Rahmat.

Pasar Membaik?

Sementara itu, terkait kondisi pasar perkantoran di Jakarta, Colliers Indonesia memperkirakan permintaan ruang kantor di tahun 2024 akan lebih tinggi dibanding 2023. Tingkat hunian juga diperkirakan terus tumbuh dengan tambahan pasokan yang terbatas.

“Pasar perkantoran kemungkinan lebih baik dari 2023, dimana tambahan pasok pada 2024 juga diproyeksi menurun yakni hanya tumbuh tipis kurang dari 2% dibandingkan dengan 2023,” ungkap Senior Associate Director Colliers Indonesia, Ferry Salanto dalam paparannya, baru-baru ini.

Data perusahaan konsultan dan riset properti itu mengungkap di kuartal III-2024 tingkat hunian perkantoran di CBD Jakarta stabil, sedangkan di 

luar CBD sedikit turun. Pasar masih dalam kendali penyewa, sehingga pemilik gedung masih dituntut untuk fleksibel dalam memberikan paket harga sewa. 

Ferry menyebutkan, masih terdapat 2 juta meter persegi area perkantoran yang masih kosong dari total suplai yang ada mencapai 11 juta meter persegi, dimana hampir 70% ada di CBD. Situasi itu menjadi masalah utama yang cukup berat bagi pengembang perkantoran.

9.jpg

“Tambahan pasokan di 2024 jauh menurun dan akan terus terbatas hingga 2026. Sebagian besar pasokan tersebut dikontribusi oleh gedung-gedung di luar CBD,” jelasnya.

Menurut Ferry, harga jual ruang kantor relatif stabil. Pasar masih sangat tergantung pada harga sekunder, terlebih sebagian besar pembeli potensial baru pada tahap eksplorasi. Terbatasnya volume transaksi juga akan menahan harga jual pasar gedung jual.

Sedangkan tarif dasar sewa dalam 3 bulan terakhir (quartal on quartal) relatif stabil. Untuk mendorong tingkat hunian, pemilik gedung masih akan memberikan paket sewa yang menarik kepada calon penyewa. Kesempatan bagi penyewa untuk pindah ke gedung yang lebih berkualitas tetap akan ada.

“Penyesuaian tarif dasar oleh pemilik gedung akan terus berlanjut,” pungkas Ferry. (Teti Purwanti)