Media Properti Indonesia (MPI) Group, penerbit Majalah Properti Indonesia dan portal berita propertiindonesia.id kembali menggelar penganugerahan Properti Indonesia Award (PIA) tahun 2025 di Hotel JW Marriott Jakarta, Selasa (25/11) malam.
Tahun penyelenggaraan yang ke-12 semakin meneguhkan posisi PIA 2025 sebagai ajang penghargaan bergengsi sebagai apresiasi tertinggi bagi para pemangku kepentingan di industri properti nasional. Penghargaan diberikan kepada perusahaan realestat, produsen material bangunan, brokerage, perbankan, penyedia jasa pendukung, proyek-proyek unggulan, hingga figur bisnis yang dinilai inspiratif dan berpengaruh.
PIA 2025 tidak hanya menjadi simbol prestasi industri, tetapi juga wadah untuk mendorong pembangunan berkelanjutan, penerapan efisiensi energi, penguatan infrastruktur hijau, serta peningkatan daya saing sektor properti nasional.
Tahun ini, acara yang turut dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait tersebut mengusung tema “Recognizing Excellence, Shaping the Future of Indonesia’s Property Landscape”. Hadir pula Senior Properti, Budiarsa Sastrawinata dan Wakil Ketua Umum DPP Realestat Indonesia Ikang Fawzi yang malam itu didaulat untuk menyerahkan tropi bagi para pemenang.
Seluruh penerima penghargaan PIA 2025 telah melalui proses penyeleksian independen oleh tim Properti Indonesia bersama dewan juri yang diketuai Hendra Hartono, CEO PT Leads Property Services Indonesia dan Miemie Murniati, praktisi perbankan yang telah malang melintang di sejumlah bank papan atas nasional. Penilaian berdasarkan kinerja perusahaan maupun proyek yang dikompilasi sejak beberapa bulan terakhir.
Evaluasi selanjutnya dilakukan hingga 20 November 2025, mencakup aspek konsep, inovasi, performa bisnis, reputasi, profesionalitas, serta nilai keberlanjutan.
CEO Properti Indonesia Group, Andhika Fajri, dalam sambutannya menegaskan bahwa PIA 2025 adalah momentum penting bagi industri properti nasional.
“Melalui ajang ini, kami tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga mendorong kolaborasi, dialog, dan penguatan eksposur bagi perusahaan serta pelaku industri dalam menjangkau khalayak dan calon konsumen potensial,” ujarnya.
Inovatif dan Adaptif
Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) dalam sambutannya menegaskan inovasi di industri properti menjadi kunci penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dia memberikan apresiasi kepada pelaku industri dan media massa yang mampu bertahan serta bertransformasi di tengah tantangan ekonomi global.

Menurutnya, sektor properti memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyedia hunian, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan rantai pasok. Keberhasilan sektor ini menjaga stabilitas dan mendorong pemulihan ekonomi membuktikan kapasitas pelaku usaha sektor properti yang adaptif.
“Pemerintah juga terus melakukan terobosan pembiayaan, salah satunya adalah KUR Perumahan, skema pembiayaan pertama di Indonesia yang memungkinkan pelaku UMKM sektor perumahan mengakses pinjaman hingga Rp20 miliar. Kebijakan ini meningkatkan kapasitas pembangunan sekaligus memperluas inklusi pembiayaan,” jelas Menteri PKP.
Dia juga menyoroti keputusan Bank Indonesia yang menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) sehingga memberi ruang tambahan bagi perbankan untuk menyalurkan kredit properti. Kebijakan ini dianggap sebagai langkah strategis dalam menjaga momentum pertumbuhan industri dan mempercepat penyediaan hunian rakyat.
“Tahun depan, kita juga akan meningkatkan program renovasi rumah tidak layak huni, dari 45.000 unit di 2025 menjadi 400.000 unit pada 2026. Pemerintah juga akan mendorong pemanfaatan aset negara untuk pembangunan perumahan,” pungkasnya. (Rinaldi)