• 21 Apr, 2026

MENGAMBIL PERAN TERDEPAN

MENGAMBIL PERAN TERDEPAN

AssalamualaikumWr.Wb

Salam sejahtera bagi kita semua

Pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang akan dilantik pada 20 Oktober mendatang berkomitmen untuk “menghidupkan” kembali Kementerian Perumahan. Kementerian ini nantinya akan mengemban tugas berat namun mulia yakni membangun 3 juta rumah per tahun, dengan rincian 2 juta rumah di pedesaan dan pesisir, serta 1 juta rumah di perkotaan.

Jika target program tersebut tercapai, maka dalam satu periode atau 5 tahun akan dibangun sebanyak 15 juta rumah di seluruh Indonesia. Bahkan, kalau Prabowo Subianto bisa terpilih dua periode, maka dalam 10 tahun akan terbangun 30 juta rumah. Komitmen itu akan dapat mengatasi angka kekurangan (backlog) rumah yang kini mencapai 12,7 juta unit rumah. 

Pemerintahan Prabowo Subianto mengaitkan program penyediaan perumahan dengan upaya pengentasan kemiskinan terutama di pedesaan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Juli 2023 menyebutkan bahwa angka kemiskinan di Indonesia mencapai 9,36 % atau setara sekitar 25,9 juta orang. Satu angka yang cukup besar dan harus dituntaskan, salah satunya melalui penyediaan hunian layak secara merata baik di kota maupun pedesaan. Mengingat, komposisi penduduk di desa dan di kota hampir sama yakni masing-masing 45% dan 55%.

Realestat Indonesia (REI), sebagai asosiasi pengembang tertua dan terbesar di Indonesia, dengan kontribusi pembangunan rumah bersubsidi hampir 45% tentu sangat siap menjadi tulang punggung (backbone) dalam mewujudkan program 3 juta rumah. Dengan dukungan anggota lebih dari 6.000 perusahaan properti dari skala rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), rumah menengah, rumah mewah hingga properti komersial, REI layak untuk mengambil peran utama dan terdepan di dalam program tersebut.

Ketua Umum REI, Joko Suranto berujar bahwa program 3 juta rumah per tahun ini akan menjadi sebuah loncatan tinggi bagi industri perumahan nasional di masa mendatang. Geliat industri perumahan ini dipastikan bakal memacu pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8% pada 2025. Hal itu sejalan dengan paradigma propertinomic, dimana sektor properti termasuk perumahan berfungsi sebagai pengungkit perekonomian. 

Saatnya kini, semua stakeholder bergandengan tangan mendukung program 3 juta rumah yang akan dijalankan oleh Kementerian Perumahan, yang lahir kembali atas dorongan kuat dari seluruh stakeholder perumahan. Semoga program mulia ini terealisasi, sehingga banyak rakyat yang bisa memiliki rumah layak dan hidup lebih sejahtera.

Drs. Ikang Fawzi, MBA

Pemimpin Redaksi

Drs. Ikang Fawzi, MBA