• 23 Apr, 2026

foto-1-1.jpg

Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua

Subsektor perkantoran di Jakarta masih mengalami situasi tertekan. Hal ini sudah terjadi bahkan sebelum pandemi Covid-19 datang mendera. 


Faktor penyebabnya banyak, dari mulai pasokan yang melimpah (oversupply), kondisi ekonomi nasional dan global yang terganggu akibat adanya pembatasan aktivitas masyarakat selama pandemi, perubahan pola kerja atau kemungkinan imbas penyusutan kelas menengah di Indonesia.

Saat ini ada sekitar 2 juta meter persegi ruang kantor yang tidak dihuni (kosong) di Jakarta. Jumlah itu berpotensi bertambah jika kantor-kantor pemerintahan jadi pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Beruntungnya, pasokan perkantoran baru di Jakarta mulai mereda karena pengembang fokus menuntaskan konstruksi proyek yang sudah berjalan.

Tentu, kita patut prihatin dengan kondisi pasar perkantoran yang sepertinya perlu usaha lebih keras untuk mengangkat kembali penyerapan ruang perkan-
toran di Jakarta dengan stok yang kini mencapai 2 juta meter persegi, satu angka yang cukup besar.

Mungkin, kita semua dapat sama-sama melakukan riset mendalam untuk mempelajari apa sebenarnya penyebab masih rendahnya permintaan ruang kantor di Jakarta, selain karena faktor oversupply? Setelah kita mengetahui akar persoalan sebenarnya, diharapkan dapat ditemukan solusi berdasarkan potensi permintaan yang ada. Diharapkan dari situ ada formula yang bisa dilakukan bersama-sama oleh para pemilik atau pengelola gedung perkantoran untuk memacu kembali penyerapan ruang kantor.

Kondisi di subsektor perkantoran dengan beragam persoalan dan kendalanya, tentu tidak dapat dibiarkan. Saatnya kita menyatukan pemikiran dan kekuatan di 
bawah satu forum atau paguyuban yang bisa menyuarakan kepentingan pemilik atau pengelola gedung perkantoran di seluruh Indonesia agar lebih diperhatikan 
oleh para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.

Realestat Indonesia (REI) di bawah koordinasi Wakil Ketua Umum REI bidang Perhotelan dan Perkantoran saat ini sedang berkomunikasi untuk menyiapkan 
upaya inisiasi membentuk paguyuban pemilik atau pengelola gedung perkantoran. Dengan begitu, nantinya dapat lebih fokus menyelesaikan berbagai 
hambatan yang terjadi di bisnis perkantoran. Bravo, bangkitlah industri properti Indonesia!

Oki Baren