• 21 Apr, 2026

Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR)  menggelar acara malam puncak peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) tahun 2024 di Auditorium Kementerian PUPR, Selasa (27/8) malam. 

Hapernas diperingati setiap tanggal 25 Agustus sebagai pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk fokus menyediakan rumah untuk rakyat sesuai dengan harapan Bung Hatta pada Kongres Perumahan Rakyat Sehat tahun 1950. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan penyediaan  hunian layak di Indonesia tidak hanya diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), tetapi juga seluruh rakyat Indonesia yang membutuhkan rumah. Dia berharap ke depan program penyediaan  perumahan rakyat harus terus dilaksanakan, bahkan target capaiannya ditingkatkan. 

Kementerian PUPR sejak tahun 2015 hingga 2023 telah merealisasikan anggaran APBN sebesar Rp67,11 triliun untuk membangun 9.206.369 hunian, termasuk penyaluran rumah swadaya dengan memperbaiki rumah tidak layak huni. 

“Kita juga menyalurkan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) berupa bantuan pembiayaan dari pemerintah untuk memiliki  rumah,” kata Menteri Basuki. 

Realisasi program penyediaan perumahan yang dilaksanakan oleh Ditjen Perumahan sejak 2015 hingga 2023 meliputi Pembangunan Rumah Susun sebanyak 65.235 unit, Pembangunan Rumah Khusus 37.516 unit, Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Swadaya 1.432.278 unit serta Bantuan Pembangunan PSU 220.665 unit.  Dukungan pembiayaan juga diberikan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan pada 2015-2024 senilai Rp146,21 Triliun melalui program penyaluran FLPP sebanyak 1.119.063 unit,  BP2BT sebanyak 30.422 unit, SSB sebanyak 805.511 unit serta  SBUM sebanyak 1.529.585 unit. 

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto menyampaikan capaian pembangunan perumahan dengan jumlah yang cukup besar tersebut tidak lepas dari peran seluruh stakeholder, masyarakat, pemerintah daerah, pelaku pembangunan/pengembang maupun CSR yang senantiasa berkontribusi dalam penyediaan rumah bagi masyarakat, baik MBR maupun non MBR. 

“Kementerian PUPR menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi seluruh stakeholder bidang perumahan. Semoga ke depan program perumahan berjalan dengan baik dan bersinergi dengan baik di lapangan,” kata Iwan. 

Pada TA 2024, Kementerian PUPR melalui Ditjen Perumahan melanjutkan pembangunan perumahan dengan penyerapan anggaran hingga 16 Agustus 2024 mencapai Rp4,95 triliun. Untuk capaian fisiknya sebanyak 1.050 unit pembangunan Rumah Susun, Rumah Khusus sebanyak 447 unit dari target 2.705 unit, Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Swadaya sejumlah 18.578 unit dari target 83.039 unit serta Bantuan Pembangunan PSU sejumlah 12.613 unit dari target 19.650 unit.  

Butuh Keseriusan

Di malam puncak peringatan Hapernas  2024, Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto menyampaikan apresiasi atas kerja keras Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan jajaran yang pantang menyerah, dan telah memperlihatkan keseriusan dalam memajukan sektor perumahan di Indonesia selama satu decade terakhir.

“Atas dedikasi beliau yang begitu besar, maka REI mengangkat Bapak Basuki Hadimuljono sebagai anggota kehormatan REI,” tegas CEO Buana Kassiti Group itu yang juga menyerahkan cenderamata berupa foto Menteri Basuki dalam ukuran besar.

Joko Suranto mendukung arahan Menteri Basuki agar penyediaan perumahan bagi masyarakat diteruskan. Hal itu karena dari rumah yang layak huni, sebuah bangsa dapat membangun masa depan yang cemerlang, karena pendidikan terbaik ada di rumah. Karenanya, program perumahan rakyat harus dikerjakan dengan keseriusan dan keberpihakan.

“Ekosistemnya harus kita dibangun. Ekosistem itu, mengutip perkataan Bung Hatta hanya bisa sukses jika ada keseriusan. Malam ini kami juga menghargai keseriusan Pak Basuki dalam membangun infrastruktur dan IKN,” ujarnya.

Di kesempatan itu, Ketua Umum REI juga mengharapkan ke depan tidak banyak lagi regulasi termasuk beragam jenis aplikasi teknologi yang justru mempersulit penyediaan perumahan bagi masyarakat. Meski diakui digitalisasi adalah keniscayaan, apalagi pada  saat pandemi banyak perubahan mendasar pada perilaku masyarakat berinteraksi, tetapi mesti diingat bahwa Presiden Joko Widodo pernah mengintruksikan agar kementerian dan lembaga negara tidak membuat lagi aplikasi-aplikasi.

“Pak Menteri Basuki pernah sampaikan juga, jangan bikin aplikasi lagi yang bikin ruwet. Aplikasi dengan nama yang unik-unik sekarang malah kebanyakan. Kita jujur saja, kadang yang namanya sebagai penerima (kebijakan) bukan pembuat kebijakan, mau  mengeluh dan bicara tetapi  gimana gitu. Karena itu, seperti kata presiden, kami berharap aplikasi itu membantu, bukan malah membuat rumit,” tegas Joko Suranto.

Rangkaian kegiatan Hapernas 2024 diawali dengan penanaman pohon di Rusun ASN 4 Ibu Kota Nusantara, dilanjutkan dengan Webinar Jamu Paten (Ajak Temu Kepatuhan Intern) Seri #3, ziarah makam Bung Hatta, Proptech Convention and Expo, Fun Run dan Fun Walk, Webinar “Mewujudkan Rumah Terjangkau bagi MBR”, serta acara Malam Puncak Hapernas. (Rinaldi)

Muhammad Rinaldi