• 04 Sep, 2026

Isu Lingkungan Hidup, sosial dan tata kelola Perusahaan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) kini menjadi fokus para pelaku industri dan ekosistem properti di Tanah Air. selain membawa dampak terhadap nilai investasi pengembang, ESG juga menjadi komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang, serta membawa manfaat ekonomi kepada masyarakat.

Kesadaran terhadap isu-isu tersebut mendorong Synergy Lady Leaders yang merupakan bagian dari komunitas Synergy Developer Indonesia berinisiatif untuk menggagas serangkaian acara sosial dan lingkungan mulai dari kegiatan edukasi pilah sampah hingga penyaluran donasi (charity) yang diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Ketua Synergy Lady Leaders, Tambok Parulian Setyawati Simanjuntak mengatakan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan yang dilakukan oleh komunitas profesional dengan beragam latar belakang di dalam ekosistem properti mulai dari developer properti, perbankan, property technology (proptech), konsultan, arsitek hingga agensi tersebut merupakan inisiatif kolaboratif yang ditujukan untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan (stakeholder) di industri properti Indonesia.

“Berawal dari obrolan ringan di komunitas pengembang properti dan industri ikutannya, Synergy Lady Leaders terbentuk pada 17 Maret 2024 yang diinisiasi oleh para pemimpin perempuan di industri properti. Jadi kami ini baru sekitar 5 bulan berdiri dan tidak ingin sekadar ada, kami juga ingin membuat kegiatan yang bermanfaat,” kata Tambok pada kegiatan amal Charity Activity for Our Earth bertajuk ‘Hero In Sustainability: Women Making A Difference’ di FullbellyEats, Bogor, Rabu (21/8).

Meski acara amal ini adalah kegiatan pertama yang dilakukan Synergy Lady Leaders, tetapi sebelumnya komunitas tersebut telah melakukan event pra-kegiatan yakni edukasi pilah sampah terhadap warga Sen- traland Paradise, Parung Panjang-Bogor.

 Selain itu telah dilakukan kegiatan charity berupa penyaluran sumbangan untuk pos- yandu. Hasilnya, menurut Tambok, pihaknya mendapat laporan bahwa angka stunting (gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak) di sekitar posyandu tersebut turun hing- ga 85 persen.

Sebagai acara puncak, kegiatan Charity Activity for Our Earth bertajuk ‘HeroIn Sustaina- bility:Women Making A Difference’ ini dihadiri oleh sekitar 200 orang,serta menghadirkan sejumlah figur perempuanpegiat dan peles- tari lingkungan yang membagikan kisah ins- piratifnya. Antara lain penyanyi Andienyang juga Founder Setali Indonesia, Wilda Yanti yang dijuluki “Ratu Sampah”, Ajeng Cinta Bumi seorang aktivis lingkungan, Mariani Foun- der Telo Bag, Komunitas Sakola Perumnas Parayasa, dan Fabienne Nicole Miss Universe Indonesia 2023.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi kontri- busi nyata Synergy Lady Leaders terhadap pemberdayaan perempuan dalam aspek pelestarian lingkungan. Kami akan menyum- bangkan sebagian hasil penjualan tiket ke- giatan hari ini untuk program stunting yang dilakukan sejumlah komunitas perempuan di wilayah Bogor,” ungkap Juanita A. Luthan se- laku ketua pelaksana kegiatan amal tersebut.

Kegiatan amal ini, kata Juanita, lebih ber- sifat konkret dengan edukasi yang membe- rikan pemahaman tentang pengelolaan sampah rumah tangga, serta melakukan ek- sekusi dengan membimbing pelaksanaan pengelolaan sampah rumah tangga. Selain itu diberikan pemahaman mengenai transaksi yang terhubung dengan kolaborator mone- tisasi, dan terakhir literasi dengan memberikan tips mengelola keuangan sehingga lebih dapat berdaya ekonomi.

“Sekitar 30% dari hasil penjualan tiket dan 10% dari hasil penjualan produk olahan akan disumbangkan kepada posyandu untuk memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka stunting,” jelasnya yang didampingi Marine Novita selaku pengurus.

Partisipasi Aktif

Diharapkan kegiatan charity ini dapat memberikan akses dan apresiasi kepada para perempuan yang mendukung lingkungan melalui kegiatan pengelolaan sampah atau limbah rumah tangga, sekaligus memberikan dukungan melalui edukasi waste management, pemahaman tentang kebutuhan pengelolaan keuangan dan akses bagi para perempuan agar lebih berdaya ekonomi.

“Sebagai salah satu negara yang telah menandatangani ratifikasi Perjanjian Paris, dimana Indonesia berkomitmen mencapai net zero emission paling lama pada 2060, maka seluruh komponen masyarakat harus men- dukung tercapainya target tersebut termasuk ekosistem properti,” tegas Juanita.

Selain itu, Synergy Lady Leaders ikut ber- partisipasi dan terlibat aktif dalam penerapan prinsip ESG diantaranya dengan mengajak dan mengedukasi ibu-ibu dan masyarakat sekitar perumahan untuk sadar untuk menjadikan limbah sampah rumah tangga menjadi terurai dan juga memiliki nilai ekonomis.

Tambok menegaskan, kegiatan amal se- perti ini akan mereka lakukan terus secara periodik dan nantinya dapat melibatkan se- makin banyak developer properti dan stake- holder properti lainnya. Synergy Lady Leaders juga akan terus mengedukasi masyarakat terutama ibu rumah tangga untuk memilah dan mengumpulkan sampah plastik untuk di- jadikan produk yang lebih bermanfaat. (Rinaldi)

Muhammad Rinaldi