Setelah sukses menggelar akad massal KPR Sejahtera FLPP di Pesona Kahuripan Cileungsi sebanyak 26.000 unit pada 29 September 2025, Presiden Prabowo Subianto kembali meresmikan akad massal 50.030 unit rumah di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang, Banten, Sabtu (20/12).
Perumahan Pondok Banten Indah dipilih sebagai lokasi akad massal 50.030 unit rumah subsidi, karena pengembang perumahan ini yakni PT Kawah Anugerah Properti menawarkan konsep hunian yang berbeda dengan perumahan subsidi kebanyakan, di antaranya menggunakan konsep klaster dan desain gaya Eropa, serta dilengkapi dinding ganda untuk privasi yang lebih baik.
Selain itu, perumahan ini memiliki lokasi strategis, berada di pinggir jalan nasional dan dekat dengan berbagai fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, dan pusat kota. Perumahan Pondok Banten Indah merupakan peraih penghargaan Best Innovative Subsidized Housing Project pada BTN Awards 2025 dan peraih Platinum Award dari FIABCI Indonesia-REI Awards tahun 2025.

Pada akad massal 50.030 unit rumah di Perumahan Pondok Banten Indah Serang, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) kembali mendapatkan apresiasi dan pujian dari Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait atas kinerjanya sepanjang tahun 2025.
“Saya sampaikan terima kasih kepada Komisioner BP Tapera Pak Heru beserta jajaran atas usahanya menyalurkan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) bagi masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Menteri Ara, panggilan akrab
Dia menegaskan. di tengah situasi seperti sekarang ini, BP Tapera mampu menyalurkan KPR FLPP terbesar sepanjang Sejarah penyaluran KPR FLPP.
Kegiatan akad massal ini digelar secara hybrid . Sebanyak 300 akad KPR FLPP dilakukan di lokasi acara yang diikuti 11 bank penyalur, sedangkan sisanya 49.730 akad lainnya berlangsung secara online yang diikuti 39 bank penyalur yang tersebar di 33 provinsi dan di 110 titik di kabupaten/kota yang tersebar.
Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan dukungan dari tim terbaik telah mendorong capaian hasil yang terbaik pula. Kepala negara mengucapkan terima kasih untuk semua pihak yang hari ini bersatu, sehingga dapat memberikan kualitas hidup kepada rakyat Indonesia.
“Mereka harus punya rumah yang layak. Ini sangat membanggakan, tapi masih jauh dari yang harus kita capai,” kata Presiden Prabowo.
Menurutnya, masih ada 29 juta rakyat Indonesia yang belum memiliki rumah, sehingga seluruh stakeholders , baik pemerintah maupun para pelaku ekosistem perumahan nasional harus bekerja keras dan bekerja sama dengan kompak demi kesejahteraan rakyat.
“Terima kasih atas prestasi yang luar biasa hari ini, akad massal 50.030,” ungkap Presiden Prabowo.
Program FLPP telah dimulai sejak zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dilanjutkan Presiden Jokowi dan sekarang terus ditingkatkan.
Diapresiasi Pemerintah
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan terimakasih atas apresiasi dari pemerintah tersebut. Menurutnya, apresiasi ini menjadi modal kuat bagi tim BP Tapera untuk dapat memberikan yang terbaik lagi bagi negara sekaligus buat MBR.
“Tidak bisa dimungkiri bahwa akad massal ini, seperti akad massal yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto pada 29 September 2025 lalu, telah memberikan dampak positif pada tingginya penyaluran FLPP di tahun ini,” ujarnya.

Hal tersebut bisa dilihat dari data penyaluran FLPP periode 19 Desember 2025 yang tercatat sudah berada di angka 263.017 unit senilai Rp32,67 triliun dari 39 bank penyalur, 22 asosiasi pengembang perumahan dan 7.998 pengembang. Rumah subsidi ini tersebar di 12.981 perumahan di 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota.
“Data tersebut sekaligus menunjukkan angka tertinggi sepanjang sejarah penyaluran FLPP sejak tahun 2010,” ungkap Heru.
Untuk tahun 2026, jelasnya, penyaluran dana FLPP ditargetkan sebanyak 285 ribu unit rumah dengan total kebutuhan dana sebesar Rp37,1 triliun. Sesuai dengan Nota Keuangan tahun 2026, pemerintah juga mengalokasikan pencadangan pembiayaan investasi untuk memenuhi potensi penambahan target penyaluran FLPP sampai dengan 350.000 unit rumah di tahun 2026.
Dalam kesempatan itu, apresiasi juga diberikan kepada Bank Tabungan Negara (BTN) dengan penyaluran KPR FLPP terbanyak.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan KPR Subsidi masih menjadi portofolio mayoritas di BTN dan terus menunjukkan pertumbuhan positif.
Untuk dapat lebih mengefektifkan penyaluran KPR Subsidi, BTN akan membidik kerja sama dengan berbagai institusi, perusahaan, dan lembaga untuk penyediaan layanan perbankan komprehensif, termasuk KPR Subsidi untuk para karyawan atau pekerja calon-calon mitra potensial tersebut.
“Mulai tahun 2026, kami akan create demand dengan mencari debitur potensial dari institusi-institusi yang ada di berbagai sektor. Contohnya, kami mendapatkan komitmen bahwa kebutuhan KPR subsidi untuk guru-guru Muhammadiyah akan dilayani BTN. Pasti banyak potensi serupa dengan berbagai institusi lainnya,” ungkapnya.
Dengan upaya ini, kata Nixon, BTN dapat merekomendasikan debitur KPR subsidi potensial kepada developer sehingga dapat semakin mengakselerasi penyaluran KPR Subsidi.
Acara akad massal dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pemimpin daerah, direksi bank-bank penyalur dan BP Tapera, serta berbagai asosiasi developer. (Rinaldi)