• 21 Apr, 2026

Collier Indonesia memperkirakan kinerja hotel di Bali akan melambat pada kuartal awal tahun ini, karena beragam faktor. Salah satunya disebabkan bulan suci Ramadan jatuh pada bulan Maret, sehingga akan memengaruhi pasar domestik. 

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto mengatakan performa akan cukup tinggi pada pekan pertama Januari 2025 karena masih suasana libur nasional yang diharapkan bisa menarik pasar domestik untuk berlibur ke Bali. Selain itu, liburan Tahun Baru Imlek pada bulan Januari juga diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan dari China.

“Tetapi memang saat puasa Ramadan nanti akan berpengaruh kepada pasar domestik, sehingga di bulan Maret diperkirakan performa akan cukup rendah dan akan meningkat saat libur Lebaran," ungkap Ferry dalam laporan risetnya.

hotel-bali4w.jpg

Di sisi lain, hotelier juga harus mewaspadai kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% yang akan berdampak bagi biaya operasi hotel terutama di segmen menengah dan premium. Menurutnya, hotelier  setidaknya mempunyai dua pilihan untuk menghadapi hal ini. Pertama dengan menekan biaya operasional, kedua dengan menaikan harga jualnya.

“Sebenarnya setiap tahun hotel pasti akan menaikan harga jual minimum khususnya dari kamar, namun ini akan berpotensi kehilangan tamu khususnya dari domestik,” katanya.

Untuk diketahui, pada Oktober hingga minggu kedua Desember 2024 biasanya merupakan waktu sibuk bagi hotel, terutama untuk bisnis MICE ( meeting, incentive, conference, exhibition ), karena pemerintah dan korporat terlibat dalam berbagai kegiatan sebelum liburan Natal dan Tahun Baru. Sayangnya, pada pertengahan November 2024, industri perhotelan dikejutkan oleh regulasi pemerintah baru yang mewajibkan penghematan hingga 50% pada perjalanan bisnis, sehingga berdampak signifikan pada sektor MICE. 

Oleh karena itu, kinerja dari November hingga minggu kedua Desember tahun lalu cukup rendah, sebagian karena musim liburan di kuartal IV-2024 baru dimulai pada pertengahan Desember, menjelang liburan Natal dan Tahun Baru.

Di sisi lain, beberapa hotel telah mulai merenovasi dan melakukan rebranding untuk bersaing dengan kompetitor. Ditambah lagi, daftar hotel baru yang akan datang terus bertambah. 

Setidaknya pada 2025 ada sembilan hotel akan menambah pasokan kamar hotel di Bali. Secara rinci, ada satu hotel bintang tiga dan satu hotel bintang empat, serta ada tujuh hotel bintang lima. 

Untuk diketahui, sepanjang 2024 Bali menerima 6,3 juta wisatawan asing dan menjadi yang tertinggi di Indonesia dan Bali telah melampaui target yang ditetapkan pada awal tahun. Tahun ini, Bali menargetkan 6,5 juta wisatawan, namun diharapkan wisatawan tinggal lebih lama di Bali dan menghabiskan banyak uang di Bali dengan tetap menghargai budaya dan masyarakat setempat. 

Fokus utama sektor pariwisata Bali adalah untuk mempromosikan pariwisata yang menghargai budaya dan berkelanjutan serta mendorong wisatawan untuk  tinggal lebih lama dan menghabiskan lebih banyak. 

Kinerja 2024

Sebagai informasi, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada November 2024 sebesar 59,69%, turun tipis dibanding Oktober yang sebesar 64,37%, namun masih lebih tinggi dibanding November 2023.

Sekilas, rata-rata menginap hanya 3 malam mungkin terasa agak singkat, terutama karena banyak wisatawan jarak jauh menginap di Bali untuk liburan 7-14 hari. Namun, banyak pendatang paling sering ke Bali, termasuk dari Malaysia dan Singapura, cenderung mengunjungi Bali untuk menghabiskan akhir pekan panjang.

hotel-bali2w.jpg
Foto-Foto Istimewa

Pada November 2024 saja, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 72.900 orang, dengan wisatawan Australia menyumbang 24% dari total kedatangan internasional, yakni 118.182 kunjungan. Disusul India dengan 9,76%, yakni 46.150 kunjungan, dan Tiongkok 5,75%, yakni 27.183 kunjungan.

Pada tahun 2025, Bali harus terus mendiversifikasi jenis demografi wisatawan dan kebangsaan wisatawan yang menjadi sasaran promosi destinasi tersebut.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali memprediksi tingkat hunian hotel di Pulau Dewata saat libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2024/2025 mencapai 80%. Sejauh ini, kawasan Bali selatan masih menjadi daya tarik para wisatawan yang hendak menghabiskan liburan akhir tahun.

4-1.jpg

Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace mengungkapkan target okupansi tersebut berlaku untuk seluruh hotel di Bali. Menurutnya, tingkat hunian hotel di wilayah lainnya seperti Buleleng, Gianyar, dan Karangasem, masih sekitar 40%-60%.

“Tapi untuk Nusa Dua sudah overbooking," ujar Cok Ace dalam keterangannya yang dikutip dari detikBali, baru-baru ini.

Dia memperkirakan Nusa Dua dan sekitarnya akan selalu ramai, karena promosi kawasan itu sangat masif karena dikendalikan industri. Walhasil, potensi investor masuk di Bali selatan akan semakin besar. Menurut Cok Ace, investor melihat prospektif membangun hotel di Bali Selatan. 

“Maunya banyak. Tetapi kalau konsentrasi ke sana semua tidak diikuti dengan infrastruktur,” ungkapnya.

PHRI Bali mengatakan, penerbangan atau pergerakan pesawat selama periode libur Nataru 2024/2025 diprediksi mencapai 7.841 penerbangan. Jumlah pesawat yang lalu-lalang itu naik hampir 4% dibandingkan Nataru pada tahun lalu sebanyak 7.560 penerbangan. (Teti Purwanti)

 

Teti Purwanti