Pembangunan infrastruktur jalan tol yang masif berdampak positif terhadap perkembangan bisnis properti di koridor timur Cibubur khususnya di Cileungsi. Sayangnya, perkembangan kawasan yang sangat cepat tersebut belum didukung rencana tata ruang kota yang memadai.
Pengamat Properti yang juga Head of Research & Consulting CBRE, Anton Sitorus menyebutkan koridor timur Cibubur menjadi sunrise property paling potensial di peyangga Jakarta pasca beroperasinya tol Cimanggis-Cibitung. Hal itu karena operasional tol ini membuat jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 tersambung utuh dari mulai Cengkareng, Kunciran, Serpong, Cinere, Jagorawi, Cimanggis, Cibitung hingga Cilincing.

“Tol Cimanggis-Cibitung menjadikan timur Cibubur ini secara konektivitas tidak hanya tersambung dengan kota-kota satelit terutama di barat Jakarta seperti Serpong, BSD City dan Alam Sutera. Tetapi juga tersambung langsung dengan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara di timur Jakarta. Tol ini menciptakan akses langsung antar wilayah peyangga tanpa harus masuk ke pusat Jakarta,” ungkap Anton dalam diskusi media bertajuk “Potensi Investasi Properti di Koridor Timur Cibubur” yang diselenggarakan Indonesia Housing and Creative Forum di Ballroom Metropolitan Mall Cileungsi, Rabu (16/7).
Tol Cimanggis-Cibitung melintasi empat kota penyangga Jakarta meliputi Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, hingga Kabupaten Bekasi (Cibitung). Dimana empat pintu tolnya berada di koridor timur Cibubur yakni Jatikarya, Nagrak, Narogong dan Burangkeng.
Aksesibilitas menuju kawasan industri di timur Jakarta seperti Cibitung, Cikarang, Karawang, Subang dan Purwakarta juga semakin terkoneksi dengan akan rampungnya tol Jakarta-Cikampek (Japek) 2 Selatan yang menghubungkan Jakarta hingga Sadang (Purwakarta). Dimana salah satu pintu tolnya berada di Burangkeng (Jalan Setu), sehingga dapat terhubung langsung dengan tiga ruas tol utama, yaitu JORR 1, JORR 2, dan tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Padaleunyi).
Dengan dukungan infrastruktur jalan tol yang komplit itu, ungkap Anton, posisi Cileungsi persis menghubungkan antara kota mandiri ( township ) raksasa di barat dengan kawasan industri terbesar di timur Jakarta. Hal ini akan mendorong cepat pertumbuhan kawasan koridor timur Cibubur terutama untuk properti residensial dan komersial.

Kawasan ini juga memiliki potensi yang besar untuk berkembang menjadi kota mandiri, karena saat ini marak sekali pembangunan proyek properti skala menengah dan besar yang dilakukan oleh pengembang top nasional seperti Sinar Mas Land, Metland, Ciputra Group, Pesona Kahuripan Group, Greenwoods, dan lain-lain. Kenaikan harga tanah pun signifikan, terutama di lokasi dekat akses tol sehingga memicu munculnya banyak proyek properti baru di sekitarnya.
General Manager Metland Transyogi, Ronnie Erlangga mengatakan Metland mendorong terwujudnya City of Cileungsi. Selain didukung akses jalan tol yang cukup lengkap, saat ini di Metland Transyogi juga telah berdiri berbagai fasilitas kota dari mulai mall, apartemen, hotel, areal komersial, rumah sakit, pusat kuliner dan gaya hidup hingga fasilitas pendidikan yang komplit.
“Pembangunan kami di Cileungsi nantinya akan lebih fokus pada pengembangan di Metland Transyogi sebagai pusat bisnis dan juga hunian. Fasilitas kota sudah lengkap, bahkan bakal terus bertambah,” jelasnya.
Ronnie menambahkan, saat ini Metland Transyogi sedang mengembangkan beberapa cluster hunian dengan harga rumah di atas Rp1 miliar. Karakteristik pembeli rumah di perumahan yang berlokasi di Jalan Transyogi tersebut adalah kelas menengah yang mencari rumah dengan lahan lebih besar dan udara lebih segar yang sebelumnya tinggal di Jakarta Timur.
Direktur Utama Pesona Kahuripan Group, Angga Budi Kusuma memprediksi Cileungsi dalam 3-4 tahun mendatang akan menjelma menjadi kota yang tidak kalah maju dengan sisi barat Cibubur saat ini. Menurutnya, potensi tersebut menjadi sebuah peluang untuk investasi properti.
“Saat ini perkembangan Cileungsi sebagai kawasan paling berkembang di koridor timur Cibubur sangat luarbiasa. Semua fasilitas penunjang kota yang dibutuhkan penghuni sudah tersedia. Dan jangan lupa, kawasan ini berkembang pesat karena didukung para pengembang besar,” kata bos perusahaan pengembang perumahan subsidi terbesar di Cileungsi yang mulai merambah ke segmen komersial tersebut.
Hal senada diungkapkan Sri Haryadi, General Manager Citaville Cibubur. Menurutnya, Cileungsi berpotensi menjadi seperti BSD atau The New BSD.
“Sekitar tahun 2005, kawasan BSD di Serpong itu hanya memiliki 2 akses tol, namun ketika akses tol baru lain mulai dibuka, perkembangan kawasan BSD melesat cepat sekali,” ungkapnya.
Infrastruktur Kota
Namun, kemajuan kawasan haruslah didukung infrastruktur penunjang lainnya rencana tata ruang kota yang lebih memadai termasuk ketersediaan moda transportasi massal.
Anton Sitorus menilai kawasan potensial dengan populasi kelas menengah produktif yang terus meningkat seperti di timur Cibubur membutuhkan dukungan fasilitas moda transportasi massal berbasis transit oriented development (TOD). Menurutnya, pemerintah perlu merealisasikan fasilitas transportasi massal di kawasan ini seperti KRL, LRT atau MRT.

Pemerintah dituntut peka dan mampu menangkap kebutuhan itu sebagai potensi yang besar, karena saat ini siklus pengembangan hunian di kawasan tersebut sedang bersinar. Artinya akan banyak pembangunan ke depan, dan itu bertautan erat dengan perkembangan populasi warga.

“Juga butuh masterplan kota yang mengakomodir kebutuhan itu, termasuk koordinasi aturan perizinan antar kabupaten/kota di kawasan timur Cibubur. Jangan sampai jalan sendiri-sendiri, karena nanti akan menganggu perkembangan kota. Secara populasi dan fasilitas, timur Cibubur ini layak sebagai kota satelit baru,” jelas Anton. (Rinaldi)