• 23 Jul, 2026

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk segera memulai pembangunan proyek strategis nasional Giant Sea Wall atau Tanggul Laut Pantai Utara (Pantura) Jawa guna melindungi kawasan Pantura Jawa dari ancaman rob dan iklim ekstrem.

Kepala negara mengatakan proyek tanggul laut menjadi salah satu infrastruktur paling vital yang harus segera diwujudkan pemerintah di bawah kepemimpinannya. Menurut Presiden Prabowo, proyek ini sejatinya telah masuk dalam perencanaan sejak tahun 1995, namun hingga kini belum berjalan.

“Saya ingin emphasize , saya ingin garisbawahi salah satu proyek infrastruktur yang sangat strategis dan sangat vital bagi kita untuk segera dilaksanakan adalah Giant Sea Wall atau tanggul laut Pantai Utara Jawa,” kata Presiden Prabowo pada Konferensi Internasional Infrastruktur 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (12/6).

Proyek tanggul laut tersebut direncanakan membentang sejauh 500 kilometer dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur, dengan estimasi total biaya pembangunan mencapai USD80 miliar dan pembangunan tahap awal di wilayah Teluk Jakarta diperkirakan membutuhkan waktu 8 hingga 10 tahun.

Presiden memperkirakan pembangunan sampai ke Jawa Timur kemungkinan membutuhkan waktu hingga 20 tahun. Tetapi mengutip pepatah kuno kepala negara menegaskan bahwa perjalanan 1.000 kilometer harus dimulai dari satu langkah. 

“Kita akan segera mulai itu,” tegas Presiden Prabowo.

Untuk mengawal proyek besar ini, Presiden Prabowo juga akan segera membentuk lembaga khusus bernama Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa. Pemerintah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung pendanaan proyek tahap awal di Teluk Jakarta.

“Khusus Teluk Jakarta kemungkinan biayanya USD8-10 miliar. Saya kira kita sendiri mampu. Saya sudah ketemu Gubernur DKI dan saya sudah kirim utusan. Saya bilang, DKI harus urunan, pemerintah pusat juga urunan. Jadi kalau butuh USD8 miliar katakanlah 8 tahun, berarti per tahun hanya USD1 miliar,” paparnya.

Prabowo turut menyatakan keterbukaan terhadap kerja sama internasional. Meski demikian, kepala negara menegaskan bahwa proyek akan tetap dimulai dengan kekuatan nasional.

“Kita tentu terbuka untuk perusahaan-perusahaan dari Tiongkok,  Jepang, Korea,  Eropa, dan dari Timur Tengah yang mau ikut silahkan. Tapi tunggu, karena Indonesia akan gunakan kekuatan sendiri dulu,” ujarnya.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menambahkan pembangunan Giant Sea Wall secara serius memang akan dilaksanakan di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. 

“Insyaallah ini akan terlaksana. Tapi mohon bersabar, karena anggarannya dari waktu ke waktu juga sangat terbatas dan ada prioritas sana-sini. Tapi bukan berarti kami diam, tidak. Insyaallah kami akan tetap berjuang bersama-sama menyelesaikan segala permasalahan rob ,” katanya.

Dia menambahkan, Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap penanganan rob di Pantura Jawa. Bahkan, sudah dicanangkan dalam visi dan misi Prabowo Subianto sebelum terpilih menjadi presiden periode 2024-2029. 

gws2.jpg
FOTO FOTO ISTIMEWA

“Kita sama-sama tahu bahwa banjir rob  ini sudah lama karena memang kondisi dunia sedang begini, suhu dunia sedang naik, perubahan iklim, dan penurunan tanah sehingga terjadi rob . Oleh karena itu, setelah dilantik Presiden Probowo langsung menginstruksikan kepada para menteri untuk memikirkan Giant Sea Wall dari Banten hingga Gresik,” tegasnya.

Pemerintah saat ini sedang menyiapkan pembentukan Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa sebagai upaya melindungi wilayah pesisir Pantura Jawa dari Jakarta sampai Semarang, termasuk Demak. Pembentukan badan otorita dinilai penting agar pembangunan Giant Sea Wall dapat terlaksana secara berkelanjutan. 

Lebih Proaktif

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan siap mendukung dan bersikap lebih proaktif dalam pembangunan proyek Giant Sea Wall, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Apa yang nanti menjadi keputusan pemerintah pusat, maka Pemprov DKI Jakarta akan ikut serta bahkan mungkin lebih proaktif,” tegas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo dikutip dari Antara, Rabu (18/6).

pramono-anung-dki.jpeg

Pemprov DKI telah melakukan berbagai persiapan, termasuk melakukan peninjauan langsung ke kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, guna melihat secara langsung rencana pembangunan tanggul laut tersebut.

Sebelumnya, juga telah dibangun tanggul mitigasi di kawasan Muara Angke untuk penanganan jangka menengah banjir rob .

Pramono menjelaskan tanggul tersebut akan memiliki panjang 1,4 kilometer dengan ketinggian lebih dari 2,5 meter. Sebagai perbandingan, elevasi kawasan Muara Angke saat ini berada di kisaran 1,8 meter.

 Pramono menargetkan pembangunan tanggul tersebut rampung pada Desember 2025. Dikatakan, proyek tersebut akan dilanjutkan tahun depan dengan penambahan panjang satu kilometer lagi, sehingga total panjang tanggul mencapai 2,4 kilometer.

Pembangunan tanggul ini adalah bagian dari dukungan Pemprov Jakarta terhadap proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau Giant Sea Wall yang dicanangkan pemerintah pusat. Segmen Giant Sea Wall yang menjadi tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta sebelumnya hanya sepanjang 12 kilometer, kini  diperluas menjadi 19 kilometer. (Teti Purwanti)

 

 

Teti Purwanti