• 21 Apr, 2026

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan infrastruktur dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2025. Terlebih, tahun ini lonjakan mobilitas pemudik diprediksi lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan kesiapan jalan tol, jalan nasional, serta fasilitas pendukung lainnya menjadi prioritas utama pemerintah guna memberikan pengalaman mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Kementerian PU juga telah melakukan pemetaan titik-titik rawan kepadatan dan potensi kendala di jalur mudik utama. Pun memastikan bahwa semua infrastruktur, baik jalan nasional maupun jalan tol, dalam kondisi optimal. 

“Berbagai perbaikan telah dilakukan jauh hari sebelumnya, termasuk peningkatan fasilitas di rest area serta optimalisasi jalur alternatif untuk mengurangi beban di jalur utama,” ujar Menteri Dody dalam keterangannya di Jakarta, baru-baru ini.

Selain memastikan kelayakan jalan, Kementerian PU juga bekerja sama dengan berbagai instansi untuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi risiko di titik-titik rawan kecelakaan dan bencana. Peningkatan penerangan jalan umum, pemasangan rambu-rambu lalu lintas, serta perbaikan jembatan menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.   

 

konektivitas4.jpg
FOTO FOTO ISTIMEWA

Menteri PU memastikan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan selama periode mudik berlangsung. Tim gabungan dari berbagai instansi akan dikerahkan untuk memastikan infrastruktur tetap dalam kondisi optimal, baik sebelum, selama, maupun setelah arus mudik dan arus balik Lebaran.  

“Jika ada kendala di lapangan, kami akan segera mengambil langkah perbaikan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” tegas Menteri Dody.   

Kebijakan Lintas Sektor

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pemerintah telah menyiapkan kebijakan lintas sektor guna memastikan kelancaran mudik tahun ini. Menurutnya, kesiapan infrastruktur harus didukung oleh optimalisasi moda transportasi dan sistem pemantauan berbasis data.   

“Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan layanan transportasi publik berjalan optimal. Tambahan jadwal penerbangan domestik, peningkatan kapasitas kereta api, serta optimalisasi layanan kapal penumpang di pelabuhan utama telah disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” jelas Menko AHY.   

Selain kesiapan infrastruktur dan moda transportasi, pemerintah juga akan menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA) mulai 24 Maret 2025. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas pada hari-hari menjelang Idul Fitri yang berdekatan dengan perayaan Nyepi.   

Pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension and Over Loading (ODOL), yang kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Sanksi tegas akan diberlakukan untuk memastikan kendaraan yang melintas di jalur mudik memenuhi standar keselamatan.   

Sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat, pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif, termasuk diskon tarif tol sebesar 20% di beberapa ruas jalan tol dan subsidi harga tiket pesawat domestik. Dengan adanya pengurangan PPN sebesar 6%, harga tiket pesawat domestik diperkirakan turun hingga 13–14%, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan transportasi yang terjangkau.  

Lakukan Peninjauan

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sempat meninjau perbaikan jalan di Jalur Pantai Utara (Pantura), tepatnya pada ruas Batas Kota Batang - Batas Kabupaten Kendal KM SMG 75+600, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (26/2). 

konektivitas3.jpg

Perbaikan jalan berlubang di jalur Pantura terus dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah (Jateng)-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2025.  

Menteri Dody mengatakan Jalur Pantura merupakan akses strategis yang berperan penting dalam arus mudik Lebaran, terutama sebagai alternatif Tol Trans Jawa. 

“Oleh karena itu, percepatan perbaikan jalan terus dilakukan agar jalur ini dapat digunakan secara optimal saat puncak arus mudik,” tegasnya.

  Namun secara umum, kondisi Jalan Pantura di Jawa Tengah dalam keadaan baik, meski masih terdapat beberapa titik yang sedang diperbaiki, termasuk ruas Losari (batas Jawa Barat) – Tegal – Pemalang – Pekalongan – Batang – Weleri – Kendal – Semarang.  

Menteri Dody turut melakukan peninjauan terhadap kesiapan infrastruktur jalan di Provinsi Banten jelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2025, Sabtu (1/3). Dia meninjau sejumlah titik strategis, termasuk Rest Area KM 43, ruas jalan tol KM 97, serta akses jalan menuju Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bandar Bakau Jaya, dan Pelabuhan Pelindo Ciwandan.   

Dia mengimbau Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) selaku pengelola ruas jalan tol Tangerang - Merak untuk memastikan seluruh fasilitas jalan tol dalam kondisi optimal. Hal ini terutama penting mengingat ruas jalan ini menjadi salah satu jalur utama yang menghubungkan pemudik menuju Pelabuhan Merak dan daerah sekitarnya.   

“Saya meminta agar kesiapan infrastruktur jalan tol Tangerang - Merak dipastikan dengan baik. Fasilitas di rest area juga harus dalam kondisi optimal, termasuk toilet, tempat parkir, dan fasilitas pendukung lainnya, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi para pemudik,” pesannya. (Teti Purwanti) 

Teti Purwanti