Konektivitas jalan tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) sepanjang 74 kilometer kini tersambung penuh, setelah PT Hutama Karya (Persero) membuka fungsional Seksi 1 Padang Tiji – Seulimeum mulai 7 Januari 2026. Seksi ini sempat terkendala operasionalnya karena masalah pembebasan lahan.
Pembukaan fungsional ditujukan untuk mendukung dan mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Aceh, sekaligus meningkatkan pelayanan lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Pembukaan fungsional ini diharapkan dapat memperlancar distribusi bantuan kemanusiaan, mempercepat waktu tempuh kendaraan tanggap darurat, serta memberikan jalur alternatif yang lebih aman dan efisien bagi masyarakat selama masa peningkatan mobilitas Nataru mendatang.
“Selama pembukaan fungsional, Hutama Karya secara aktif berkoordinasi dengan instansi terkait agar pengoperasian secara fungsional tetap mengutamakan aspek keselamatan di lapangan, mengingat ruas ini masih berada dalam tahap konstruksi,” ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah dalam keterangannya.
Meski pembukaan dilakukan terbatas, namun Hutama Karya memastikan ruas tetap aman untuk dilintasi karena telah dilakukan serangkaian persiapan matang sebelum dibuka, termasuk pemenuhan elemen keselamatan dan kesiapan operasional.

Seksi tol selama periode beroperasi fungsional akan dibuka dua arah dan diperuntukkan khusus hanya bagi kendaraan Golongan I, serta angkutan logistik yang membawa bantuan dan kebutuhan darurat bagi yang terdampak. Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan memastikan kendaraan yang melintas sesuai ketentuan, diberlakukan filtrasi di Interchange (IC) Seulimeum Jalur B (arah Seulimeum ke Padang Tiji) serta filtrasi di akses masuk Padang Tiji.
“Fungsional tol ini berlangsung pukul 08.00–18.00 WIB setiap harinya dengan akses dari Padang Tiji menuju Seulimeum dan sebaliknya, dan pengguna jalan tetap harus melakukan tapping kartu uang elektronik di gerbang tol,” tambahnya.
Berdasarkan evaluasi penerapan fungsional sebelumnya, Hutama Karya memastikan sejumlah langkah kesiapan telah dilakukan sebelum pembukaan fungsional ini, mulai dari pemasangan rambu tambahan, penempatan petugas siaga, hingga penguatan patroli di sepanjang jalur.
Hutama Karya mengimbau pengguna jalan untuk memperhatikan kondisi teknis di beberapa titik, di mana terdapat penyempitan lajur lambat pada area rawan gerusan serta titik-titik hazard lainnya. Seluruh area tersebut telah dilengkapi perambuan tambahan, penanda visual, serta pengawasan petugas guna menjaga keamanan pengguna jalan.
Selain itu, pengguna jalan juga diimbau memastikan kondisi fisik tetap prima dan tidak mengemudi dalam keadaan mengantuk, memastikan kendaraan laik jalan, mematuhi batas kecepatan maksimal 60 km/jam, menjaga jarak aman antar kendaraan, tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat, serta mengikuti seluruh rambu dan arahan petugas di lapangan.
“Fungsionalisasi ruas ini sebelumnya telah dikoordinasikan dengan stakeholder diantaranya Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), kepolisian daerah setempat dan instansi terkait lainnya untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas,” tegas Mardiansyah.
Konektivitas tol Sigli–Banda Aceh kini telah tersambung secara utuh dengan seksi lainnya hingga ke Baitussalam, sehingga ruas ini siap untuk dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar dalam menunjang mobilitas sehari-hari.
Tol Sibanceh terbagi dalam 6 seksi pengerjaan. Seksi 4 Indrapuri–Blang Bintang telah diresmikan pada tanggal 25 Agustus 2020, Seksi 3 Jantho–Indrapuri resmi beroperasi pada tanggal 26 Februari 2021, Seksi 2 Seulimeum–Jantho beroperasi pada tanggal 8 Maret 2022, serta Seksi 5 dan 6 yang menghubungkan Blang Bintang–Baitussalam resmi beroperasi pada tanggal 22 Juni 2023.
Jalan tol Sigli - Banda Aceh merupakan salah satu ruas utama ( backbone ) Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 2.998 km yang menyatukan akses jalan darat dari Lampung hingga Banda Aceh. Hutama Karya bertindak selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) jalan tol ini dengan nilai investasi sebesar Rp13,5 triliun dan PT Adhi Karya Tbk selaku kontrantor pelaksana.
Pacu Properti
Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Aceh, Mursal Fahmi mengatakan tersambungnya secara penuh jalan tol Sigli–Banda Aceh dipastikan akan memacu pertumbuhan titik-titik baru pengembangan properti khususnya hunian di Banda Aceh dan sekitarnya.
Saat ini, kawasan-kawasan yang menjadi incaran pengembang sebagai lokasi perumahan di sepanjang tol Sibanceh antara lain Cadek, Kajhu, Darussalam, Blang Bintang dan Lambaro.

“Semua daerah tersebut masuk dalam Kabupaten Aceh Besar, karena hampir semua pintu masuk dan keluar jalan tol berada di wilayah Aceh Besar,” ujarnya.
Sebagian besar lahan di wilayah tersebut masih berupa tambak yang terbengkalai, sawah yang tidak aktif, kebun dan tanah rawa. Harga pasaran tanahnya saat ini berkisar Rp200 ribu hingga Rp800 ribu per meter persegi.
Menurut Mursal, mayoritas rumah yang dibangun pengembang di sekitar tol Sigli-Banda Aceh masih didominasi perumahan bersubsidi yang banyak peminatnya dengan persentase hingga 70%. Sedangkan untuk di Sigli, diakuinya permintaan rumah belum tinggi.
“Karena jarak Sigli ke Banda Aceh hanya satu jam, sehingga masyarakat memilih beli rumah di sekitar Banda Aceh saja,” jelas Presiden Direktur MIKA Property Group tersebut. (Rinaldi)