Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) kembali memperoleh penghargaan dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) sebagai asosiasi pengembang perumahan dengan realisasi Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) terbanyak di tahun 2024.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait kepada Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto pada acara penandatanganan perjanjian kerjasama pembiayaan FLPP dan Tapera tahun 2025, serta Komitmen Bersama Sukseskan 3 Juta Rumah antara BP Tapera dengan 39 Bank Penyalur, 22 Asosiasi Pengembang Perumahan di Jakarta, Senin (23/12) lalu.

“Kami sangat mengapresiasi penghargaan dari BP Tapera ini. Penghargaan sebagai asosiasi pengembang dengan realisasi KPR FLPP terbanyak ini sekaligus memperteguh komitmen REI yang selalu siap mendukung program pemerintah di bidang perumahan terutama Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto ini,” kata Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto usai menerima penghargaan tersebut.
Menurutnya, dengan tantangan backlog perumahan yang semakin berat karena pada tahun 2045 penduduk Indonesia mencapai 318 juta jiwa, dan backlog kepemilikan rumah ( business as usual ) diproyeksikan akan mencapai 22,74 juta unit di 2045, maka hal itu menjadi tantangan serius bagi seluruh stakeholder perumahan.
“Kita bersama harus kompak dan perlu bahu-membahu,” tegas CEO Buana Kassiti Group itu.
Joko Suranto menyampaikan bahwa REI akan terus konsisten untuk menyukseskan program 3 juta rumah. Diantaranya dengan membentuk 8 satuan tugas (satgas) dalam mendukung program tersebut yakni Satgas Kementerian PKP, Satgas Tapera, Satgas Perbankan, Satgas Kemenkeu, Satgas ATR-BPN, Satgas PLN, Satgas Lingkungan Hidup, dan Satgas Kemendagri.
REI juga mendorong pemerintah dan BP Tapera untuk memastikan anggaran rumah subsidi tahun 2025 minimal berada di kisaran 300 ribu hingga 350 ribu unit rumah.
Selain asosiasi pengembangan perumahan, BP Tapera juga memberikan apresiasi kepada bank penyalur FLPP dan Tapera. Kategori bank penyalur FLPP dengan kontribusi penyaluran tertinggi dicapai oleh Bank BTN sebanyak 114.853 unit diikuti oleh Bank BTN Syariah sebanyak 33.107 unit rumah dan Bank BRI sebanyak 16.196 unit rumah.
Untuk kategori bank penyalur FLPP dengan pertumbuhan unit tertinggi secara year on year (tahun ke tahun) diperoleh oleh Bank Mandiri dengan pertumbuhan sebesar 941 unit. Diikuti oleh BPD Sumselbabel sebesar 447 unit rumah dan BPD Jawa Barat dan Banten sebesar 415 unit rumah.

Kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD) konvensional dengan kontribusi penyaluran FLPP tertinggi tahun 2024 diperoleh oleh BPD Jawa Barat dan Banten sebanyak 4.628 unit. Diikuti posisi kedua oleh BPD SUmselbabel sebanyak 2.357 unit dan terakhir BPD Jambi sebesar 820 unit rumah.
Untuk kategori BPD syariah dengan kontribusi penyaluran FLPP tertinggi tahun 29024 jatuh kepada BPD BJB Syariah sebanyak 2.981 unit, dilanjutkan BPD Sumselbabel Syariah sebanyak 1.478 unit rumah dan BPD Kalimantan Selatan Syariah sebanyak 686 unit rumah.
Kategori untuk bank penyalur pembiayaan Tapera dengan kontribusi penyaluran tertinggi tahun 2024, diperoleh Bank BTN sebanyak 3.634 unit rumah, diikuti Bank BRI sebanyak 724 unit rumah dan terakhir Bank BTN Syariah sebanyak 709 unit rumah.
Kategori selanjutnya untuk bank penyalur pembiayaan tapera berdasarkan achievement komitmen tahun 2024 jatuh kepada, BPD Kalsel Syariah sebesar 168%, diikuti BPD Kalsel sebesar 123% dan terakhir BPD BJB sebesar 112%.
Penghargaan juga diberikan untuk tingkat keterhunian terbaik dari sepuluh bank penyalur tertinggi FLPP tahun 2024 yang diberikan kepada Bank Mandiri sebanyak 96,21%, diikuti Bank BTN Syariah sebanyak 93,50% dan peringkatkan terakhir diperoleh Bank BNI sebesar 92,89%.
Dukungan Bank Penyalur
Direktur Consumer Bank BTN, Hirwandi Gafar menyampaikan apresiasi kepada BP Tapera sebagai salah satu mitra dengan penyaluran KPR FLPP terbesar. Dia menyampaikan BTN mendukung program KPR Sejahtera FLPP dan Pembiayaan Tapera dengan terus memberikan masukan terhadap kebijakan – kebijakan terkait perumahan.
“Demi mewujudkan program perumahan khususnya perumahan subsidi yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Direktur Jaringan & Retail Banking Bank Mandiri, Aquarius Rudianto, menyampaikan komitmen bank tersebut untuk menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dengan berfokus dalam pembentukan ekosistem pembiayaan perumahan secara end to end .
Sementara Direktur Sales & Distribution Bank BSI, Anton Sukarna menyampaikan dukungannya terhadap program Tapera dan menunjukkan komitmen kuat dalam menyediakan solusi perumahan yang terjangkau bagi MBR sebagai mitra strategis,
Direktur Network & Services BNI, Ronny Venir dan Division Head Consumer Sales Management 2 BRI, Madya Januar, akan terus mendukung program KPR Subsidi FLPP dan Tapera serta berkomitmen mensukseskan program 3 juta rumah dengan berkolaborasi bersama pemerintah, BP Tapera, asosiasi pengembang perumahan dan stakeholder lainnya.
“Melalui pemberian penghargaan ini, diharapkan dapat menjadi motivasi seluruh bank penyalur pembiayaan KPR Sejahtera FLPP dan Tapera untuk dapat mewujudkan rumah layak huni bagi masyarakat secara optimal dan ikut serta dalam meningkatkan kesejahteraan Masyarakat,” kata Ronny Venir.
BP Tapera ditargetkan oleh pemerintah tahun 2025 menyalurkan dana FLPP sebesar 220 ribu unit rumah senilai Rp 28,2 triliun, sedangkan pembiayaan Tapera sebanyak 14.200 unit rumah dengan skema eksisting 75%:25% antara BP Tapera dengan bank penyalur.
Selain itu, BP Tapera juga bersama perbankan dalam pembahasan porsi penyaluran dan suku bunga tiering, dimana dapat berpotensi meningkatkan target penyaluran di atas 300.000 unit rumah di tahun 2025. (Rinaldi)