Ketua Umum AREBI, Lukas Bong mengungkapkan di semester pertama kemarin sebenarnya pasar properti khususnya hunian cukup bagus, tetapi memang banyak waktu yang terpotong karena adanya liburan Lebaran, libur anak sekolah, dan juga pemilihan umum.
“Di semester kedua ini situasinya akan lebih baik dengan adanya pemerintahan baru. Mudah-udahan ada juga kementerian khusus perumahan, sehingga sektor properti kembali menemukan boomingnya,” ungkap Lukas Bong yang dihubungi, baru-baru ini.
Tidak hanya penjualan rumah yang meningkat di semester I-2024 lalu, namun Lukas menyebut bahwa hunian sewa termasuk untuk ekspatriat mulai bertumbuh. Menurutnya, saat ini sudah banyak ekspatriat yang kembali ke Indonesia dan kembali menyewa rumah.
“Memang ada perubahan pola dibandingkan sebelum masa pandemi, ada yang masih coba-coba namun rata-rata minimal ambil setahun,” jelasnya.
Lukas mengatakan, untuk apartemen sewa atau rumah sewa eskpatriat masih didominasi daerah CBD Jakarta dan Jakarta Selatan.
Adanya lonjakan minat ekspatriat terhadap unit apartemen sewa diungkapkan pula oleh Colliers Indonesia. Perusahaan konsultan dan riset properti itu mencatat, minat ekspatriat yang tinggi membuat harga sewa apartemen di kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) Jakarta turut naik.
Menurut data Collers Indonesia, ada kenaikan harga sewa pada kuartal II-2024, meski tidak terlalu signifikan. Kenaikan terjadi karena stok rumah bagi ekspatriat di CBD kian terbatas sehingga harganya pun melonjak naik.