Pemerintah Thailand mengkaji kenaikan porsi kepemilikan bagi orang asing di hunian kondominium dari 49% menjadi 75%. selain itu, Thailand juga menjajaki perpanjangan masa sewa tanah bagi orang asing hingga 99 tahun, dari yang berlaku saat ini selama 30 tahun.
Hal itu memicu banyak kritik di dalam negeri karena dianggap “menjual” negara kepada asing. Tetapi langkah ini dinilai akan mendongkrak pasar properti termasuk permintaan kondomium di Negara Gajah tersebut. Pemerintahan Thailand bersikukuh untuk menerapkan langkah “berani” ini untuk meningkatkan sektor properti karena penjualan unit dan lahan baru di negara tersebut masih lesu.
“Ini soal sewa jangka panjang, bukan menjual tanah. Itu tidak ada hubungannya dengan menjual negara kita,” tegas Perdana Menteri Thailand Sretha Thavisin dikutip dari Business Times, baru-baru ini.
Menurutnya, peningkatan kuota bagi orang asing tidak akan berdampak pada hak suara kondominium yang lebih tinggi, yang akan dibatasi hingga 49%. Diperkirakan ada 213.000 unit hunian termasuk 85.000 unit kondominium yang saat ini tersedia di seluruh Bangkok dan sekitarnya, dengan nilai mencapai 44 miliar dolar Singapura atau sekitar 1,2 triliun baht.
Penjualan kondominium kepada warga negara asing di Thailand dianggap menjadi solusi terbaik., Pasalnya, penjualan kondominium kepada warga asing melonjak 25% pada tahun lalu menjadi 14.449 unit senilai 73,2 miliar baht. Adapun pembelinya dikuasai oleh dengan warga Tiongkok dan Rusia.
Sekitar 41% kondominium dijual di Provinsi Chonburi, yang merupakan lokasi sejumlah pantai dan kawasan industri. Sementara Bangkok, ibu kota Thailand dan pintu gerbang bagi jutaan wisatawan menyumbang 38% dari penjualan apartemen.
“Kepemilikan asing yang lebih tinggi akan mendorong permintaan, terutama di destinasi wisata populer,” kata Phattarachai Taweewong, Direktur Riset Colliers Thailand.
Sementara itu, memperpanjang masa sewa dapat mengurangi biaya lahan dan menarik lebih banyak pengembang. Jangka waktu sewa selama 30 tahun dinilai terlalu singkat bagi investor asing.
Namun Presiden Badan Urusan Real Estat, Sopon Pornchokchai, menentang mengizinkan orang asing memiliki 75% kepemilikan sebuah kondominium. Dia mengatakan investor asing harus membeli unit dengan harga setidaknya 10 juta baht per unit, dan harus menyimpannya setidaknya selama tiga tahun, agar tidak berdampak pada pembeli lokal.
“Jika pemerintah mendorong perubahan ini, mereka juga harus menaikkan pajak terhadap pembeli asing,” tegas dia.