Sektor industri properti di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring dinamika situasi ekonomi nasional dan kondisi global. Untuk itu, diperlukan inovasi, kolaborasi lintas sektor, serta kemitraan yang solid.
Pemangku kepentingan berperan strategis mendorong pertumbuhan industri properti yang inklusif.
“Kami mengajak seluruh stakeholder , baik pemerintah daerah, lembaga keuangan, hingga investor untuk aktif menjalin kemitraan strategis,” tutur Ketua Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Kalimantan Barat, Baharudin, pada Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI REI Kalbar, di Kabupaten Kubu Raya, Rabu, 18 Juni 2025.
Baharudin menuturkan, pihaknya siap berperan sebagai garda terdepan dalam mendukung program pembangunan perumahan rakyat, termasuk penyediaan rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). “Kami berkomitmen tidak hanya pada pembangunan rumah komersial. Tapi, kami juga memastikan tersedianya akses perumahan layak bagi kalangan MBR,” ujarnya.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar, Ignasius IK, yang hadir pada Pembukaan Musda XI REI Kalbar, menjelaskan bahwa pembangunan perumahan di wilayah memerlukan pendekatan yang terintegrasi, inovatif dan berkelanjutan.
“Saat ini Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kalbar berjumlah 168.623 unit. Sedangkan backlog (kesenjangan antara pasokan dengan kebutuhan) rumah mencapai 243.794 unit,” tegasnya.
Menurut Ignasius, penyediaan hunian layak merupakan prioritas yang dituangkan dalam misi mewujudkan pembangunan dan peningkatan infrastruktur Kalbar yang adil dan berkelanjutan.
“Kami memahami bahwa komitmen ini tidak dapat dijalankan oleh pemerintah daerah semata. Sinergi dan kolaborasi lintas sektor, antara pemerintah, pengembang properti, sektor perbankan, akademisi, pemerhati, hingga masyarakat, menjadi kunci keberhasilan,” kata Ignasius.

Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, menyoroti angka backlog nasional yang saat ini mencapai 9,9 juta unit, dengan 70% MBR mengalami kendala administratif di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). SLIK OJK ini dulunya adalah BI Checking.
“Tanpa terobosan regulasi dan kolaborasi menyeluruh, angka backlog ini akan terus jadi bom waktu sosial,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto. Dia menyoroti problem pinjaman online (pinjol) yang memicu kinerja SLIK calon debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi.
“Banyak warga sudah lunas. Tapi tetap tak lolos SILK OJK. Padahal OJK sudah bilang tidak ada sanksi. Masalahnya di perbankan. Kalau ini tidak diselesaikan, MBR tak akan pernah bisa beli rumah,” tegas Sukiryanto.
Rumah Atlet
Salah satu rangkaian kegiatan Musda XI REI Kalbar diisi dengan panggung apresiasi terhadap prestasi membanggakan atlet speed climbing asal Kalbar, Veddriq Leonardo, yang sukses mengharumkan nama Indonesia di panggung Olimpiade Paris 2024.
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi atlet itu, REI memberikan hadiah berupa satu unit rumah kepada Veddriq, yang diserahkan secara simbolis dalam Welcome Dinner Musda XI REI Kalbar yang diadakan di Kabupaten Kubu Raya, Selasa, 17 Juni 2025.

“Veddriq adalah kebanggaan Kalbar dan Indonesia. Hadiah ini adalah bentuk nyata bahwa prestasi tinggi harus mendapat tempat di tanah kelahirannya sendiri,” ucap Ketua Umum REI, Joko Suranto disambut tepuk tangan meriah.
Saat penyerahan kunci rumah secara simbolis, Ketua Umum REI sempat menanyakan apa perasaan Veddriq saat momen kemenangannya di Paris.
“Itu adalah momen yang sangat membanggakan sekaligus mengharukan bagi saya. Sebab saya bisa melihat bendera Merah Putih dikibarkan di panggung kemenangan Olimpiade Paris. Segala lelah selama saya berlatih, terbayarkan dengan kemenangan itu,” pungkasnya. (Oki Baren)