• 21 Apr, 2026

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menilai situasi arus mudik/balik Lebaran tahun 2025 lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Infrastruktur jalur mudik juga lebih siap, sehingga mendukung arus mudik/balik Lebaran yang lebih ramai lancar, aman, dan terkendali.

“Alhamdulillah, sepintas lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga mendapat apresiasi dari Bapak Presiden saat kami mendampingi beliau kemarin pada acara panen raya di Majalengka,” kata Menteri PU Dody Hanggodo pada kegiatan Halal Bihalal di Auditorium Kementerian PU, Selasa (8/4).

Menteri PU menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai Kementerian PU, khususnya yang ada di balai besar/balai dalam mempersiapkan infrastruktur dalam mendukung arus mudik/balik Lebaran 2025. 

"Saya secara pribadi mengucapkan Terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman di balai maupun balai besar  yang telah berkenan bergotong royong mendirikan posko di seluruh Indonesia. Alhamdulillah, banyak memberikan manfaat bagi masyarakat yang melakukan mudik Lebaran,” ungkap Menteri Dody.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak, baik Korlantas Polri maupun Kementerian Perhubungan bahwa pemerintah telah resmi memberhentikan rekayasa lalu lintas berupa one way nasional untuk menopang arus balik Lebaran 2025 di tol Trans Jawa yang mengarah ke Jakarta. 

Sementara itu, berdasarkan data PT Jasa Marga (Persero) Tbk. tercatat sebanyak 2.167.702 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) pada H-10 hingga H+2 libur Idulfitri 1446H/Lebaran 2025. Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama (menuju arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (menuju arah Bandung), GT Cikupa (menuju arah Merak), dan GT Ciawi (menuju arah Puncak).

jalan-tol4.jpeg
FOTO-FOTO ISTIMEWA

Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabodetabek tersebut mengalami kenaikan 28,1% jika dibandingkan dengan lalin normal (1.692.140 kendaraan) atau naik 0,6% dari lalin Lebaran 2024 pada periode yang sama (2.154.173 kendaraan).

Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabodetabek menuju ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 1.208.651 kendaraan (55,8%) menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 537.347 kendaraan (24,8%) menuju arah Barat (Merak), dan 421.704 kendaraan (19,4%) menuju arah Selatan (Puncak).

Sedangkan jumlah kendaraan yang kembali ke Jabodetabek pada H+1 hingga H+5 liburan Idulfitri 1446H tercatat sebanyak 1.454.010 kendaraan.

Total volume lalin yang kembali ke wilayah Jabodetabek ini meningkat 50,1% jika dibandingkan lalin normal (968.414 kendaraan). Untuk distribusi lalu lintas kembali ke Jabodetabek dari tiga arah yaitu dengan mayoritas sebanyak 831.107 kendaraan (57,2%) dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 330.759 kendaraan (22,7%) dari arah Barat (Merak), dan 292.144 kendaraan (20,1%) dari arah Selatan (Puncak). 

Corporate Communication and Community Development Group Head  Jasa Marga, Lisye Octaviana menambahkan, jumlah kendaraan yang kembali ke Jabodetabek tersebut sudah mencapai 63,4% dari prediksi arus balik sebesar 2,2 juta kendaraan pada periode H+1 hingga H+10 libur Idulfitri 1446H dari empat gerbang tol utama. 

“Pada Minggu 6 April 2025 (puncak arus balik), lalu lintas yang kembali ke Jabotabek di empat gerbang tol utama tercatat 259.785 kendaraan, meningkat sebesar 51,6% dari lalu lintas normal (171.381 kendaraan),” ungkapnya.

Aplikasi Jasa Marga

Guna mendukung arus mudik dan balik libur Lebaran 2025, Jasa Marga melalui anak usahanya PT Jasamarga Japek Selatan (JJS) telah membuka jalur fungsional segmen Sadang-Bojongmangu Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan sepanjang 31,25 km. 

Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi perjalanan pengguna jalan dari arah Selatan (Bandung) menuju wilayah Jabodetabek, khususnya bagi pemudik dari Jalan Tol Cileunyi-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) yang menuju Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta.

jalan-tol6.jpg

Direktur Utama PT JJS, Charles Lendra, menambahkan bahwa jalur fungsional ini dirancang untuk membantu mengurangi kepadatan di Simpang Susun Dawuan KM 66 B, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas dari arah Trans Jawa dan arah Bandung.

Untuk memudahkan transisi rute, jalur fungsional telah dilengkapi dengan rambu petunjuk yang dipasang mulai dari 1 km, 500 m, hingga 200 m sebelum akses masuk ke jalur fungsional di Ramp 8 (KM 77B Jalan Tol Cipularang arah Jakarta). 

“Tak hanya itu, jalur fungsional Japek II Selatan juga telah dilengkapi dengan rambu petunjuk yang memadai,” sebutnya.

Selain itu, penggunaan jalur fungsional ini tidak dikenakan tarif tambahan. Pengguna jalan tetap membayar tarif di Gerbang Tol (GT) Kutanegara sementara sesuai ketentuan untuk Jalan Tol Cipularang dan Jalan Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi). 

Jasa Marga menghadirkan inovasi digital guna mendukung kelancaran arus kendaraan pada periode Libur Idulfitri 1446H/2025 melalui aplikasi Travoy. Sebagai asisten digital perjalanan, Travoy hadir untuk mendukung kelancaran perjalanan para pemudik selama puncak arus mudik maupun balik Lebaran.

Melalui upgrade pada super-app  Jasamarga Integrated Digitalmap (JID), yang berperan sebagai decision support system untuk kebijakan rekayasa lalu lintas, Travoy dapat menyajikan informasi secara real-time

Fitur Travoy Journey memberikan gambaran lengkap pilihan rute, mulai dari detail tarif tol, pemantauan kondisi jalan melalui CCTV real-time , hingga informasi mengenai titik dan fasilitas rest area serta update kondisi lalu lintas terkini. Hal ini memungkinkan pemudik merencanakan perjalanan dengan lebih baik dan efisien.

Dalam upaya meningkatkan layanan pemantauan lalu lintas, teknologi kecerdasan buatan (AI) telah diterapkan di beberapa titik CCTV di jalan tol Jasa Marga Group. Tidak hanya berfungsi untuk memantau kondisi lalu lintas, CCTV ini juga menghitung jumlah kendaraan yang melintas dan mendeteksi gangguan atau perlambatan di ruas tol. 

Informasi yang diperoleh kemudian diintegrasikan ke dalam platform JID. Selain itu, dengan dukungan teknologi machine learning melalui sistem TransiFlow for TrafficPro (TF-TP), JID mampu menggabungkan data historis dan data real-time untuk menghasilkan prediksi volume lalu lintas per jam selama 24 jam ke depan. (Teti Purwanti)

 

Teti Purwanti