Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Riau diharapkan terus berkontribusi dalam program penyediaan hunian bagi masyarakat di Bumi Lancang Kuning. Semangat kebersamaan harus dijunjung tinggi demi suksesnya Program 3 Juta Rumah yang telah dibuat oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Program 3 juta rumah adalah program pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi Riau tentunya siap mendukung sesuai kewenangan yang kita miliki di daerah. Intinya kita akan dukung," ucap Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Provinsi Riau, Tengku Zul Efendi, saat Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XIII REI Riau Tahun 2024, di Pekanbaru, Kamis, 21 November 2024.
Tengku Zul Efendi berharap agar pengurus REI Riau masa bakti 2024-2027 bisa berperan sebagai mitra Pemprov Riau guna mendukung program pembangunan perumahan di daerah. “Kita berharap agar pengurus hasil musda kali ini bisa mendukung program pemerintah sesuai yang sudah dicanangkan oleh pemerintah pusat,” tukasnya.
Ketua REI Riau terpilih, Elvi Syofriadi menjelaskan, untuk mewujudkan Program 3 Juta Rumah memang tidak semudah membalik telapak tangan. Anton, sapaan karib Ketua REI Riau yang kembali terpilih secara aklamasi itu menuturkan, semangat kebersamaan menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan tersebut.
“Semangat kebersamaan menjadi kunci keberhasilan dalam upaya menyelesaikan setiap tantangan yang ada. Melalui kebersamaan di internal pengurus REI Riau juga akan menghasilkan kualitas pelayanan yang terbaik bagi anggota REI sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat,” tukasnya.

Ketua Umum REI Joko Suranto yang hadir dalam pembukaan musda mengatakan, pentingnya pengelolaan organisasi secara profesional menjadi hal mutlak untuk dapat berkembang secara optimal. Organisasi yang dikelola dengan baik akan membawa manfaat besar bagi masyarakat serta anggotanya.
“Saat ini kontribusi sektor properti terhadap pendapatan asli daerah (PAD) mencapai 35% hingga 55%. Program 3 Juta Rumah dari Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum strategis untuk peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional,” kata Joko Suranto.
Hasil penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) tahun 2023 lalu menyebut, sektor properti, realestat dan konstruksi telah menyumbangkan senilai Rp2.349 triliun hingga Rp2.865 triliun per tahun atau setara dengan 14,63 persen hingga 16,30 persen terhadap PDB.
“Kini ada peluang emas karena dukungan dari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui kebijakan dan anggaran untuk sektor perumahan. REI harus bisa membangun relasi yang lebih baik dengan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan Program 3 Juta Rumah, Ketua Umum REI Joko Suranto menegaskan, pelaksanaan program ini tidak hanya memberikan akses bagi masyarakat untuk memiliki rumah. “Program ini sekaligus dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, regional, dan nasional. Program 3 Juta RUmah juga bermanfaat untuk menyerap tenaga kerja, menurunkan tingkat stunting serta menekan angka kemiskinan di daerah,” ujar Joko Suranto.
Relaksasi Regulasi
Ketua DPD REI Riau Anton menambahkan, pihaknya berkomitmen mendukung program nasional tersebut. Pelaksanaan Program 3 Juta Rumah diyakini dapat memacu roda ekonomi di tiap daerah sehingga pendapatan asli daerah dari sektor properti akan ikut bergerak.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa mempermudah atau merelaksasi setiap regulasi yang ada. Hal ini bertujuan agar pelaku usaha di sektor properti bisa berinvestasi dan membangun dengan lebih mudah di Provinsi Riau dan akan memberi manfaat yang luar biasa bagi pengembangan daerah,” ucapnya.
Selain itu, Elvi juga menyinggung rencana pengembangan kantor sekretariat DPD REI Riau yang saat ini sedang dalam proses renovasi. "Kami berharap dalam tiga tahun ke depan, pembangunan sekretariat yang sedang direnovasi bisa selesai sesuai jadwal. Fasilitas kantor yang lebih representatif nantinya diharapkan bisa memfasilitasi kebutuhan anggota REI Riau secara lebih paripurna," pungkasnya. (Oki Baren)