• 09 May, 2026

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menargetkan penyaluran KPR Sejahtera FLPP tahun 2026 mencapai 285 ribu hingga 350 ribu unit rumah dengan total dana Rp37,1 triliun. Penyaluran dan pencairan KPR FLPP direncanakan sudah dapat dilakukan pada Januari 2026.

Untuk mengejar penyaluran di awal tahun 2026, BP Tapera gerak cepat (gercep) dengan melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan 43 Bank Penyalur untuk penyaluran KPR Sejahtera FLPP bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tahun 2026 di Kantor BP Tapera, Menara Mandiri 2 Jakarta, pada 23 Desember 2025.

Penandatangan secara seremonial diwakili oleh 10 bank penyalur dana FLPP tertinggi dan satu perwakilan bank swasta. Ke-43 bank penyalur terdiri dari 5 bank Himbara, 4 bank swasta dan 33 Bank Pembangunan Daerah (BPD). Bank-bank tersebut yakni BTN, BTN Syariah (kini bernama BSN), BRI, BNI, Mandiri, BSI, BPD Jawa Barat dan Banten, BPD Jawa Barat dan Banten Syariah (BPD BJB Syariah), BPD Sumsel Babel, BPD Sumsel Babel Syariah, dan Bank Nobu. 

lapsus1bb-1.jpg
FOTO FOTO ISTIMEWA

Sedangkan sisanya 33 bank lainnya mengikuti secara daring yaitu BPD Jawa Tengah, BPD Jawa Timur, BPD Jawa Tengah Syariah, Bank Mega Syariah, BPD Jambi, BPD Kalimantan Selatan Syariah, BPD Sumatra Utara, BPD Sulselbar Syariah, BPD Sulselbar, BPD Jawa Timur Syariah, BPD Riau Kepri Syariah, BPD Kalimantan Tengah, Bank Nagari, BPD Aceh, BPD NTB Syariah, BPD Kalimantan Barat, BPD Kalimantan Timur. 

Selanjutnya BPD Kalimantan Selatan, BPD NTT, BPD Sumatra Utara Syariah, BPD Kalimantan Barat Syariah, Bank Nagari Syariah, BPD Jambi Syariah, BPD DIY, BPD Sulawesi Tengah, BPD Papua, BPD Bengkulu, Bank Artha Graha Internasional, BPD Sulawesi Tenggara, BPD Sulawesi Utara Gorontalo, Bank Jakarta dan Bank Jakarta Syariah.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengatakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan 43 Bank Penyalur di akhir tahun 2025 dilakukan sebagai langkah strategis percepatan penyaluran KPR Sejahtera FLPP di tahun 2026, sehingga memastikan realisasi target dan optimalisasi layanan kepada MBR.

“BP Tapera berupaya mempercepat realisasi program FLPP untuk mendukung penyediaan rumah layak bagi MBR sesuai amanat pemerintah. Hal itu dilakukan melalui percepatan pencairan di awal tahun (sejak Januari 2026) dan perpanjangan batas waktu pencairan di akhir tahun,” ungkapnya kepada wartawan.

Sementara di tahun 2025, optimalisasi penyaluran FLPP dilakukan melalui penyampaian surat informasi kepada seluruh bank penyalur untuk memastikan kelancaran dan percepatan penyaluran SBUM serta KPR FLPP sesuai target tahun anggaran 2025. 

heru-bp-tapera.jpg

Diantaranya dengan kebijakan pengajuan pembayaran SBUM ditetapkan paling lambat 29 Desember 2025 pukul 12:00 WIB dan pengajuan pencairan dana FLPP ditetapkan paling lambat 30 Desember 2025 pukul 12:00 WIB.

Hingga 22 Desember 2025, penyaluran dana FLPP telah mencapai 270.985 unit rumah sebesar Rp33,66 triliun. Penyaluran dana ini disalurkan melalui 39 bank penyalur dengan rumah yang dibangun oleh 8.058 pengembang yang terdiri dari 13.118 perumahan yang tersebar di 33 provinsi di 401 kabupaten/kota.

Masih terdapat pula potensi demand (permintaan) sebanyak 76.598 calon debitur yang saat ini sedang dalam proses pemberkasan, menunggu keputusan kredit, serta menunggu ketersediaan rumah siap huni. 

Sepanjang 2025, Bank BTN masih tercatat sebagai bank penyalur FLPP tertinggi dengan realiasi 128.608 unit rumah subsidi. Di posisi kedua diikuti Bank BTN Syariah (Bank Syariah Nasional) yang menyalurkan FLPP untuk 59.463 unit. 

lapsus1cc.jpg

Lalu berturut-turut Bank BRI (31.645 unit); Bank BNI (14.179 unit); dan Bank Mandiri (10.591 unit); Bank Syariah Indonesia (4.062 unit); BPD Jawa Barat dan Banten (3.915 unit); BPD BJB Syariah (2.660 unit); BPD Sumsel Babel (2.430 unit); dan BPD Sumsel Babel Syariah (1.695 unit). 

Dana FLPP tahun 2026 sebesar Rp37,1 triliun berasal dari anggaran DIPA sebesar Rp25,1 triliun dan dari pengembalian pokok sebesar Rp10,4 triliun yang digulirkan kembali serta saldo awal tahun 2026 sebesar Rp1,6 triliun. 

Dukungan Perbankan

Posisi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sebagai bank penyalur KPR Sejahtera FLPP tertinggi masih tak tegoyahkan. Total realisasi BTN di tahun 2025 mencapai 128.608 unit rumah atau setara 46,7% dari total penyaluran nasional sebanyak 270.985 unit hingga 22 Desember 2025. 

Sementara anak usaha BTN yakni PT Bank Syariah Nasional (dulu BTN Syariah) menjadi penyalur terbesar kedua dengan total realisasi penyaluran sebanyak 59.463 unit. Secara total, penyaluran oleh BTN dan BSN mencapai 188.071 hingga 22 Desember 2025. 

Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar mengatakan, BTN berkomitmen untuk mengoptimalisasi penyaluran KPR FLPP pada 2026 seiring dengan berbagai upaya yang dilakukan selama ini dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang diusung pemerintah.

“Di 2026, BTN akan memperkuat fungsi intermediasinya termasuk melalui kerja sama dengan berbagai institusi dan korporasi yang memiliki jumlah karyawan yang masif,” ujar Hirwandi.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI juga menegaskan komitmennya mendukung agenda perumahan nasional dengan memperluas penyaluran KPR FLPP.  Di tahun 2026, BNI kembali memperoleh mandat penyaluran 17.356 unit KPR FLPP, setelah menandatangani perjanjian kerja sama di kantor BP Tapera pada 23 Desember lalu. 

Direktur Network & Retail Funding BNI, Rian Eriana Kaslan mengatakan penugasan tersebut merupakan kesinambungan peran BNI sebagai agen pembangunan di sektor perumahan. 

“Dengan jaringan BNI yang tersebar nasional, kami optimistis penyaluran FLPP 2026 dapat berjalan tepat sasaran, prudent , dan memberi kemudahan bagi MBR memiliki rumah pertama,” ungkapnya. (Rinaldi)

Muhammad Rinaldi