• 05 Jun, 2026

Target kuota FLPP resmi ditingkatkan menjadi 350.000 unit untuk tahun anggaran 2025, dari sebelumnya 220.000 unit. Kebijakan ini diikuti dengan penambahan alokasi target kuota penyaluran bagi bank-bank penyalur KPR FLPP.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengungkap telah menerima tambahan alokasi kuota Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) sebanyak 220.000 unit untuk disalurkan pada tahun 2025. Penambahan kuota semakin menegaskan peran strategis BTN dalam program pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

BTN memperoleh alokasi tambahan menjadi 220.000 unit, atau naik dari kuota yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 158.301 unit. Kuota baru tersebut terdiri dari skema konvensional sebanyak 160.000 unit dan skema syariah sebanyak 60.000 unit.

Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, mengatakan BTN menyambut baik langkah ini dan menyatakan siap mempercepat penyaluran kredit bersubsidi, baik dengan skema konvensional maupun skema syariah.

hirwandi-gafar.jpg

“Kami telah menyiapkan berbagai instrumen pembiayaan dari sisi supply  dan demand , termasuk memperkuat digitalisasi layanan agar masyarakat semakin mudah mendapatkan akses KPR subsidi,” kata Hirwandi dalam sebuah diskusi, baru-baru ini.

 

BTN misalnya terus berinovasi lewat aplikasi digital Bale by BTN yang terintegrasi dengan fitur Bale Properti, sehingga masyarakat dapat mencari hunian, mengajukan KPR konvensional maupun syariah, serta memantau prosesnya secara daring —tanpa harus datang ke kantor cabang. Menurut Hirwandi, sekarang pengajuan KPR subsidi lebih mudah dan cepat, karena semua layanan telah dapat diakses secara online.

bank1-2.jpg

Sebelum adanya penyesuaian kuota, alokasi nasional FLPP 2025 adalah 220.000 unit, dimana BTN mendapat porsi sebanyak 158.301 unit (terdiri dari 122.834 unit konvensional dan 35.467 unit syariah). Namun sejak 23 Juli 2025, kuota FLPP nasional dinaikkan menjadi 350.000 unit, sehingga alokasi kuota BTN ditambah menjadi 220.000 unit.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) telah menggandeng BTN dan BP Tapera dalam mendukung program pembiayaan KPR FLPP. Hal itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama Komitmen Dukungan Program Pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Bank BTN Kuningan, Jakarta, pertengahan Juni 2025 lalu.

“BTN paling banyak mendukung pembiayaan untuk rumah subsidi," ujar Menteri PKP, Maruarar Sirait.

bank4-1.jpeg
FOTO FOTO ISTIMEWA

Dukungan Perbankan

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI juga berkomitmen menyalurkan tambahan kuota KPR FLPP pada tahun 2025. Komitmen ini diresmikan melalui penandatanganan MoU Kuota Penyaluran dan Akad Massal 1.000 Nasabah KPR Subsidi yang berlangsung di Menara BRILiaN, Jakarta, Selasa (5/8).

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebutkan pada tahun anggaran 2025 BRI dipercaya menyalurkan KPR FLPP sebanyak 25.000 unit, atau meningkat 7.300 unit dibandingkan kuota sebelumnya sebanyak 17.700 unit.

“Penambahan kuota ini menjadi bagian dari dukungan BRI terhadap program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah untuk menyediakan hunian yang layak, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat. Kami berharap MoU dan akad massal ini dapat membantu mengurangi backlog  kepemilikan rumah di Indonesia.,” ungkapnya.

Guna mempercepat realisasi penyaluran tersebut, akad massal dilakukan serentak oleh 1.000 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di 75 kantor cabang BRI di seluruh Indonesia, bersama notaris dan pengembang perumahan subsidi mitra BRI. 

Sebagai salah satu mitra penyalur KPR subsidi, BRI saat ini merupakan salah satu bank dengan jumlah penyaluran KPR terbanyak, yang mayoritas berasal dari skema FLPP.

Hingga Juni 2025, BRI telah menyalurkan FLPP mencapai 105% dari target yang ditetapkan sebelumnya sebesar 17.700 unit. 

“Kami menyalurkan dengan tata kelola yang baik, dengan kualitas kredit tetap terjaga yang tercermin dari rasio kredit bermasalah ( non performing loan /NPL) berada di level rendah, yakni 1,1%,” papar Hery.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait meyakini BRI mampu menaikkan porsi penyaluran KPR FLPP, sehingga tambah kuota menjadi 25.000 unit dapat dicapai dengan baik. Bahkan, dia menyatakan optimisme bahwa BRI bisa menyalurkan lebih banyak dari kuota yang diberikan tersebut. 

“Pemerintah meminta dukungan penuh dari BRI, terlebih dengan ketersediaan kuota tahun ini yang meningkat menjadi 350.000. Juga mohon dukungannya karena dalam waktu dekat akan ada program KUR Perumahan,” harap Menteri PKP.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho juga berharap BRI semakin melaju dalam merealisasikan dana FLPP, mengingatkan BRI sangat dekat dengan masyarakat kecil. 

“Kuota tambahan ini semoga cepat terserap BRI sebagai bentuk dukungan dalam mensukseskan program 3 juta rumah,” ujarnya. (Rinaldi)

Muhammad Rinaldi