Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) khususnya KEK Pendidikan, KEK Digital dan KEK Medis.
Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang naik 6,99% secara tahunan ( year on year ) menjadi salah satu penyumbang kinerja solid perekonomian nasional yang tumbuh sebesar 5,12% ( year on year ) di triwulan II-2025. Kenaikan komponen tersebut mencerminkan adanya peningkatan investasi, baik dari swasta maupun pemerintah. Termasuk peningkatan capaian investasi di KEK.
Salah satu capaian investasi yang meningkat adalah di Kawasan Ekonomi Khusus, dimana dari segi produksi terlihat industri pengolahan kontribusinya mencapai 18,67%. Indonesia baru masuk menjadi negara industri kalau kontribusi industrinya sudah di atas 20%.
KEK juga mencatat capaian positif sepanjang semester I-2025 dengan total realisasi investasi kumulatif mencapai Rp286,8 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp35,2 triliun atau 12,3% berasal dari Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK, sedangkan Rp251,6 triliun atau 87,7% direalisasikan oleh Pelaku Usaha.

“Kita berharap KEK bisa menjadi pengungkit pertumbuhan perekonomian nasional. Arahan Presiden, dalam tiga tahun ke depan pertumbuhan ekonomi kita bisa mencapai 8%. Kuncinya hanya dua, yakni KEK dan digitalisasi. Tidak ada pengungkit yang bisa lebih cepat mengakselerasi ekonomi daripada kedua sektor tersebut,” ungkap Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam rapat evaluasi KEK di Jakarta, baru-baru ini.
Oleh karena itu, Menko Airlangga memberi target kepada seluruh BUPP KEK agar mendorong investasi dan meningkatkan kontribusi sektor industri pengolahan terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Investasi di KEK dan Kawasan Industri (KI) dapat mempertahankan kinerja dan pertumbuhan ekonomi di satu wilayah.
Dia memberi contoh pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi yang secara regional lebih tinggi dari rata-rata nasional dengan adanya kawasan industri seperti di Morowali dan Bantaeng.
Selain mendorong percepatan realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja di masing-masing KEK, secara khusus Presiden Prabowo Subianto juga menginstruksikan percepatan pengembangan KEK, khususnya KEK pendidikan digital dan medis.
“Yang menjadi catatan yakni KEK yang diharapkan bisa menjadi cikal-bakal atau prototipe kesehatan, jadi sangat didorong yaitu KEK Batam dengan Rumah Sakit Apollo. Karena itu akan menjadi game changer terhadap industri kesehatan, terutama untuk bersaing dengan Singapura dan Penang di Malaysia,” kata Menko Airlangga yang juga merupakan Ketua Dewan Nasional KEK.

Di KEK Batam, kata Airlangga, seluruh kedokteran dan kesehatan internasional bisa masuk untuk menarik investasi, karena biasanya mereka akan meminta first class hospital . Saat ini juga sedang diupayakan adanya penerbangan langsung ( direct flight ) internasional ke Bandara Hang Nadim Batam.
Lebih lanjut ditegaskan, keberadaan KEK di seluruh wilayah Indonesia diharapkan mampu meningkatkan jumlah lapangan kerja bagi masyarakat. Peningkatan investasi di KEK telah menyerap banyak tenaga kerja, dengan capaian lapangan kerja semester I-2025 mencapai 20.878 orang atau 51,8% dari target.
Selain itu, perusahaan yang ada di KEK diharapkan bisa mendorong pendidikan bagi masyarakat di sekitar lokasi usaha, di mana pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan Super Deduction Tax hingga 200% bagi perusahaan yang berperan dalam pendidikan atau vokasi.
Integrasi Data
Total investasi yang masuk ke KEK selama periode Januari hingga Desember 2024 mencapai Rp90,1 triliun, sehingga jauh melampaui target yang telah ditetapkan sebesar Rp78,1 triliun. Sedangkan di tahun 2025, KEK ditargetkan dapat menarik investasi baru sebesar Rp76,8 triliun. Perumusan target tersebut ditetapkan pada Rapat Kerja Nasional KEK Tahun 2024 pada 20 Desember 2024 lalu di Jakarta.
Sebagai langkah konkret untuk mencapai target investasi KEK di 2025, pemerintah telah membangun integrasi sistem data lintas sektor yang mendukung pengelolaan KEK dalam pemanfaatan fasilitas fiskal. Kolaborasi yang pertama dilakukan dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM untuk pemanfaatan fasilitas fiskal PPh Badan ( Tax Holiday/Tax Allowance ) melalui OSS.
Kedua, dengan Lembaga National Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan melalui SINSW (Sistem Aplikasi KEK) untuk pemanfaatan fasilitas perpajakan dan kepabeanan baik ekspor, impor dan/atau transaksi domestik. Dengan demikian, maka seluruh data telah direkam dan sebagian data terkait KEK saat ini telah tersedia dalam format digital melalui sistem yang dapat dibagikan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait termasuk BPS.
Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang menjelaskan bahwa keberhasilan capaian target KEK tersebut tidak lepas dari dukungan dan sinergi berbagai pihak.
“Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta, KEK akan berperan sentral dalam mendorong investasi, meningkatkan daya saing internasional, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas,” ungkapnya.
Berdasarkan laporan perkembangan yang dilaporkan BUPP KEK, terdapat 6 KEK yang telah mampu merealisasikan target investasi dan tenaga kerja sebesar lebih 100% di tahun 2024 yakni KEK Sei Mangkei, KEK Singhasari, KEK Kendal, KEK Nongsa, KEK Sanur, dan KEK Kura Kura Bali. (Rinaldi)