Survei CBRE Asia mengatakan pasar perkantoran di Asia Pasifik mulai menerapkan protokol kehadiran karyawan yang lebih ketat sebagai konsolidasi pasca pandemi. Sekitar 42% perusahaan di kawasan ini dikabarkan berencana memperluas ruang kantor mereka selama tiga tahun ke depan untuk mengakomodasi peningkatan jumlah karyawan.
Konsultan realestat terkemuka dunia itu menyebutkan perusahaan-perusahaan di regional Asia Pasifik tengah mengintensifkan penerapan protokol kembali ke kantor, sekaligus memprioritaskan optimalisasi tempat kerja untuk mendorong kinerja dan efisiensi, ungkap Survei Penghuni Kantor Asia Pasifik 2025 yang dilakukan CBRE.
Survei ini menyoroti penegakan kebijakan tempat kerja yang lebih ketat, dengan 82% responden melaporkan konsekuensi bagi karyawan yang gagal mematuhi protokol kembali ke kantor, meningkat 16 poin persentase dari tahun lalu.
Selain itu, 50% responden kini mengaitkan kehadiran di kantor dengan penilaian kinerja, naik dari 29% pada tahun 2024. Seiring upaya perusahaan untuk menarik kembali karyawan ke kantor, peningkatan pengalaman karyawan dan efisiensi kerja telah menjadi prioritas utama di tempat kerja.

Tujuan-tujuan ini mendorong para penghuni untuk pindah ke lokasi yang lebih baik dan meningkatkan kualitas, mendorong keterlibatan dan produktivitas yang lebih tinggi guna mendukung pertumbuhan bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Meningkatnya protokol kehadiran yang lebih ketat berdampak pada peningkatan permintaan ruang, dengan 42% penghuni berencana memperluas ruang kantor mereka selama tiga tahun ke depan untuk mengakomodasi peningkatan jumlah karyawan. Sementara itu, proporsi perusahaan yang merencanakan pengurangan ruang turun menjadi 20% pada tahun 2025, dari 28% di tahun 2024.
“Rencana tersebut menandakan perlambatan konsolidasi kantor pascapandemi,” kata Tom Gaffney, Kepala Penyewaan CBRE untuk Asia Pasifik dalam laporannya.
Selain itu, survei mengungkapkan bahwa sekitar sepertiga responden tidak berencana mengubah ruang kantor mereka, meski banyak yang menyesuaikan strategi tempat kerja untuk mendukung perluasan atau mendorong peningkatan kehadiran di kantor.
Perusahaan yang lebih kecil memimpin pertumbuhan permintaan ruang kantor, sementara perusahaan yang lebih besar terutama di sektor teknologi dan keuangan, menyeimbangkan kembali portofolio dan meningkatkan pemanfaatan ruang di bawah kebijakan kembali ke kantor yang lebih ketat.
Preferensi untuk lokasi CBD tetap kuat, dengan sekitar 65% responden menyukai area inti CBD dan 32% memilih area pinggiran CBD, yang secara kolektif mencakup 88% preferensi.
Sebagai perbandingan, kurang dari 30% responden lebih memilih lokasi non-CBD, karena infrastruktur dan konektivitas yang unggul di area CBD meningkatkan pengalaman dan tingkat kehadiran karyawan.
“Mendapatkan ruang CBD berkualitas semakin kompetitif di seluruh Asia Pasifik. Keberhasilan membutuhkan perencanaan proaktif dan strategi penyewaan inovatif yang menyeimbangkan tekanan biaya dengan tuntutan tenaga kerja dan pasar yang dinamis,” jelasnya.
Meskipun sebagian besar penyewa yang merencanakan relokasi lebih memilih area CBD, ungkap Tom Gaffney, tetapi tingkat kekosongan yang ketat di lokasi-lokasi utama menciptakan pasar penyewaan yang terbagi dua. Ketersediaan terkonsentrasi di area non-CBD, sehingga semakin menantang bagi perusahaan untuk mendapatkan ruang kantor CBD berkualitas tinggi.

“Survei kami menggarisbawahi tren flight-to-quality dan flight-to-core yang jelas di seluruh kawasan,” kata Ada Choi, Kepala Riset CBRE untuk Asia Pasifik.
Dia menambahkan, para penyewa menyeimbangkan ekspansi, efisiensi tempat kerja, dan keterlibatan karyawan dengan ketidakpastian ekonomi, membentuk lanskap realestat yang kompleks dan terus berkembang yang menuntut pendekatan yang fleksibel dan berwawasan ke depan.
Survei Penghuni Kantor Asia Pasifik 2025 CBRE dilakukan dari 9 April hingga 23 Mei 2025, dan menampilkan wawasan dari lebih dari 290 eksekutif realestat perusahaan di kawasan Asia Pasifik.
Ekspansi ke Indonesia
Belum lama ini, CBRE telah mengumumkan ekspansi bisnis konsultasinya ke Indonesia. Ekspansi ini menandai langkah penting dalam memperkuat platform layanan firma konsultasi itu di seluruh kawasan Asia Tenggara.
Langkah tersebut dibangun di atas kehadiran perusahaan yang telah mapan di Indonesia, termasuk The Project Management Team of Turner & Townsend, anak perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh CBRE; dan tim Global Workplace Services (GWS) yang beranggotakan 350 orang.
Selama dua tahun ke depan, CBRE berencana untuk memperluas tim konsultasinya secara signifikan dengan menambah hampir 100 profesional baru di seluruh segmen pasar, termasuk perkantoran, ritel, serta industri dan logistik. Investasi pada talenta ini akan memastikan klien menerima wawasan pasar yang tak tertandingi, panduan strategis, dan keahlian transaksi.
Dalam keterangan resminya CBRE menilai perekonomian Indonesia sebagai yang terbesar di Asia Tenggara, merupakan cerita pertumbuhan yang menarik. Didorong oleh konsumsi domestik yang kuat dan kelas menengah yang berkembang, negara ini memodernisasi lanskap realestatnya melalui investasi asing yang signifikan.
Arus masuk modal ini terkonsentrasi di sektor-sektor dengan pertumbuhan tinggi seperti pusat data dan rantai pasokan baterai kendaraan listrik, di mana Indonesia muncul sebagai penghasil nikel terbesar dunia. Investasi ini mengkatalisasi pembangunan di seluruh sektor properti, dengan penekanan yang semakin besar pada bangunan hijau, flight-to-quality dalam penyewaan kantor, dan permintaan yang kuat untuk lahan industri.
Pasar perumahan di Indonesia juga tetap kuat, terutama di daerah pinggiran kota, yang diuntungkan oleh infrastruktur baru. Ekspansi kemampuan konsultasi CBRE di Indonesia sejalan langsung dengan perkembangan ekonomi yang bertujuan untuk mendukung klien lokal dan internasional dalam menavigasi pasar realestat yang dinamis ini.
Tim kepemimpinan CBRE Indonesia akan dipimpin oleh Angela Wibawa, Kepala bisnis konsultasi di Indonesia.
“Ekspansi bisnis ini merupakan bukti keyakinan kami terhadap potensi realestat negara ini dan komitmen kami untuk menawarkan layanan terpadu berkelas dunia yang memenuhi kebutuhan klien global dan lokal kami yang terus berkembang di kawasan yang dinamis ini,” kata Anshuman Magazine, Chairman & CEO CBRE untuk India, Asia Tenggara, Timur Tengah & Afrika.
Pengembangan ini juga memperkuat visi jangka panjang CBRE untuk pertumbuhan di kawasan Asia Pasifik, dengan memanfaatkan keahlian global dan wawasan lokalnya untuk mendukung klien di pasar-pasar berkembang utama. (Rinaldi)