Segmen residensial di Hong Kong telah mengalami titik terendah sejak awal tahun 2025. Namun pakar dan siklus pasar melihat adanya tanda-tanda aktivitas baru, dan memprediksi tahun 2026 akan menjadi titik balik bagi sektor properti di pulau tersebut.
Analis menunjukkan adanya pemulihan pasar yang terukur didorong oleh sentimen pembeli yang membaik, kebijakan pemerintah yang suportif, serta aktivitas pengembang yang lebih kuat meski masih ada tantangan.
"Ke depannya, pasar perumahan menghadapi peluang sekaligus risiko. Konsistensi kebijakan, strategi pengembang, dan stabilitas makroekonomi tetap menjadi faktor penting yang membentuk arah perkembangan pasar,” ungkap Presiden Asosiasi Kontraktor dan Pengembang Bangunan Makau, Paul Tse dikutip dari asiaproperty awards.com.
Jika pasar dan permintaan residensial yang membaik sejak pertengahan 2025 lalu dapat dikonsolidasikan, maka di 2026 menjadi awal dimulainya pemulihan yang lebih berkelanjutan. Hal itu didukung tidak hanya oleh angka (penjualan), tetapi juga kepercayaan baru pada peran Hong Kong sebagai pusat realestat yang dinamis di Asia Pasifik.

Tse menekankan bahwa segmen perumahan Hong Kong telah berada di titik terendah sejak awal tahun 2025. Tetapi sejak pertengahan tahun ini, tanda-tanda peningkatan aktivitas penjualan di tengah meningkatnya minat pembeli.
Perubahan sentimen pasar ini didukung oleh suku bunga antarbank yang lebih rendah, inisiatif kebijakan pemerintah yang lebih proaktif, serta pelepasan permintaan yang terpendam.
Dia menyoroti masuknya penduduk non-permanen, yang didorong oleh pelonggaran aturan impor tenaga kerja untuk sektor teknologi dan sektor lainnya, sebagai faktor signifikan yang menopang permintaan perumahan.
“Dampak selanjutnya terhadap permintaan hunian, baik untuk disewakan maupun dibeli langsung, telah dan akan terus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan dan aktivitas di pasar properti Hong Kong," tambahnya.
Tse juga mencatat pemulihan di sektor perkantora. Menurutnya, sektor perkantoran utama mengalami peningkatan arus masuk perusahaan multinasional, terutama dari sektor keuangan yang mencari ruang sewa di segmen atas pasar, sehingga memicu antusiasme di segmen yang dalam beberapa tahun terakhir kurang bergairah.
Secara keseluruhan, pertumbuhan transaksi terkini, reformasi kebijakan, dan penghargaan internasional menunjukkan bahwa pasar sedang dalam masa transisi, alih-alih penurunan. Kombinasi pendorong struktural, seperti masuknya talenta dan perusahaan multinasional, dengan tindakan pemerintah yang terarah telah menciptakan dasar bagi pemulihan pasar kantor yang terukur.
“Posisi Hong Kong yang unik dan kuat sebagai pusat keuangan internasional, serta pusat mediasi di masa depan akan memberikan dorongan bagi kelanjutan permintaan ruang kantor yang kuat di tahun-tahun mendatang,” pungkas Tse.
Strategi Pengembang
Profesional Properti Independen Hong Kong, Greg Ku menyoroti soal pentingnya strategi pengembang dan penjualan tanah pemerintah dalam membentuk kepercayaan pembeli.
"Pasar perumahan kecil-menengah Hong Kong stabil harganya dan mengalami peningkatan transaksi pada kuartal II 2025," ujar Ku.
Hal tersebut didorong oleh peluncuran proyek-proyek baru oleh para pengembang, suku bunga KPR yang rendah yang meningkatkan keterjangkauan, kuatnya pertumbuhan sewa, serta kebijakan pemerintah yang longgar sehingga meningkatkan kepercayaan diri pembeli.

Ke depan, Ku menekankan peran kebijakan dalam mempertahankan momentum strategi penjualan lahan pemerintah yang dirancang khusus untuk lahan kecil hingga menengah, yang bertujuan menciptakan transaksi yang lebih sukses. Pengembang seharusnya menyediakan rumah yang beragam dan terjangkau bagi pembeli berpenghasilan menengah, serta mempertahankan harga yang transparan guna menarik dan memberi insentif kepada pembeli.
Berdasarkan laporan South China Morning Post, upaya pemerintah Hong Kong untuk menyesuaikan kembali penjualan tanah dan melonggarkan pembatasan pembiayaan telah berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan. Di saat yang sama, keterjangkauan harga menjadi perhatian utama, terutama bagi pembeli muda dan berpenghasilan menengah.
Keseimbangan yang dilakukan pemerintah antara mendorong aktivitas dan menjaga stabilitas keuangan kemungkinan akan menentukan laju pemulihan hingga tahun 2026. Para analis berpendapat bahwa perbaikan bertahap, alih-alih pemulihan tajam, adalah prospek yang paling realistis.
Ku berpesan pasar agar tetap fokus pada keterjangkauan dan transparansi untuk mempertahankan sentimen pembeli.
“Pengembang harus terus menawarkan rumah yang beragam dan terjangkau bagi pembeli berpenghasilan menengah,” jelasnya.
Pengakuan proyek regional di PropertyGuru Asia Property Awards menggarisbawahi bahwa meskipun terjadi penurunan siklus, industri properti Hong Kong dan Makau akan terus menghasilkan perkembangan berkaliber internasional. (Teti Purwanti)