• 21 Apr, 2026

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 Kaligawe - Sayung di Jawa Tengah pada Sabtu (11/1/2025).

Tercatat progres fisik pekerjaan tol Semarang-Demak hingga 23 Desember 2024 mencapai 29,68% dengan target selesai April 2027.

Menko AHY mengatakan jalan tol Semarang-Demak memiliki fungsi penting yang dapat meningkatkan konektivitas dan mempersingkat waktu tempuh perjalanan sekaligus untuk pengendalian banjir, karena terintegrasi dengan tanggul laut. Dia akan memastikan agar tol ini bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan.

“Mudah-mudahan dengan adanya jalan tol terintegrasi dengan tanggul laut ini bisa membuat masyarakat Semarang dan Demak lebih nyaman dan lebih tenang karena terhindar dari bahaya banjir,” tegasnya.

Jalan Tol Semarang - Demak memiliki total panjang 26,95 km yang terbagi menjadi 2 seksi yakni Seksi 1 Kaligawe-Sayung sepanjang 10,64 km yang berada di atas laut dan Seksi 2 Sayung-Demak sepanjang 16,31 km yang berada di daratan. 

tol-semarangdemak4aw.jpg
Foto-foto Istimewa

Progres fisik ruas Seksi 1 telah mencapai 30,59% dengan target selesai April 2027, sedangkan ruas Seksi 2 telah beroperasi sejak 25 Februari 2023.  Seksi 1 Kaligawe-Sayung terbagi menjadi 3 paket yakni paket 1A dengan progres fisik 47,15%, paket 1B dengan progres 28,7% serta paket 1C dengan progres 20,83%.

Paket 1B terintegrasi dengan tanggul laut, sedangkan pada paket 1C terdapat dua kolam retensi yang nantinya dapat menampung air dari kawasan dan dipompa ke Sungai Babon untuk selanjutnya dialirkan ke laut.

Jalan tol ini menggunakan  timbunan di atas laut dengan metode kerja awal menggunakan penghamparan matras bambu setebal 13 lapis. Selain sistem matras bambu, perbaikan tanah lunak juga dilakukan dengan pemasangan material penyalir vertikal pra-fabrikasi (PVD) serta pembebanan ( pre-loading ) menggunakan material tinbunan pilihan dari sumber material quarry darat. 

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyebutkan jalan tol ini nantinya dapat mempersingkat waktu tempuh dari biasanya 30 menit (normal) hingga 60 menit (saat macet) menjadi 10 menit. Biaya logistik juga dapat dikurangi dari Rp25.253/trip menjadi Rp4.205/trip.

“Secara keseluruhan tidak ada kendala, hanya saat musim-musim seperti saja, angin kecang, hujan deras dan otomatis kapasitas kerja juga berkurang karena memang safety pekerjaan yang kita utamakan,” ungkapnya.

Menurut Menteri PU, saat ini progres pekerjaan tol Semarang-Demak Seksi 1 dalam tahap soil improvement atau proses teknik untuk meningkatkan daya dukung tanah lebih stabil sehingga ketika proses pengerjaan aspal sudah lebih mantap. 

“Ini kita bangun agar rob yang sekian hektar tadi tidak terjadi lagi pada musim-musim rob. Kemudian juga semoga banjir di tengah kota bisa berkurang yang disebabkan rob," kata Menteri Dody. 

Untuk Seksi 1 Kaligawe - Sayung menjadi porsi pemerintah yang terbagi menjadi 3 paket yakni paket 1 A dengan  Penyedia Jasa Hutama Karya (HK) dan Beijing Urban Construction Group (BUCG) dengan progres fisik 46,2%, Paket 1B adalah Pembangunan Perumahan (PP), Wijaya Karya (WIKA) dan China Road and Bridge Corporation (CRBC) dengan progres 27,6% serta Paket 1C adalah Adhi Karya dan Sinohydro dengan progres 20,4%.

Beroperasi Fungsional

Menteri Dody sebelumnya juga meninjau kesiapan ruas Tol Probolinggo-Banyuwangi Seksi I yang dibuka secara fungsional untuk mendukung arus lalu lintas selama libur natal dan tahun baru. Ruas yang beroperasi fungsional tersebut adalah dari Simpang Susun (SS) Gending hingga SS Krasaan dengan total panjang 10,34 km ditambah akses 3 km. 

Menurut pantauan, kendaraan penumpang kecil mulai melewati ruas tol fungsional yang dibuka searah ini dari Banyuwangi menuju Surabaya.

“Ruas tol fungsional ini diharapkan mengurai kepadatan lalu lintas di jalan nasional juga mempercepat waktu tempuh pengendara yang menempuh perjalanan dari Surabaya ke arah Banyuwangi atau sebaliknya,” jelas Menteri Dody. 

Lebih lanjut, dia menjelaskan ruas tol fungsional ini terbagi menjadi 2 (dua) periode, yaitu arus mudik dan arus balik, mulai dari 21 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.

Selama libur Nataru 2024, Kementerian PU membuka 7 ruas tol fungsional sepanjang 120,4 km. Selain ruas Gending-Krasaan, ruas tol fungsional lainnya adalah ruas Tanjung Pura-Pangkalan Brandan sepanjang 19 km, ruas Padang Tiji-Seulimeum sepanjang 24,67 km, sebagian ruas Kuala Tanjung-Indrapura sepanjang 10,15 km, ruas Sukabungah-Sadang (Segmen Kutanegara-Sadang) sepanjang 8,5 km, dan ruas Klaten – Purwomartani (Segmen Klaten – Prambanan) sepanjang 8.6 km. (Teti Purwanti)

Teti Purwanti