Pembangunan jalan tol Palembang–Betung yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II kini telah mencapai progres konstruksi 56,15%. Ditargetkan, ruas tol ini dapat fungsional pada kuartal I-2026.
“Insyaallah mudik Lebaran 2026 bisa kita fungsionalkan untuk tol Palembang–Betung,” kata Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo meninjau langsung proyek infrastruktur di Palembang, Sumatera Selatan, baru-baru ini.

Pelaksanaan konstruksi jalan tol Palembang – Betung terdiri atas tiga seksi utama dengan total panjang 69,19 kilometer. Hingga akhir April 2025, progres konstruksi Seksi 1 Palembang–Rengas dan Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai sepanjang 54,5 km telah mencapai 70,69%. Adapun progres konstruksi Seksi 3 Pangkalan Balai – Betung sepanjang 14,69 km sebesar 12,69%.
Pekerjaan utama yang telah rampung meliputi pembangunan jalan utama sepanjang 34,7 km, 1 buah Simpang Susun, Jembatan Kramasan dengan panjang 1,15 km, dan jembatan pendekat Jembatan Musi V dengan panjang 1,08 km.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim menjelaskan, jalan tol ini dirancang dengan standar kualitas tinggi, memiliki dua jalur dengan kecepatan rencana 100 km/jam, serta dilengkapi fasilitas penunjang seperti area istirahat untuk memaksimalkan kenyamanan pengguna jalan. Selain itu, pembangunan infrastruktur pendukung seperti simpang susun, overpass , dan underpass juga terus dikebut untuk memastikan konektivitas antarwilayah berjalan optimal.
“Pembangunan jalan tol ini akan memberikan tiga manfaat utama yakni memangkas waktu tempuh Palembang–Betung secara signifikan dari sekitar tiga jam menjadi satu jam, meningkatkan efisiensi distribusi logistik yang berdampak pada penurunan biaya transportasi, serta memacu pertumbuhan ekonomi wilayah dan pemerataan pembangunan di Sumatera Selatan,” jelas Adjib.

Hutama Karya menargetkan penyelesaian konstruksi ruas Rengas–Pangkalan Balai pada akhir 2025, sedangkan konstruksi jembatan Musi dan ruas Kramasan–Rengas dijadwalkan rampung pada triwulan I 2026.
Dalam pelaksanaan proyek, Hutama Karya menerapkan standar keselamatan dan keamanan kerja yang ketat, serta teknologi konstruksi terkini untuk memastikan kualitas infrastruktur.
Pembangunan jalan tol ini dilaksanakan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Karya. Pembangunan Seksi 1 dan 2 senilai Rp2,67 triliun dilaksanakan oleh kontraktor PT Waskita. Sementara Seksi 3 dikerjakan oleh kontraktor PT Hutama Karya Infrastruktur dengan nilai investasi Rp2,1 triliun.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan Hardy Siahaan mengatakan jalan tol Palembang–Betung sangat penting dan membawa manfaat besar bagi masyarakat di Sumatera Selatan. Kehadiran tol ini sangat membantu pergerakan dari Bakauheni ke Jambi bahkan sampai Aceh.
“Sesuai arahan Bapak Menteri PU tadi, kami harap tol ini dapat fungsional sebelum Lebaran 2026 karena akan sangat membantu arus mudik dan arus balik,” ucap Hardy.
Kehadiran tol ini akan memangkas waktu tempuh dari Palembang ke Betung secara efektif dari sekitar tiga jam menjadi satu jam, sehingga akan meningkatkan efisiensi distribusi logistik yang berdampak pada penurunan biaya transportasi, serta memacu pertumbuhan ekonomi wilayah dan pemerataan pembangunan di Sumatera Selatan.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang sekitar 1.235 km, termasuk ruas tol yang telah beroperasi maupun yang sedang dalam tahap konstruksi. Ruas tol yang telah beroperasi penuh antara lain tol Bakauheni – Terbanggi Besar (140 km), tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 km), tol Palembang – Indralaya (22 km), tol Medan – Binjai (17 km), tol Pekanbaru – Dumai (132 km), tol Sigli Banda Aceh Seksi 2 – 6 (49 km), serta tol Binjai – Langsa Seksi Binjai – Pangkalan Brandan (58 km), tol Bengkulu – Taba Penanjung (17 km), tol Pekanbaru – Bangkinang (31 km), tol Bangkinang – XIII Koto Kampar (25 km), tol Indralaya – Prabumulih (64 km), tol Indrapura – Kisaran (48 km), dan tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Sinaksak (91 km).
Tol Jambi – Palembang
Kementerian PU juga tengah mempercepat penyelesaian konstruksi ruas tol Jambi – Palembang yang akan membantu pengembangan wilayah dan peningkatan ekonomi daerah sekitar.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU Wilan Oktavian mengatakan, tol Jambi – Palembang merupakan salah satu ruas dari Jalan Tol Trans Sumatera.
“Ruas tol ini dipandang sebagai kunci untuk meningkatkan konektivitas dan perekonomian Provinsi Jambi, termasuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo untuk swasembada pangan maupun ketahanan energi,” kata Wilan Oktavian saat mendampingi Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Komisi V DPR RI, baru-baru ini.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, tol Jambi-Palembang merupakan urat nadi bagi perekonomian Jambi. Posisi Jambi yang berada di tengah-tengah Pulau Sumatera sangat mendukung kelancaran logistik antar daerah dan pulau.
“Percepatan pembangunan jalan tol Palembang-Jambi sangat kami harapkan. Kendati terdapat beberapa kendala, kami optimis pembangunan akan segera terwujud,” paparnya.
Menurutnya, wilayah Rengat yang dilalui tol Jambi – Palembang merupakan penghasil sawit utama, sehingga lalu lintas domestik sangat tinggi. Untuk mengatasi hal ini, Pemprov Jambi mengusulkan pembangunan Jembatan Batanghari 3 guna meningkatkan aksesibilitas, karena Jembatan Batanghari yang ada saat ini sudah tidak mampu menampung volume lalu lintas yang tinggi. (Teti Purwanti)