• 22 Jul, 2026

Di tengah ketidakpastian ekonomi nasional dan global, serta penurunan daya beli, pasar properti di Indonesia mengalami anomali. Saat pasar hunian di segmen menengah-bawah sedikit tertekan di paruh pertama 2025, permintaan di segmen menengah-mewah justru menunjukkan resiliensi yang kuat.

Riset IPW Housing Market Update Q2-2025 mengungkap bahwa kelompok masyarakat elit ( the haves ) masih aktif mencari produk hunian mewah untuk dihuni maupun investasi. Di kuartal II-2025, pasar hunian di segmen harga di atas Rp2 miliar masih mencatat pertumbuhan positif.

Demikian juga riset yang dilakukan platform jual-beli properti, Pinhome. Data Pinhome Home Value Index (PHVI) menyatakan bahwa lebih dari 50% pengguna Pinhome di kuartal I-2025 aktif mencari rumah di segmen menengah atas dan mewah dengan pertumbuhan pencarian sekitar 22% ( quarter to quarter /qtq). 

Begitu pun harga rumah mewah (luas bangunan di atas 201 meter persegi) di Jabodetabek, dilaporkan mengalami kenaikan di kuartal pertama tahun ini.

lapsus-1d-2.jpeg

Menurut CEO Leads Property, Hendra Hartono, pasar properti di Indonesia terutama di Jabodetabek memperlihatkan fenomena yang tidak biasa (anomali), karena di satu sisi pasar cenderung berhati-hati, tetapi di segmen hunian mewah justru menunjukkan geliat yang signifikan.

Hal itu terlihat nyata dari larisnya penjualan rumah-rumah dengan harga puluhan miliar rupiah di pinggiran Jakarta terutama di barat dan utara Jakarta seperti di Gading Serpong, BSD City, Alam Sutera dan PIK2.

“Pasar properti mewah bergeser ke kantong-kantong baru di pinggir kota. Mereka ini bukan pembeli rumah pertama, tetapi orang-orang yang ingin meningkatkan kualitasnya sebagai bagian dari the haves ,” ungkap Hendra Hartono dikutip dari Kompas.com.

Menariknya pasar hunian mewah ini dibenarkan Vice President Residential BSD Sinar Mas Land, Kelvin Bryant Suhendra. Menurutnya, di tengah kehati-hatian konsumen justru Sinar Mas Land melihat adanya peluang pasar di segmen rumah premium. Selain faktor gaya hidup yang terus berkembang, hunian mewah menjadi kebutuhan bagi masyarakat yang ingin naik kelas.

“Kami fokus mengembangkan hunian tapak luxury  ini, karena animonya besar sekali. Permintaan selalu ada, terutama kebutuhan dari kalangan elit,” ungkapnya saat peluncuran klaster Trésor Tahap 2 di BSD City.

Di tahap kedua, Trésor memperkenalkan tipe Altair (LT 240 m²/LB 412 m²), sebuah luxury residence tiga lantai bangunan yang dilengkapi empat kamar tidur dengan ensuite bathroom . Tipe terbaru ini dipasarkan secara eksklusif dan terbatas hanya 24 unit dengan harga mulai dari Rp13 miliaran.

lapsus-2e.jpg
FOTO FOTO ISTIMEWA

Profil pembeli unit mewah di Trésor adalah mereka yang sudah tinggal di BSD City dan sekitarnya, serta sebagian mereka yang selama ini tinggal di Jakarta Barat. Selain model fasad dan kemewahan material dan fasilitas, kata Kelvin Bryant, pembeli mengaku memilih unit di Trésor BSD City karena alasan udara yang relatif lebih baik serta akses jalan yang sangat bagus.

Matera Signature, proyek hunian terbaru dari Paramount Land juga mengusung hunian mewah. Posisinya strategis di jantung kawasan Gading Serpong.

Cluster ini menawarkan konsep hunian mewah dengan berbagai pilihan ukuran dan fitur premium, dan dibanderol mulai dari Rp9,4 miliar. 

“Kami menyasar pasar premium yang menginginkan kenyamanan, serta desain dan fasilitas lebih tinggi lagi,” kata Chrissandy Dave, Direktur Sales & Marketing Paramount Land.

Matera Signature hadir dalam dua pilihan ukuran, yaitu L10x20 dan L12x20, masing-masing terdiri dari dua lantai.

Summarecon Serpong juga telah meluncurkan Klaster Bellefont, rumah mewah seharga Rp4,2 miliar hingga Rp7,5 miliar.

Klaster Bellefont menghadirkan hunian tiga lantai bergaya klasik premium seperti pavilion di Prancis dengan lansekap diisi beragam bunga warna-warni penuh. Klaster ini berada di kawasan The Springs Lake Park yang menjadi ruang terbuka hijau sebagai sarana penghuni untuk menikmati gaya hidup sehat.

Sejak penjualan dibuka dengan sistem online pada 20 Juni 2025, tahap pertama klaster Bellefont sudah terjual habis dengan nilai penjualan lebih dari Rp250 miliar termasuk PPN. 

“Klaster Bellefont menghadirkan nuansa elegan dilengkapi dinding kaca untuk pencahayaan maksimal dan sirkulasi udara optimal berkat konsep high ceiling  di ruang tamu,” ujar Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur. 

Serah Terima Unit

Sementara itu, proyek hunian mewah The Gramercy yang dibesut PT Alam Sutera Realty Tbk resmi memulai proses serah terima rumah tahap pertama kepada para pemilik unit sejak akhir Juni 2025 lalu. Dipasarkan dengan harga harga dari Rp16 miliar hingga Rp28 miliar, The Gramercy menghadirkan 112 unit rumah eksklusif dengan arsitektur bergaya European Classic.

lapsus-2d-4.jpg

Hingga akhir 2025, sebanyak 28 unit rumah dijadwalkan untuk diserahterimakan.

“Di tengah keterbatasan pilihan hunian mewah yang nyaman, kami dengan gembira menyambut para pemilik rumah,” kata Wikhen Rusli, Sales & Marketing Division Head Alam Sutera.

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) juga turut memenuhi permintaan hunian mewah yang tidak pernah surut, pengembang tersebut baru saja memperkenalkan Cluster Okinawa di Pasir Putih Residences PIK2. Properti ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp3 miliar per unit.

“Minat terhadap hunian premium tetap tinggi. Setiap unit di cluster ini dirancang unik dengan fitur premium yang akan memberikan pengalaman eksklusif bagi penghuninya,” sebut Lucia Aditjakra, Sales dan Marketing Director PANI. (Rinaldi)

Muhammad Rinaldi