Program REI Peduli menyalurkan bantuan tahap awal untuk korban bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi di Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyaluran bantuan kemanusiaan dilakukan melalui Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) di ketiga provinsi terdampak.
“Sebanyak Rp374 juta dana yang terkumpul adalah bentuk kepedulian dan solidaritas dari keluarga besar REI terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa bencana banjir dan longsor. Semoga bantuan itu dapat membantu untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang tengah ditimpa musibah," tutur Ketua Umum REI Joko Suranto.
Bantuan dikumpulkan seluruh DPD REI se-Indonesia yang penyalurannya dilakukan secara bertahap di ketiga provinsi yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Penyaluran bantuan di Sumatera Barat disebar di lima wilayah, yakni Kota Padang, Kabupaten Solok, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Agam.
“Bantuan yang diberikan di tiap kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat berbeda-beda karena menyesuaikan kebutuhan para korban banjir dan longsor. Penyaluran dilakukan secara bertahap, mulai Rabu, 17 Desember 2025," tutur Ketua DPD REI Sumatera Barat, Viona.
Di Kota Padang dan Kabupaten Agam, rincinya, bantuan yang diberikan antara lain air minum ukuran 5 liter, perlengkapan mandi, pakaian dalam, selimut, dan kain sarung. Berikutnya di Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Pasaman Barat, bantuan yang disalurkan berupa sembako seperti beras, minyak goreng, sarden kaleng, telur ayam, mi instan, dan roti. Khusus di Kabupaten Solok, bantuan yang diberikan juga berupa uang tunai untuk kebutuhan sekolah bagi anak-anak para korban yang kehilangan rumah akibat banjir bandang dan longsor.
Bantuan untuk wilayah Aceh disalurkan melalui empat titik bencana, yaitu Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Tengah, dan Kabupaten Bener Meriah. Bantuan yang diberikan antara lain berupa sembako, perlengkapan sholat, handuk, dan pakaian dalam.

"Dari total bantuan yang diterima melalui DPP REI, kami telah menyalurkan ke dua lokasi bencana yaitu Kabupaten Aceh Timur serta Kabupaten Aceh Tamiang, pada 22 Desember 2025 lalu. Sedangkan bantuan ke wilayah Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, masih menunggu koordinasi dengan pihak pemerintah di kedua kabupaten tersebut,” jelas Ketua DPD REI Aceh, Zulkifli HM. Juned.
Sedangkan di Provinsi Sumatera Utara, bantuan difokuskan ke wilayah Tapanuli Tengah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Penanggung jawab distribusi bantuan dikoordinasikan melalui Ketua Komisariat REI Tapanuli Tengah, Erikson Maharaja.
“Komisariat Tapanuli Tengah bertanggung jawab mengelola bantuan, termasuk membuka dapur umum dan menjangkau daerah-daerah yang hingga kini masih terisolasi karena hancurnya infrastruktur akibat banjir dan longsor," kata Ketua DPD REI Sumatera Utara, Rakutta Karo-karo.
Dibutuhkan Masyarakat
Kondisi lapangan yang masih penuh tantangan sehingga kepedulian REI tentu dapat meringankan beban para korban bencana di Sumatera.
“Saya mewakili masyarakat Tapteng mengucapkan terima kasih atas langkah nyata REI se-Indonesia. Bantuan ini ibarat air di gurun pasir, sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Erikson.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir juga menyampaikan apresiasi kepada REI. "Terima kasih kepada REI seluruh Indonesia yang telah ikut serta membantu masyarakat Kota Padang yang terkena bencana. Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat untuk masyarakat korban bencana banjir bandang dan longsor," ucap Maigus Nasir.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Timur, Darmawan M. Ali, menyampaikan apresiasinya terhadap bantuan yang diberikan REI seluruh Indonesia.
“Kami menyampaikan rasa syukur serta terima kasih atas kepedulian REI seluruh Indonesia. Bantuan ini sangat bermakna bagi para korban bencana,” ujarnya. (Oki Baren)