Pelaksanaan Rapat Kerja Nasional Realestat Indonesia (Rakernas REI) tahun 2025 selama dua hari dari 3-4 Desember 2025 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, berlangsung sukses. Hadir sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari 800 pengembang anggota REI se-Indonesia dan 200 tamu undangan mitra kerja.
Agenda rutin tahunan organisasi ini dibuka secara resmi oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan juga dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid.
Rakernas sangat krusial karena ditujukan untuk menyiapkan program kerja di 2026, sekaligus satu proses menyatukan dan memperkuat soliditas organisasi dalam menghadapi berbagai persoalan terutama yang berkaitan dengan bisnis properti dan perumahan. Momen ini juga sangat penting untuk mengevaluasi program kerja yang belum dicapai atau belum sempurna.
Selama rakernas berlangsung, kita melihat pula banyak masukan dan aspirasi yang disampaikan DPD REI se-Indonesia dan stakeholder yang menjadi mitra kerja REI. Semua masukan tersebut tentu ditampung, direspons dan akan dikelola secara baik sehingga dapat menjadi solusi manfaat bagi organisasi dan anggota REI ke depannya.
Banyak hal akan menjadi tantangan kita di tahun 2026. Begitu pun, REI berhasil menutup tahun 2025 dengan beberapa prestasi yang patut disyukuri. Meski perekonomian tidak terlalu baik di tengah penurunan daya beli masyarakat dan di akhir tahun 2025 terjadi musibah bencana di Sumatra yang turut menganggu realisasi pembangunan, tetapi REI tetap berada di posisi teratas sebagai asosiasi pengembang perumahan dengan kontribusi pembangunan rumah terbanyak, dan yang asosiasi terbaik untuk tingkat keterhunian (rumah).
Kita turut mengapresiasi pula langkah strategis BP Tapera yang melakukan penandatanganan kerja sama dengan 43 bank penyalur KPR Sejahtera FLPP sebelum akhir tahun, sehingga target percepatan realisasi program FLPP di Januari 2026 diharapkan terealisasi. Terlebih ada sekitar 76.598 calon debitur di pengujung tahun yang masih dalam proses pemberkasan, menunggu keputusan kredit, atau menunggu ketersediaan rumah siap huni.
Di tahun yang baru ini, kita sama-sama berusaha agar program pembangunan rumah terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah lebih meningkat. Demikian pula target pasarnya dapat diperluas yang mengakomodir pasar untuk Gen Z dengan pola gaya hidup mereka. Kita mendorong adanya insentif dan skim pembiayaan khusus untuk mempermudah Gen Z memiliki rumah.
Kita mendoakan agar situasi perekonomian masyarakat menjadi lebih baik lagi di tahun 2026. Demikian pula berdoa terus untuk pemulihan cepat kehidupan masyarakat di daerah yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra. Selamat Tahun Baru 2026, REI Harus Solid!