• 09 May, 2026

Realestat Indonesia (REI) mendukung pentingnya pembangunan perumahan yang bertanggung jawab, berkualitas, dan ramah lingkungan sesuai amanat Presiden Prabowo Subianto. Asosiasi tertua dan terbesar itu juga terus mendorong digunakannya produk material lokal buatan anak bangsa.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI, Joko Suranto mengatakan, produk lokal harus didahulukan dan diproteksi di Indonesia. Hal ini termasuk produk inovasi dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG yaitu Bata Interlock Presisi yang akan membuat harga rumah bisa lebih terjangkau, tetapi aman, layak, dan ramah lingkungan.

“Tentu produk dari Semen Indonesia ini harus didukung, namun masyarakat juga perlu diedukasi karena persepsi masyarakat itu saat ini yang namanya rumah itu inginnya bata merah dan sebagainya. Ini berarti harus ada switching mindset dari masyarakat untuk menerima ini," ujar Joko saat kunjungan ke pabrik bata interlock PT Semen Padang di Kota Padang, Sumatera Barat, bersama dengan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah dan Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Jumat (24/1).

Menurut Joko, bata interlock memiliki sejumlah keunggulan, yakni kecepatan pemasangan, standardisasi tinggi, dan kekuatan. Hanya saja, kelebihan itu harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karenanya, bata interlock perlu terus diinovasi agar bisa menjadi pilihan masyarakat, menggantikan bata merah atau batako.

sig2.jpg

"Misalkan kalau bentuk bangunannya begini, pengerjaanya gimana? Kalau mau ditampilkan seperti ini, seperti apa? Sehingga, itu bisa menjadi kelebihan bagi produk ini untuk bisa diterima masyarakat," saran CEO Buana Kassiti Group yang juga anggota Satgas Perumahan tersebut.

Bata interlock dari SIG ini terbuat dari campuran semen, tanah liat, pasir, dan bahan khusus lainnya. Material ini menawarkan masa pembangunan lebih cepat, presisi tinggi, tahan api, membuat ruangan terasa lebih sejuk, hingga tahan gempa.

Oleh karena itu, Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah juga menyambut baik teknologi ini. Menurutnya, teknologi yang baik ini harus didukung secara maksimal. Bata interlock diyakini bisa menjadi solusi untuk menghasilkan bangunan yang kokoh dan estetis sesuai keinginan, dengan cara yang lebih cepat, biaya yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. 

“Bata interlock sangat cocok digunakan pada berbagai proyek pembangunan perumahan, termasuk mendukung upaya percepatan pemenuhan backlog perumahan,” ungkapnya. 

Fahri mengapresiasi inisiatif dari SIG karena memenuhi seluruh syarat yang diperlukan untuk membangun rumah rakyat ke depan. Tidak hanya hijau dan ramah lingkungan, tetapi juga kuat dan layak, serta harganya terjangkau.

“Tugas pemerintah nanti itu adalah memberikan dukungan kepada apalagi di BUMN ya, karena BUMN itu adalah instrumen pemerintah. Setelah regulasinya, kita buat public policy -nya, dan di tengahnya itu kita melakukan apa yang disebut dengan insentif dan menyempurnakan mekanisme yang ada di pasar,” paparnya.

Rumah Tahan Gempa

Wamen PKP sangat mendukung inovasi ini karena rumah-rumah di Indonesia kerap kali tidak tahan gempa. Dia mengharapkan inovasi dari SIG melalui PT Semen Padang ini bisa menjawab persoalan rumah rakyat.

"Kami nanti mendorong semuanya, termasuk para pengembang terutamanya, ayo mulai berpikir menggunakan apa yang ada dan dimulai di SIG ini," jelas Fahri. 

Apalagi, Fahri Hamzah mengaku pernah menjadi Ketua Tim Pengawasan Penyelenggaraan Bantuan Kepada Bencana Alam dan menemukan rumah yang luluh lantak akibat gempa berkekuatan M 7. Karenanya, Fahri berpendapat bahwa material tahan gempa perlu diterapkan secara masif di Indonesia, termasuk untuk mendukung program 3 juta rumah.

"Ini akan membuat rumah-rumah yang kita bangun ke depan itu sudah dengan kualifikasi sehingga enggak ada lagi cerita orang Indonesia itu rumahnya enggak kuat, sedikit kena bencana langsung rusak dan sebagainya enggak lagi ke depan. Kami punya barang bagus ini, gimana caranya supaya dipakai rakyat. Nah, ini kita lagi mulai omon-omon , setelah itu kita eksekusi," ungkap Fahri.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama SIG, Donny Arsal mengatakan, SIG memiliki fasilitas di seluruh Indonesia dan apa yang dilakukan oleh Semen Padang akan diduplikasi di fasilitas lain di Indonesia. Bahkan Donny menyebut bukan tidak mungkin untuk menggandeng investor di daerah dalam membangun fasilitas ini.

"Insya Allah untuk kebutuhan rumah bisa kami penuhi semua. Selain itu, kami juga ingin memberikan nilai tambah," ungkap Donny.

Untuk diketahui, durasi konstruksi pembangunan rumah menggunakan bata interlock  lebih cepat daripada bata biasa. Hal ini karena bata interlock  tidak memerlukan proses perendaman bata, penyediaan kotak cetak pengecoran atau bekisting, aplikasi bahan perekat atau spesi di setiap lapis bata, serta penambahan plester dan acian.

Bata interlock juga telah dinyatakan ramah gempa untuk wilayah dengan tingkat seismisitas tinggi (KDS D) berdasarkan Uji Siklik dinding 2D di Balai Besar Sarana dan Bangunan Gedung Dirjen Bina Teknik Permukiman dan Perumahan. 

Oleh karena itu, ke depan, Semen Indonesia berencana membangun 120 mesin baru untuk memproduksi bata interlock presisi. 

Donny menyampaikan, bata interlock presisi yang awalnya dikembangkan oleh anak usaha SIG, yaitu PT Semen Padang juga akan dibangun bukan cuma di Sumatera, namun juga seluruh Indonesia.

Untuk skema investasinya, SIG akan mengembangkan bentuk inti dan plasma. Dia merinci, plasmanya itu bisa developer, bisa UMKM, bisa koperasi, bisa BUMDes, dan bisa manufaktur. Adapun untuk plasma bisa tukang dan mesinnya.

sig1a.JPG
FOTO FOTO ISTIMEWA

"Sementara semen Indonesia dan grupnya akan menyuplai bahan baku, juga mengontrol kualitasnya, sehingga itu sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Jadi tersebar, namun kualitas akan tetap terjaga," rinci Donny.

Bata interlock presisi merupakan hasil penelitian terapan dengan mekanisme kerja yang saling mengunci antarbalok seperti sistem lego. Penggunaan bata interlock presisi memberikan banyak keuntungan dalam pembangunan rumah dibandingkan material konvensional, karena lebih efisien dalam penggunaan material, lebih mudah dalam penerapan yang membuat durasi pembangunan lebih cepat, serta telah dinyatakan ramah gempa.

Selain bata interlock presisi, SIG juga mendorong aplikasi beton inovatif berbasis semen hijau, seperti beton dekoratif, dan paving block berpori sebagai solusi kawasan tergenang. (Teti Purwanti)

 

 

Teti Purwanti