• 09 May, 2026

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani memantapkan diri membuka Pavilion Indonesia di ajang tahunan World Economic Forum Davos 2025 (WEF-Davos 2025) yang digelar dari tanggal 20 - 24 Januari 2025 di Switzerland.

Upaya ini sesuai komitmen Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terhadap tantangan global yang  harus dihadapi Bersama-sama.

WEF-Davos 2025 dihadiri tidak kurang dari 50 kepala negara dari berbagai belahan dunia. Pertemuan kali ini mengusung tema “Bridging Sustainability and Prosperity Indonesia’s New Leadership in Global Inclusive Growth” atau menjembatani keberlanjutan dan kesejahteraan.

Paviliun Indonesia memanfaatkan kesempatan ini dengan memadatkan berbagai agenda, momen ini betul-betul dimanfaatkan oleh Menteri Rosan untuk mempromosikan peluang-peluang investasi kepada para investor global yang terus hadir memenuhi Paviliun Indonesia di setiap sesi diskusi panel.

Setiap hari, Paviliun Indonesia menggelar tidak kurang dari tiga kali diskusi panel membahas berbagai proyek strategis pemerintah yang berkelanjutan. Sebagai pembicara utama ( keynote speaker )  di dalam diskusi panel, Kepala BKPM membawakan materi diskusi dengan tajuk “Industrial Cluster as Energy Pioneers” yang membahas pentingnya Klaster Industri sebagai motor penggerak dalam pengembangan infrastruktur energi bersih. 

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Realestat Indonesia (REI) Rita N. Roosly yang ikut menghadiri WEF Davos 2025 mengatakan event WEF berbeda dari event-event pariwisata bertaraf internasional yang selama sering dia hadiri. Pasalnya, dengan jumlah peserta lebih dari 3.000 orang yang berasal dari 130 negara di dunia, WEF Davos benar-benar mendunia.

“Artinya, peluang investasi yang ditawarkan oleh Indonesia kepada calon investor tidak hanya di sektor pariwisata saja, tetapi hampir di semua sektor seperti pertambangan, pertanian, komunikasi, dan sebagainya,” ujar Rita dalam keterangannya.

Dia mengaku melihat partisipasi aktif Indonesia di WEF Davos 2025 ini sebagai perjuangan dan usaha gigih dari Menteri Rosan yang diyakini akan berdampak positif terhadap iklim investasi nasional dalam jangka panjang. Menurut Rita, harapan semua peserta tidak terkecuali Indonesia bahwa  WEF Davos 2025 akan menjadi platform  utama kerjasama global, yang berisi para pemimpin dunia, pemimpin perusahaan, praktisi dan para ahli dari berbagai macam bidang.

rita-davos2.jpg
RITA N ROOSLY BERFOTO DENGAN MENLU RI

“Mereka sepakat untuk berkolaborasi demi mencapai sebuah solusi terhadap tantangan global yang sedang dihadapi bersama saat ini,” kata Rita.

Indonesia Night

Keramahtamahan rombongan peserta dari Indonesia yang dipimpin Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM juga menuai pujian dari para undangan Indonesia Night yang diselenggarakan  di Hotel Morosani Schweizerhof-Davos, Switzerland, pada 22 Januari 2025.

Malam itu, tetamu sangat dimanjakan dengan disuguhi berbagai kuliner khas Indonesia mulai dari sate maranggi, es cendol hingga rendang Padang yang terkenal lezat dari Sumatera Barat, musik tradisional Sasando dari NTT, demo membatik, musik keroncong, dan diakhiri dengan penampilan penyanyi top Indonesia Lea Simanjuntak yang langsung turun panggung mengajak tamu bergoyang dan berjoget Bersama.

Rita merasa bangga, karena malam itu dia bisa bertemu dan berkomunikasi langsung dengan Pendiri dan Presiden Direktur WEF yang berkebangsaan Jerman, Prof. Klaus Martin Schwab yang mengatakan bahwa saat ini Indonesia telah menjadi salah satu bintang yang bersinar di panggung ekonomi dunia.

“Beliau katakan banyak potensi luar biasa dimiliki Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain,” ujar Rita mengutip perkataan Prof. Klaus Martin Schwab. (Rinaldi)

 

 

 

Muhammad Rinaldi