Pasar ruang logistik di Asia Pasifik menunjukkan aktivitas yang bertumbuh, meski di tengah situasi perang tarif dagang. Hal itu didorong permintaan e-commerce dan kebutuhan distribusi dari penyedia logistik pihak ketiga. Permintaan terus menguat, seiring penyewa yang mencari solusi pergudangan berkualitas tinggi.
Sektor logistik global diproyeksi berkembang dengan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) yang cepat sebesar 4,9% antara 2023-2027. Kawasan Asia Pasifik akan menjadi kontributor signifikan yang melampaui Amerika Serikat dan Eropa.
Colliers Asia Pacific Industrial & Logistics Market Insights September 2025 mengungkapkan pemulihan konsumsi belanja masyarakat yang meningkat menjadi momentum sektor industri dan logistik di berbagai pasar utama Asia Pasifik bertumbuh dalam 12 hingga 18 bulan ke depan.
Gavin Bishop, Managing Director, Industrial & Logistics, Colliers International mengatakan sektor industri dan logistik Asia Pasifik sedang menjalani penataan ulang yang strategis. Meski permintaan sewa telah menurun di beberapa pasar, tetapi fundamentalnya masih tetap kuat.
“Kami mengalami peningkatan permintaan dari investor inti-plus, dengan pergeseran lebih lanjut ke investasi inti selama 12 bulan ke depan,” ungkapnya.

Para penyewa disebutkan semakin memprioritaskan aset dengan spesifikasi tinggi dan siap otomatisasi yang mendukung efisiensi operasional dan keberlanjutan. Pergeseran ini mendorong pertumbuhan sewa di pasar-pasar utama dan memperkuat proposisi nilai jangka panjang sektor ini.
Meski pun permintaan secara keseluruhan telah menurun, laporan tersebut menemukan bahwa aktivitas penyewaan tetap kuat di sektor-sektor yang didorong oleh konsumsi domestik dan transformasi rantai pasok.
Singapura dan India tercatat memimpin pertumbuhan regional seiring dengan dinamika pasokan dan sewa yang berbeda di seluruh kawasan.
Di India, meningkatnya permintaan konsumen telah mendorong peningkatan aktivitas penyewaan oleh penyedia logistik pihak ketiga dan sektor e-commerce . Vijay Ganesh, Managing Director, Industrial & Logistics Services, Colliers India mengatakan permintaan dari penyewa diperkirakan akan terus berlanjut di sebagian besar pasar di kawasan ini.
"Kecuali dari perusahaan berorientasi ekspor yang menghadapi ketidakpastian akibat dampak tarif terhadap profitabilitas mereka,” sebutnya.
India juga mencatatkan hasil yang kuat, dengan peningkatan aktivitas penyewaan secara tahunan sebesar 32,3% selama semester pertama 2025 dan peningkatan sebesar 13,9% dibandingkan semester kedua 2024.
Sementara Singapura mengalami peningkatan permintaan sebesar 133% secara tahunan ( year on year ), sebagian besar didorong oleh penyerapan pasokan yang baru dikirim.
Angka-angka ini mencerminkan kekuatan pasar-pasar tersebut yang berkelanjutan dan pentingnya aset logistik berkualitas tinggi secara strategis.
Di seluruh kawasan, dinamika sisi penawaran masih beragam. Pengembang semakin mengadopsi strategi penghindaran risiko, terutama di pasar dengan tingkat kekosongan yang tinggi.
Harga Sewa
Pertumbuhan sewa di seluruh Asia Pasifik juga beragam, mencerminkan kondisi pasar lokal.
Di India tercatat pertumbuhan sewa tahunan terkuat sebesar 17,6%, diikuti oleh Pune (11,1%) dan Brisbane (7,3%). Pasar-pasar ini terus diuntungkan oleh permintaan yang kuat dan pasokan yang terbatas, yang mendorong persaingan untuk mendapatkan ruang.

Sementara itu, harga sewa telah menurun di Tiongkok Daratan dan Hong Kong, karena kelebihan pasokan dan melemahnya permintaan membebani kinerja pasar. Laporan tersebut menemukan bahwa prospek pertumbuhan sewa di seluruh wilayah secara umum tetap positif, namun tekanan diperkirakan akan terus berlanjut di pasar-pasar dengan pasokan yang terus melampaui permintaan.
Para penyewa semakin mencari gudang dengan spesifikasi tinggi dan siap otomatisasi yang mendukung efisiensi operasional dan tujuan keberlanjutan, yang memperkuat tren flight-to-quality .
Ken Lee, CEO DHL Express untuk Asia Pasifik, mengatakan performa Asia Pasifik menonjol karena adaptabilitas dan posisi strategisnya. Selain itu, data terbaru menunjukkan bahwa kolaborasi di kawasan ini semakin mendalam meskipun ketidakpastian global meningkat. Dari peran ASEAN yang meningkat dalam menyerap arus perdagangan hingga negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang semakin intensif berinteraksi dengan sesama tetangganya.
“Pelaku usaha di kawasan ini juga terbukti tangguh dan visioner,” ungkap Ken Lee dalam rilisnya.
DHL Global Connectedness Tracker mengungkapkan bahwa sepanjang semester I-2025 perdagangan internasional tumbuh dengan laju tercepat sejak 2010. Impor AS melonjak pada awal 2025 karena para pembeli mempercepat pembelian menjelang kenaikan tarif dagang. Bahkan setelah lonjakan awal tersebut mereda, volume perdagangan global tetap berada di atas level tahun sebelumnya.
Disebutkan, jika melihat 100 jalur perdagangan terbesar di dunia, maka 6 dari 10 yang tumbuh paling cepat adalah ekspor yang berasal dari Asia. Hal itu menegaskan peran penting kawasan ini dalam mendorong momentum perdagangan global.
Di antara 50 negara dengan perdagangan terbesar, Hong Kong, Thailand, Malaysia, dan Vietnam termasuk dalam 10 pasar dengan pertumbuhan nilai perdagangan tercepat, yang sekaligus mengindikasikan peningkatan pengaruh dan ketahanan Asia Pasifik di dalam rantai pasok global.
Sementara itu, Rivan Munansa, Kepala Layanan Industri & Logistik di Colliers Indonesia, menyebutkan pasar industri Indonesia sedang mengalami pertumbuhan yang sedang berkembang, didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor pusat data dan kendaraan listrik (EV).
Dikatakan, perusahaan-perusahaan Tiongkok secara aktif melakukan relokasi dan ekspansi di Jabodetabek, termasuk koridor pertumbuhan utama seperti Karawang, Purwakarta, Subang, dan Batang.
“Dengan pasokan yang terbatas dan minat investor yang kuat, wilayah-wilayah ini siap menjadi pusat strategis bagi perkembangan industri di masa depan,” ungkapnya. (Teti Purwanti)