• 09 May, 2026

Realestat Indonesia (REI) berkomitmen untuk terus berkontribusi menurunkan emisi karbon dan mengatasi perubahan iklim yang berpotensi menimbulkan bencana alam. Salah satunya melalui program penanaman satu juta pohon di seluruh perumahan anggota REI yang dimulai sejak akhir 2023.

REI melakukan penanaman pohon secara konsisten di hampir semua daerah di Indonesia. Di setiap kegiatan organisasi seperti hari ulang tahun, rakernas, rakerda, munas dan musda pasti ada kegiatan tanam pohon. 

“Komitmen ini kami lakukan dengan rasa kesadaran tinggi sebagai implementasi rasa cinta terhadap lingkungan, sekaligus mewariskan alam yang baik kepada anak cucu dan generasi mendatang,” tegas Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto pada kegiatan penanaman pohon REI dan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Ancol Ecopark, Rabu (3/12).

laput-3bb-1.JPG
FOTO FOTO DOK REI

Selain dilakukan di setiap kegiatan organisasi, program penanaman satu juta pohon juga mewajibkan setiap pengembang yang tergabung di dalam REI untuk menanam 2 pohon yakni 1 pohon di setiap unit rumah yang dibangun/dijual dan 1 pohon di ruang terbuka hijau atau fasilitas umum perumahan.

REI diantaranya telah menanam hutan yang gundul di Labuan Bajo (NTT), menanam 1.000 pohon untuk penghijauan di kawasan IKN (Kalimantan Timur), penanaman pohon di Tahura Ngurah Rai (Bali), Ekowisata Mangrove Kapuk (Jakarta), Taman Kota Tegallega Bandung (Jawa Barat), Bontang Mangrove Park (Kalimantan Timur), Perumahan Tjokro Emerald Pringwulung (DIY), Perumahan Kampoeng Dara (Kota Jambi), Dam Duriangkang Batam (Kepri), Perumahan Citraland Tanjung Morawa (Medan), Perumahan Elang Residence Semarang (Jawa Tengah), serta di lokasi-lokasi lainnya.

“Termasuk hari ini di Ecopark Ancol Bersama Bank Syariah Indonesia, kami akan tanam 5.000 pohon mahoni tetapi secara simbolik tadi ditanam sekitar 54 pohon termasuk oleh perwakilan DPD REI se-Indonesia,” jelas CEO Buana Kassiti Group itu.

REI telah mengusulkan kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat pembukaan Rakernas REI tahun 2025 agar penanaman sejuta rumah dijadikan program nasional di sektor perumahan. 

Dengan target realisasi pembangunan rumah subsidi sebanyak 300 ribu hingga 350 ribu unit rumah pada 2026, jika satu rumah ditanami 2 pohon, ungkap Joko Suranto, maka setidaknya ada sekitar 600-700 pohon per tahun yang akan ditanam. 

laput-3cc.JPG

“Kontribusi tersebut cukup berarti di tengah musibah bencana alam termasuk banjir bandang yang kerap melanda Sumatera, Kalimantan dan Jawa,” ujarnya.

 

BSI Griya One Home One Tree

Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat penetrasi di segmen konsumer, khususnya pembiayaan perumahan, melalui program BSI Griya One Home One Tree. Program ini menjadi strategi baru bank untuk meningkatkan pembiayaan griya sekaligus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.

Hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG's) nomor 11 dan 13 yakni penanganan terhadap perubahan iklim dan mewujudkan kota dan komunitas yang berkelanjutan.

Sejak Februari 2025 hingga saat ini, BSI bekerja sama dengan REI untuk memperkuat penetrasi BSI Griya dengan menghadirkan unique value sharia yang sejalan dengan nilai syariah/maqashid syariah.

Inovasi ini memberikan pendekatan lain kepada masyarakat, bahwa selain pembiayaan yang kompetitif, Bank Syariah Indonesia juga hadir memberikan kemanfaatan yang luas bagi masyarakat melalui integrasi aspek ESG dalam bisnis bank melalui program BSI Griya One Home One Tree.

Program BSI Griya One Home One Tree secara simbolis telah dilaksanakan bersamaan dengan Rakernas REI tahun 2025 di Ancol yang diberikan oleh SVP Environmental, Social, & Governance (ESG) BSI Rima Dwi Permatasari, SVP Consumer Business BSI Praka Agung kepada Ketua Umum REI, Joko Suranto dan disaksikan oleh Menteri Perumahan dan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.

"Program ini secara tidak langsung juga memberikan pengaruh positif terhadap tren pembiayaan BSI Griya,” jelas Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta dalam keterangannya.

Hingga September 2025 ( better oktober ) BSI Griya tumbuh 7,22% secara tahunan ( year on year ) dengan outstanding mencapai Rp59,49 triliun.

Capaian tersebut menempatkan BSI di posisi Top 6 bank penyalur pembiayaan perumahan secara nasional dengan kualitas pembiayaan sehat. Segmen konsumer khususnya griya menjadi segmen yang terus kami bidik, karena perumahan menjadi salah satu sektor yang menjadi prioritas program pemerintah.

Tercatat, sebanyak 15.000 nasabah telah mengikuti program ini dan mendukung pencapaian pembiayaan perumahan BSI Griya sebesar Rp7,4 triliun. Dari program ini, BSI telah menanam 15.000 pohon produktif dari target 10.000 pohon yang telah ditetapkan atau mencapai 150% dari target. 

Tahun 2025, BSI melakukan penanaman pohon di 3 titik lokasi yaitu Sumatera Barat, Jawa Barat dan Jawa Tengah yang bekerja sama dengan 3 mitra penanaman pohon. (Rinaldi)

 

Muhammad Rinaldi