• 21 Apr, 2026

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Karya (Persero) terus berupaya mendorong percepatan penyelesaian Jalan Tol Palembang - Betung di Provinsi Sumatera Selatan.

“Jalan Tol Palembang - Betung sepanjang 69,19 km yang saat ini dalam tahap penyelesaian konstruksi merupakan bagian dari konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang nantinya juga akan tersambung dari Lampung hingga ke Aceh,” ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Miftachul Munir.

Selain itu, kehadiran jalan tol itu juga akan memberikan kemudahan pendistribusian logistik, hasil pertanian seperti karet, kelapa sawit, serta komoditas unggulan Sumatera lainnya akan lebih lancar.

Jalan Tol Palembang - Betung terbagi menjadi 3 Seksi pekerjaan yakni, Seksi I Palembang – Rengas (21,5 km), Seksi II Rengas – Pangkalan Balai (33 km), dan Seksi III Pangkalan Balai – Betung (14,69 km).

konektivitas1w.jpg

Ditargetkan untuk penyelesaian konstruksi Seksi 1 sampai dengan triwulan II tahun 2026, lalu Seksi 2 pada triwulan III tahun 2025. Sedangkan untuk Seksi 3 ditargetkan akan selesai konstruksinya pada triwulan I tahun 2026.

Jalan tol yang menghubungkan Kota Palembang dengan Betung ini dapat memangkas waktu tempuh perjalanan antar wilayah dari yang sebelumnya 3,5 jam menjadi 1 jam saja.

Nantinya, jalan tol ini akan memiliki 4 Simpang Susun (SS) dan Gerbang Tol (GT) yang masing-masing terletak di Gandus, Rengas, Pulau Rimo, dan Pangkalan Balai. Jalan tol Palembang - Betung merupakan bagian dari Jalan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung sepanjang 111,6 km.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim menambahkan Hutama Karya berkomitmen untuk tidak hanya memastikan pembangunan berjalan sesuai target, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat sekitar. 

“Kami percaya bahwa kehadiran jalan tol ini akan meningkatkan efisiensi logistik dan mempercepat pertumbuhan ekonomi sekitar. Setelah jalan tol ini tersambung sepenuhnya, maka akan terhubung langsung dengan ruas Betung-Tempino-Jambi, sehingga akan membuka konektivitas baru dari Palembang ke Jambi, guna memperkuat jaringan transportasi serta membuka peluang ekonomi baru yang akan semakin berkembang di Pulau Sumatera,” ujar Adjib.

Jumlah Kendaraan Melintas

Sementara itu, Hutama Karya mencatat selama periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) yang berlangsung mulai 20 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025, sebanyak 2,2 juta kendaraan telah melintas di JTTS atau meningkat 37% dari trafik normal. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

konektivitas2w.jpg
Foto-foto Istimewa

Trafik tertinggi tercatat pada 29 Desember 2024, dengan lebih dari 148.060 kendaraan melintas dalam sehari, yang menjadi rekor tertinggi selama periode Nataru 2024/2025. Secara keseluruhan, peningkatan signifikan terjadi di berbagai ruas tol termasuk tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat, yang menjadi salah satu jalur favorit menuju destinasi wisata unggulan Danau Toba. 

Sedangkan tol Sigli – Banda Aceh Seksi Seulimeum – Baitussalam, mencatatkan kenaikan signifikan yaitu  98,6% dibandingkan trafik normal.

Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro mengatakan bahwa peningkatan trafik tidak terlepas dari keberlanjutan Hutama Karya dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan di seluruh ruas JTTS, termasuk dukungan infrastruktur yang terus dipelihara untuk memastikan kelancaran arus kendaraan, terutama pada momen puncak liburan. 

“Peningkatan trafik ini juga mencerminkan tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan JTTS sebagai jalur utama mobilitas antar daerah terutama di wilayah utara Sumatera,” pungkasnya.

Meski terjadi lonjakan trafik, Hutama Karya berhasil menekan angka kecelakaan. Pada periode Libur Nataru 2024/2025, angka kecelakaan tercatat menurun 12,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini merupakan hasil dari berbagai upaya mitigasi yang dilakukan, seperti patroli intensif 24 jam, posko pemantauan bersama kepolisian daerah setempat, serta program operasi simpatik di gerbang tol maupun rest area pada jam-jam rawan untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas.

Selama periode liburan Nataru, Hutama Karya berhasil menghindari kemacetan panjang berkat penambahan 22 unit mobile reader menjadi 167 dan 21.000 uang elektronik. Langkah ini efektif dalam mengurai antrian di gerbang tol. (Rinaldi)

 

Muhammad Rinaldi