• 21 Apr, 2026

Pengembang dengan reputasi baik di Bali, OXO Group Indonesia, telah meluncurkan dan memulai pengerjaan konstruksi dari maha karyanya, OXO The Residences.  Properti ini berlokasi di Nyanyi, Bali. Pertama kali diperkenalkan ke pasar pada 8 Juni 2024, dan di hari itu juga keseluruhan 40 unit villa dengan harga mulai Rp8 miliar hingga Rp16 miliar per unit langsung habis terjual ( sold out ). 

Melihat antusiasme pasar yang kuat dan daya tarik Bali sebagai lokasi investasi properti yang banyak diincar investor lokal maupun internasional, maka OXO langsung memulai pengerjaan konstruksi proyek ikonik tersebut. Prosesi pembangunan diawali dengan seremoni groundbreaking yang berlangsung di lokasi villa eksklusif tersebut di Bali, pada Rabu 9 Oktober 2024.

Founder & CEO OXO Group Indonesia, Johannes Weissenbaeck menjelaskan, prosesi groundbreaking  OXO The Residences merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan proyek-proyek properti berkualitas serta delivery  kepada pembeli secara tepat waktu. 

“Ini kami lakukan demi menciptakan sekaligus menjaga kepuasan konsumen. Bagi kami, kepuasan konsumen adalah yang utama dan segalanya,” ujarnya dalam keterangan resmi OXO Group Indonesia, Rabu (9/10).

Menurut Johannes, OXO The Residences merupakan proyek mahakarya yang lahir dari kolaborasi tiga nama besar di dunia properti Bali, yaitu OXO dan Nuanu selaku pelopor pengembangan proyek dan Alexis Dornier, seorang designer arsitektur kelas dunia. Alexis Dornier sengaja ditunjuk untuk mewujudkan visi tersebut ke dalam desain villa yang apik. 

Dikembangkan di areal seluas 1,9 hektar, kompleks hunian eksklusif ini terdiri dari 40 unit villa tipe 3, 4 dan 5 kamar tidur, dengan luas bangunan mulai 193 m2 hingga 293 m2, serta luas tanah mulai dari 300 m2 hingga 643 m2.

Target Pembeli

Kawasan villa mewah ini menargetkan pembeli dari kalangan kelas atas yang mencari perpaduan antara kemewahan, keberlanjutan, dan kedekatan dengan lokasi gaya hidup di Bali. Lokasinya yang berdekatan dengan Nuanu Creative City juga menjadi daya tarik tersendiri, karena memungkinkan setiap penghuni untuk mengkases keindahan panorama alam dan kekayaan budaya Bali sekaligus. 

Selain villa mewah, di dalam area hunian tersebut nantinya juga akan dilengkapi dengan fasilitas club house , taman lanskap, taman bermain anak-anak, area barbeque (BBQ), tempat kebugaran luar ruangan, serta Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Sesuai perencanaan, OXO akan fokus pada pembangunan villa-villa secara bertahap yang diharapkan selesai pada akhir 2026. 

“Progres pembangunan sejauh ini berjalan sesuai jadwal. Besok akan segera berlangsung pekerjaan struktur awal bangunan,” ujar Johannes usai seremoni groundbreaking OXO The Residences.

Skema Kepemilikan

Direktur Marketing OXO Group Indonesia, Anggun Melati mengungkapkan, kehadiran OXO The Residences terbukti mampu memikat minat para pembeli lokal maupun internasional. Hal itu sekaligus memperlihatkan potensi Bali sebagai salah satu lokasi investasi properti paling diminati di dunia.

Menariknya, di proyek ini OXO menawarkan skema kepemilikan hak milik ( freehold ) yang diharapkan dapat menjadi pengungkit daya jual sekaligus pemikat minat para investor lokal. 

“Saat ini banyak ekspatriat (pekerja asing) juga melirik properti freehold di Bali, memang ini suatu konsep yang baru, namun sistem dan regulasi pemerintah saat ini sudah cukup baik untuk menunjang hak kepemilikan bagi warga negara asing,” jelas Anggun. (Rinaldi)